Rabu, 24 April 2019

 Headline

Kota Sofifi Siap Dibangun

Diposting pada 11/02/2019, 13:08 WIT
FOTO BERSAMA: Sekprov Malut Muabdin H. Radjab dengan Kepala BPIW Kementrian PUPR, didampingi Kepala Bappeda Malut Samsudin Banyo dan perwakilan SKPD terkait, baru-baru ini.
FOTO BERSAMA: Sekprov Malut Muabdin H. Radjab dengan Kepala BPIW Kementrian PUPR, didampingi Kepala Bappeda Malut Samsudin Banyo dan perwakilan SKPD terkait, baru-baru ini.

SOFIFI – Pemerintah Pusat mulai memantapkan rencananya dalam pengembangan 10 kota di Indonesia. Dari 10 kota tersebut, satu di antaranya Sofifi. Wujud keseriusan Pemerintah Pusat untuk menjadikan Sofifi sebagai kota baru terlihat dalam ancang-ancang realisasi sejumlah proyek pembangunan dasar pendukung.
Sejumlah proyek pembangunan dasar yang dalam waktu dekat direalisasikan untuk dalam percepatan pembangunan. Fakta ini mengemuka pada rapat koordinasi antara Pemprov Malut dengan Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ir. Hadi Sucahyono, Jumat (8/2) pekan lalu.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Samsudin Banyo menuturkan, rapat bersama Kepala BPIW tersebut membahas tentang master plan (rencana utama) pembangunan yang telah disiapkan BPIW, yang harus disinkronkan dengan rencana perencanaan tingkat daerah. Pasalnya, di internal PUPR sendiri saat ini telah terbentuk lembaga baru yang menangani tentang infrastruktur dasar, di antaranya sekolah, rumah sakit dan sarana ekonomi berupa pasar dan sarana lain. Karena itu, usulan pembangunan dasar bisa langsung ditangani Kementerian PUPR.
Menurut Samsudin, seluruh infrastruktur yang mau dibangun Kementerian PUPR harus di atas lahan yang telah disediakan Pemerintah Daerah (Pemda). "Karena itu Pemprov harus menyiapkan lahan sesuai dengan kebutuhan yang akan dibangun," jelasnya.
Ia menambahkan, khusus rumah sakit, Pemprov telah memiliki lahan yang tersedia yakni Rumah Sakit Umum Sofifi dan Rumah Sakit Jiwa. Tetapi untuk sekolah, karena yang dibangun ini adalah sekolah unggulan, sehingga nanti akan dilihat lagi apakah dikembangkan sekolah yang telah ada atau dibangun baru. “Syaratnya harus miliki lahan cadangan yang bisa dikembangkan untuk infrastruktur baru. Kenapa SMA unggulan yang didorong, karena kebutuhan besar para pegawai yang pindah ke Sofifi memiliki kebutuhan terhadap anaknya untuk bersekolah di Sofifi," terangnya
Selain itu, pihak PUPR juga akan membangun perumahan pegawai. Perumahan pegawai juga tentu saja membutuhkan lahan baru yang disiapkan Pemprov. Sebagai tindak lanjut, Pemprov akan melihat kembali dari empat bagian wilayah kota (BWK), mana yang bisa dikembangkan, baik perumahan mampun sekolah. "Terutama pada wilayah Oba Tengah dan utara," tambahnya Selain itu juga akan ada pengembangan pelabuhan, terutama pelabuhan Feri dan pelabuhan utama sebagai pelabuhan bongkar muat kontainer. Ada pula rencana pembangunan gelanggang olahraga (GOR) dan terminal tipe B.. Sebagai tindak lanjut dari hasil rapat tersebut, lanjut Samsudin, setelah 19 Februari ini tim BPIW akan turun ke Malut untuk melakukan rapat finalisasi sinkronisasi master plan pusat dan daerah sekaligus pengecekan lokasi pembangunan yang rencana akan dikembangkan. "Setelah seluruh perencanaan ini disiapkan, BPIW bersama daerah akan sama-sama mendorong keputusan Presiden (Kepres) tentang pengembangan Kota Sofifi. Dari Kepres itu, barulah Pemprov mengucurkan anggaran. Namun untuk sampai ke proses Kepres, sisi perencanaan sudah harus tuntas," tutupnya menjelaskan. (udy/adv/lex)

 

Share
Berita Terkait

Jokowi-Ma’ruf di Atas Angin

18/04/2019, 14:36 WIT

Pemprov Dapat 378 Formasi

10/09/2018, 12:49 WIT

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(82,46%)       :       (17,54%)

Dahlan Iskan