Minggu, 20 Oktober 2019

 Headline
MALUT POST / / MUI Umumkan Fatwa di Masjid

MUI Umumkan Fatwa di Masjid

Diposting pada 16/02/2019, 12:20 WIT
FATWA: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Halmahera Selatan saat menyampaikan fatwa aliran sesat kepada jamaah usai salat Jumat di Masjid Jiko, Jumat (15/2) kemarin.
FATWA: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Halmahera Selatan saat menyampaikan fatwa aliran sesat kepada jamaah usai salat Jumat di Masjid Jiko, Jumat (15/2) kemarin.

LABUHA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Halmahera Selatan resmi mengeluarkan fatwa ajaran yang diajarkan Abdul Bais Yakub alias guru Bais di Desa Jiko Kecamatan Mandioli Selatan adalah aliran sesat.  Ini karena ajaran tersebut dalam melaksankan salat diwajibkan membayangkan wajah guru Bais sebelum takbiratul ihram, mengubah niat salat jumat dua rakaat menjadi empat rakaat, pembai’atan yang dianjurkan untuk pengikut  guru Bais taat terhadap perintah guru dan menjaga rahasia guru. Menyembunyikan ilmu dengan alasan isi baiat menjaga rahasi guru.
    Kelima menafsirkan ayat Al-Quran sendiri dengan tanda menggunakan kaidah tasfir. Keenam, Al-Quraan 30 juz tidak asli lagi dengan alasan karena telah hilang cerita tentang Ali Bin Abuthalib dan Fatimah. Ketujuh, mengaku menentukan takdir seseorang, salah satu contohnya kemenangan Suparjo Sayarif sebagai Kepala Dea Jiko adalah berkat Abdul Bais Yakub alias Guru Bais. Kedelapan, Ka’bah tidak perlu disanjung-sanjung karena dianggap hanya bangunan biasa.
     Kesembilan, mengaku memiliki kemampuan menggandakan uang dan terkahir, mengaku memelihara jin.“Ajaran ini sesat dan menyesatkan karena orang yang telah mengejarkan sesuatu ajaran yang menyimpang dari Al Quran dan Al Hadist,”ungkap Sekretaris Komisi Fatwa MUI Halsel, Ongki Nyong dihadapan warga usai shalat Jumat di Mesjid Al-Kautsar Desa Jiko, Jumat kemarin. Ketentuan hukum, selain menyimpang dari Al-Quran dan Hadist, ajaran tersebut juga bertentangan dengan pendapat ulama Ahlusunnah waljama’ah.”Setiap muslim yang menjadi pengikut Abdul Bais Yakub segera kembali kepada ajaran Islam yang sebenarnya berdasrakan Al Quran dan Hadist,”harapnya di hadapan jamaah.      Terpisah, Ahmad salah satu warga mengatakan, Kepala Desa Jiko Suparjo Syarif juga terlibat dalam aliran Abdul Bais Yakub yang telah dilarang tersebut. Karena itu, Bupati diminta agar melakukan pembinaan kepada kades.”Kami minta bupati secepatnya mengambil langkah pembinaan terhadap aparatur desa,”ujarnya.(sam/met)

Share
Berita Terkait

Lahir di Tengah Gempa

24/07/2019, 14:21 WIT

Mahasiswi Tewas Saat Memotret

06/03/2018, 12:01 WIT

Video Mesum Siswi SMP Tersebar

12/01/2019, 11:46 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan