Sabtu, 25 Mei 2019

 Headline
MALUT POST / MAJANG POLIS / Kebakaran Hebat, Dua Alquran Ditemukan Utuh

Kebakaran Hebat, Dua Alquran Ditemukan Utuh

Diposting pada 19/02/2019, 14:51 WIT
PADAMKAN: Petugas Damkar memadamkan api dalam kebakaran Takoma dibantu warga setempat, Senin (18/2). Foto lain, dua buah Alquran tetap utuh di atas meja pasca dilanda kebakaran HIZBULLAH MUJI/MALUT POST- JAINUDIN ALI SYAHBIA FOR MALUT POST
PADAMKAN: Petugas Damkar memadamkan api dalam kebakaran Takoma dibantu warga setempat, Senin (18/2). Foto lain, dua buah Alquran tetap utuh di atas meja pasca dilanda kebakaran HIZBULLAH MUJI/MALUT POST- JAINUDIN ALI SYAHBIA FOR MALUT POST

TERNATE – Kebakaran hebat melanda lingkungan RT/RW 04/02 Kelurahan Takoma, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Senin (18/2). Kantor lurah setempat, rumah warga dan sejumlah tempat usaha ikut ludes terbakar. Ajaibnya, dua buah Alquran yang berada di dalam salah satu rumah yang habis terbakar ditemukan dalam kondisi utuh.
Kebakaran tersebut terjadi sekira pukul 15.00 WIT. Titik api berasal dari gudang Kantor Lurah Takoma. Saat api pertama kali memercik, Lurah Takoma, Mimi Rahman dan empat stafnya berada di halaman kantor. Mereka tengah menurunkan bendera.
Tiba-tiba dari arah gudang kantor muncul gumpalan asap tebal. Anto, salah satu saksi mata menuturkan, saat itu ia tengah memperbaiki sepeda motor yang dimasukkan ke bengkel tempatnya bekerja. Bengkel bernama Taufiq Jaya Motor itu terletak tepat di seberang jalan, berhadapan dengan kantor lurah. "Saat itu juga saya mendengar teriakan dan melihat gumpalan asap dari kantor lurah, makanya saya langsung membantu menyelamatkan sejumlah barang di kantor lurah dibantu staf dan warga," tuturnya.
Dikatakan Anto, api yang muncul dari arah belakang kantor lurah itu menyebar dengan sangat cepat. Tak butuh waktu lama lima rumah warga di belakang kantor sudah ikut terbakar. “Bahkan di samping kantor lurah kan ada tempat pengisian galon air minum (depot air, red) yang ikut terbakar. Didalamnya ada puluhan tabung gas yang mudah meledak. Untung saya dibantu warga langsung mengeksekusi tabung ke bengkel sebelum terbakar,” sambungnya.
Tidak berselang lama, lanjut Anto, dua unit mobil Dinas Pemadam Kebakaran Kota Ternate yang dihubungi pihak Kelurahan tiba di lokasi. Upaya pemadaman langsung dilakukan dibantu warga dan staf kantor lurah. Kendati demikian, api yang melebar begitu cepat telanjur menghanguskan bangunan yang ada di sekitar. "Tepat di samping pengisian air galon ada rumah makan Anugrah Jaya, tapi terkunci lantaran sudah lama tutup. Namun pintunya kami bongkar untuk menyelamatkan barang yang ada di dalam," terang Anto.
Total ada enam rumah warga yang ikut dilalap si jago merah. Masing-masing milik Saiful Turuy yang juga Kepala Dinas Pangan Maluku Utara, milik Sudaryanto, Amina, Jufri Raman, Mudasir, dan Sisilia Agustina Yoel. Sementara tempat usaha yang turut terbakar adalah rumah makan Anugrah Jaya, depot air milik Hi Fikar, serta dua kios sembako milik Haryanto dan Emang.
Lurah Takoma Mimi Rahman yang hendak diwawancarai di lokasi kebakaran belum mau memberikan keterangan lantaran syok berat. Ia menangis histeris melihat kantornya rata tanah. Mimi baru bisa berbagi dengan awak media saat disambangi di kediamannya di Kelurahan Kota Baru.
Dia mengisahkan, saat kejadian dirinya bersama empat staf sedang berada di luar kantor untuk menurunkan bendera umbul-umbul pasca kegiatan lomba kampung. "Saat kejadian, saya menyuruh staf untuk menurunkan bendera. Jadi kami semua ada di luar kantor. Lalu saya lihat di bagian belakang api sudah menyala, tepatnya di bagian kamar mandi dan gudang," kisahnya.
Menurut Mimi, di dalam gudang dipenuhi tumpukan berkas milik Kelurahan. Berkas berupa kertas-kertas itu merupakan bahan yang mudah terbakar. "Waktu saya mau masuk sempat dicegat, lantaran asap dan api sudah membesar. Tapi saya memaksakan masuk untuk mengambil HP saya," akunya terbata-bata.
Saat hendak keluar kantor lagi, Mimi melihat api sudah semakin membesar dan merembet ke rumah warga yang berada di sekitar kantor lurah. "Jadi kami berempat semuanya berada di luar kantor, dan memang angin cukup kencang. Makanya api sangat cepat membesar. Saya belum bisa pastikan penyebab dari kebakaran," tuturnya.
Dia menambahkan, aset Kelurahan yang berhasil diselamatkan hanya satu unit komputer perekaman e-KTP, satu unit komputer Kelurahan dan satu buah kamera. "Sisanya sudah tidak berhasil diselamatkan," ucapnya.
Saiful Turuy yang juga jadi korban kebakaran mengatakan mobil Damkar tiba di lokasi kejadian sekira 10 menit setelah api pertama kali berkobar. “Saat itu saya ada di rumah, dan saya lihat asap itu dari kantor lurah,” katanya.
Sebagai korban, Saiful menyayangkan prosedur pemadaman yang dilakukan Damkar. Pasalnya, dua unit mobil itu hanya fokus memadamkan api di kantor lurah saat pertama kali tiba. “Sementara api ini sudah mulai merembet ke rumah warga. Seharusnya pemadam melakukan pemblokiran api. Satunya di kantor lurah, satunya lagi di rumah warga yang terkena dampak sehingga api tidak melebar," ujarnya.
Kepala Bidang Ops Damkar, Naim Safar yang dikonfirmasi mengatakan informasi yang mereka terima yang terbakar adalah kantor lurah. Kepanikan massal warga juga membuat petugas pemadam kebingungan mencari titik api. “Informasi yang kami terima itu kantor lurah, makanya fokus kami di kantor lurah. Tapi saat tiba di lokasi, warga juga panik sehingga membingungkan kita untuk mencari titik api. Tapi selain dua unit truk, sisanya yang tiba di TKP lalu fokus ke rumah warga," akunya.
Menurut Naim, seluruh mobil pemadam dikerahkan dalam proses pemadaman kemarin. Dibantu dua unit truk water canon milik Polres Ternate. Proses pemadaman sendiri berlangsung kurang lebih dua jam lebih atau hingga pukul 18.10 WIT. "Kendala kami ini hanya soal akses karena lokasinya padat pemukiman, sehingga api dengan cepat merembet mengikuti arah angin," terangnya.
Sementara Kapolres Ternate AKBP Azhari Juanda yang ditemui di TKP belum bisa memastikan penyebab kebakaran. "Kami dapat informasi, sumber apinya itu dekat-dekat kantor lurah, makanya kami belum bisa pastikan sebab masih dalam penyelidikan melalui pemeriksaan saksi dan alat bukti," kata Kapolres.
Lantaran masih penyelidikan, dia juga belum bisa menyimpulkan total bangunan terbakar dengan kerugian yang ditimbulkan. "Untuk bangunan, kami belum bisa pastikan berapa yang terbakar karena masih penyelidikan," sambungnya.

