Jumat, 22 Maret 2019

 Headline

Penegakan Perda Masih Lemah

Diposting pada 21/02/2019, 12:38 WIT
Abdullah Tahir
Abdullah Tahir

TERNATE – Komentar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melalui akun tweeternya yang mengkritik sampah di perairan Kota Ternate mendapat tanggapan Wakil Wali Kota Abdullah Tahir,  kemarin (20/2).
    Menurut Abdullah sampah yang mengepung perairan laut di Ternate seperti yang disampaikan Menteri Susi, menandakan kesadaran masyarakat masih rendah. Sampah-sampah di bibir pantai ini merupakan sampah kiriman dari daerah ketinggian. Kebanyakan masyarakat masih lebih senang membang sampah di kali mati (barangka), ketimbang membuang di tempat sampah yang disediakan. “ Akibatnya setiap hujan sampah-sampah ini di bawah air dan menumpuk di bibir pantai,” kata Abdullah.
    Hal ini, kata Abdullah, harus menjadi perhatian serius Dinas Lingkungan Hidup (DLH). DLH harus melakukan pengawasan ketat, karena kebanyakan masyarakat selalu menjadikan kali mati sebagai tempat pembuangan sampah. Sejauh ini upaya DLH sudah cukup maksimal, namun pengawasan harus terus ditingkatkan dengan melibatkan lurah dan RT/RW setempat. “ Harus dilibatkan lurah bahkan RT/RW agar mereka melakukan pengawasan langsung di lingkungan-lingkungan,” tandasnya.
    Selama ini, Ternate sudah mempunyai Perda sampah, namun  belum mapan atau memberikan efek jera bagi masyarakat. DLH harus  kembali melakukan penegakan perda ini. Bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan apalagi di kali mati harus diberi denda, seperti penegasan dalam perda tersebut. “ Sampah buka hanya urusan pemerintah saja, tetapi masyarakat juga. Semua pihak harus terlibat dalam menjaga lingkungannya. Saat ini pembersihan pantai terus dilakukan setiap Jumat, tapi jika kesadaran masyarakat tidak ada, maka program ini tidak akan berjalan maksimal,” pungkasnya.(cr-05/rul).

 

Share
Berita Terkait

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(82,68%)       :       (17,32%)

Dahlan Iskan