Jumat, 22 Maret 2019

 Headline

Bos Karapoto Berpotensi Tersangka

Diposting pada 18/02/2019, 14:41 WIT
Fitri Puspita Hapsari
Fitri Puspita Hapsari

TERNATE - Direktur PT Karapoto Teknologi Finansial, Fitri Puspita Hapsari dibayangi masalah lain. Selain harus mengembalikan dana pemodal Karapoto, Fitri masih harus berurusan dengan investasi bodong lain yang digelutinya sebelum Karapoto. Dia bahkan berpotensi menjadi tersangka menyusul dua rekan lainnya.
Penghimpunan dana masyarakat tersebut dikenal dengan nama investasi Dufa-dufa. Investasi ini sudah ada pada 2016-2017, dimana Fitri merupakan salah satu leader-nya. Sedangkan dua rekan leader lainnya yang sudah jadi tersangka adalah Anti dan Joko.
Dalam pengembangan penyidikan, Fitri kembali diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas perkara atas tersangka sebelumnya. Upik, sapaan akrab Fitri Puspita Hapsari, diperiksa pada Jumat (15/2) sekitar pukul 14.00 dan berakhir pukul 18.00. dia diperiksa di ruang Subdit II Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Malut.
Dalam pemeriksaan tersebut, Fitri dicerca sekitar sembilan pertanyaan dari penyidik. Kedatangannya ke Ditreskrimsus Polda didampingi oleh tiga penasehat hukumnya yaitu Fahruddin Maloko, M. Rizkal Kunio dan Fahri Raya.
Usai pemeriksaan, Fahruddin Maloko mengatakan kliennya diperiksa untuk melengkapi berkas perkara tersangka Anti. “Klien kami dimintai keterangan untuk kebutuhan berkas tersangka Anti,” singkatnya.
Terpisah, Direktur Reskrimsus Polda Malut, Kombes (Pol) Masrur menjelaskan, publik harus bisa membedakan antara PT Karapoto Teknologi Finansial dan investasi ilegal yang beralamat di Dufa-dufa (investasi Dufa-dufa). Meskipun Fitri Puspita Hapsari memegang dua perusahaan tersebut.
Perwira tiga bunga itu mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan terhadap Fitri tersebut berkaitan dengan kasus investasi di Dufa-dufa. Fitri diperiksa untuk melengkapi berkas perkara dari dua tersangka sebelumnya. “Pemeriksaan Fitri ini ada kaitannya dengan dua tersangka (Anti dan Joko). Namun Fitri diperiksa untuk melengkapi P19 atas tersangka Joko,” kata Masrur saat dikonfirmasi.
Masrur mengakui, usai pemeriksaan terhadap Fitri, pihaknya belum langsung mengirim kembali berkas tersebut ke jaksa peneliti. Karena dalam petunjuk jaksa yang termuat dalam P19 tersebut masih ada beberapa hal lagi yang harus dipenuhi penyidik. “Pihak-pihak yang dibutuhkan keterangannya itu tidak banyak. Kami sekarang tinggal melengkapi kekurangan dari berkas itu saja,” akunya.
Disentil terkait kemungkinan Fitri berpotensi menjadi tersangka dalam kasus investasi ilegal di Kelurahan Dufa-dufa, Masrur mengaku kemungkinan tersebut bisa terjadi. “Bisa jadi (tersangka, red), karena tidak menutup kemungkinan,” tegasnya.(cr-04/kai)

 

Share
Berita Terkait

Pelaku Pembaptisan Massal Ditangkap

04/03/2019, 14:26 WIT

Player CV Ubay Jaya Ditahan

08/03/2018, 13:02 WIT

Dana Ratusan Miliar Menguap

09/03/2018, 12:54 WIT

Ayah Perkosa Anak Kandung

15/02/2018, 09:18 WIT

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(82,68%)       :       (17,32%)

Dahlan Iskan