Alquran Utuh
Di tengah kebakaran kemarin, ada satu peristiwa yang terbilang unik. Dari dalam salah satu rumah yang ludes terbakar ditemukan dua buah Alquran yang utuh. Kitab suci tersebut terletak utuh di atas meja, tampak kontras dengan benda-benda lain yang terbakar di sekitarnya.
Dua Alquran itu milik Sudaryanto dan istrinya, dr. Sarnilita. Meski fisik bangunan rumah keduanya habis terbakar, kitab yang terletak di kamar pasangan suami istri ini seperti tak tersentuh api sedikit pun.
Sudaryanto yang diwawancarai Malut Post menuturkan, benda-benda yang sempat diselamatkan hanya surat-surat penting. Juga dua Alquran yang ditemukan belakangan setelah api padam itu. “Jadi Alquran itu ada di meja kamar keluarga saya. Semua (benda) hangus terbakar tanpa sisa kecuali dua Quran itu. Itu saya yang lihat sendiri ketika masuk kamar untuk melihat kondisi kamar (setelah api padam),” tutur dosen Fakultas Hukum Universitas Khairun tersebut.
Saat menemukan Alquran dalam kondisi utuh, Sudaryanto lalu memberi tahu iparnya, Jainudin Ali Syahbia yang juga berada di lokasi tersebut. Jainudin lantas mengabadikan dengan kamera ponselnya dan mengunggah di akun Facebook-nya. “Saya tidak tahu jadi viral di medsos," kata Sudaryanto.
Selain tak ada korban jiwa, Anto -panggilan akrabnya- mengaku bersyukur kitab suci miliknya dan sang istri bisa selamat. Menurut dia, keduanya selalu mendaras Alquran tersebut tiap malam. “Setiap malam in shaa Allah selalu kami baca,” tutur lelaki 30 tahun itu.
Rumah Anto dan Sarnilita sendiri dihuni empat orang, yakni Anto, istrinya, ibu Anto, dan adik kandung ibunya alias bibi Anto. “Waktu kejadian saya di kampus. Istri di RSUD. Lalu saya ditelepon mama, karena di rumah hanya mama dan adiknya. Tapi saat tiba rumah sudah terbakar,” pungkas Anto yang rumahnya dipisahkan tiga rumah dari kantor lurah tersebut.(aji/kai)

Share
Berita Terkait

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan