Sabtu, 25 Mei 2019

 Headline
MALUT POST / HUKUM / Pelaku Pembaptisan Massal Ditangkap

Pelaku Pembaptisan Massal Ditangkap

Diposting pada 04/03/2019, 14:26 WIT
BRIGJEN (POL) SUROTO
BRIGJEN (POL) SUROTO

TERNATE – Kepolisian Maluku Utara akhirnya menangkap pengelola Yayasan Barokah Surya Nusantara (YBSN) yang diduga melakukan pembaptisan massal terhadap anak-anak muslim di Pulau Morotai. Mereka ditangkap di Jakarta oleh tim investigasi Polda Malut. Selain kasus Morotai, polisi juga mengusut dugaan serupa yang terjadi di Ternate dan Tidore Kepulauan.

 

Informasi yang dihimpun Malut Post, ketua rombongan YBSN yang beraktivitas di Morotai, Gresia, telah diinterogasi. Sementara pengelola lainnya baru akan diinterogasi penyidik hari ini.
Kapolda Malut Brigjen (Pol) Suroto saat dikonfirmasi soal penangkapan pengelola YBSN membenarkan hal tersebut. “Iya, mereka (terduga, Red) lagi diinterogasi di Jakarta. Tim penyidik kami kirim ke Jakarta besok (hari ini, Red) untuk melakukan pemeriksaan sesuai rumusan deliknya,” akunya kemarin (3/3).
Jenderal bintang satu itu menegaskan, status kasus yang diduga melibatkan YBSN itu kini telah ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Sementara untuk dugaan tindak pidana yang dilakukan Garda Mencegah dan Mengobati (GMDM) Institusi Penerima Wajib Lapor di Ternate dan Tikep masih dalam tahap penyelidikan.
Kendati demikian, Kapolda menegaskan perkembangan kasus tersebut akan disampaikan melalui press release. “Kalau untuk Morotai sudah naik sidik (penyidikan, Red), tapi kalau di Ternate dan Tidore masih lidik (penyelidikan, Red). Nanti untuk lebih lengkapnya akan kami sampaikan dalam press release,” singkatnya.
Sementara itu, rombongan GMDM yang melakukan sosialisasi anti narkoba diselipi ritual keagamaan tertentu diketahui menginap di Hotel Gamalama Ternate. Manajer Hotel Gamalama, Ivan saat dikonfirmasi Sabtu (2/3) kemarin mengatakan orang pertama yang datang ke hotel miliknya dari rombongan GMDM bernama Grace pada 17 Februari 2019. Ketika itu, Grace //check in// pada sore hari.
Awalnya, Grace memesan tiga kamar. Tiga hari kemudian ia mengatakan beberapa temannya akan datang. Setelah temannya datang, Grace kembali memesan empat kamar. Total kamar yang dipesan sebanyak tujuh kamar masing-masing bernomor 203, 205, 206, 208, 211, 212 dan 215. Jumlah rombongannya mencapai 20 orang. “Jadi ada tujuh kamar yang mereka buka. Tapi besoknya ada satu kamar check out. Check Out ini mereka ke Tidore. Jadi yang ke Tidore ini cuma satu malam menginap,” kata Ivan mengisahkan.
Di sela-sela kegiatan mereka, sambung Ivan, rombongan sempat bertemu tujuh orang mahasiswa. Para mahasiswa menemui salah satu anggota rombongan GMDM yang diketahui bernama Mei. “Setelah itu mereka langsung melakukan kegiatan di sekolah-sekolah. Dan pada 24 Februari, rombongan GMDM itu langsung check out. Pimpinan mereka itu namanya ibu Grace. Karena yang bayar dan lainnya itu ibu Grace,” tuturnya.
Ivan mengemukakan, saat dirinya memperhatikan, barang bawaan dari 20 orang dari rombongan GMDM tersebut ada yang tertulis Bahtera Tidore dan Bahtera Ternate. Sementara kopor perjalanan mereka tertulis Israel. “Kemungkinan mereka habis tur dari Israel. Karena dari kopor merah itu ada tertulis logo dan bahasa Ibrani atau bahasa Israel. Dan tertulis tour dari beberapa kota dan negara diantaranya Turki, Palestina dan termasuk Israel,” ungkapnya.
Berdasarkan pengakuan rombongan yayasan GMDM kepada pihak hotel, mereka adalah utusan dari BNN pusat. Beberapa lama kemudian pihak Kelurahan Gamalama mendatangi rombongan tersebut dan memberi tahu BNN Malut. Setelah itu, pihak BNN Provinsi yang diwakili Kasi Intelijen, Lutfi, mendatangi Hotel Gamalama.
Ivan menambahkan, pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang dilakukan GMDM di Pantai Sulamadaha Ternate bersamaan dengan aksi YBSN di Morotai. Menurutnya, pelaksanaan kegiatan GMDM sebenarnya dilakukan pada Minggu (24/2). Hanya saja karena bertepatan dengan konser penyanyi dangdut Via Vallen, akhirnya dimajukan pada Sabtu (23/2). “Katanya mereka sudah menyurat ke Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan karena waktu mereka menyurat mereka sempat komunikasi dengan kami,” tuturnya.
Ivan mengaku, dirinya sempat mengusir rombongan tersebut secara halus dari hotel dengan alasan kamar tersebut sudah ada yang pesan. “Yang datang itu atas nama ibu Grace tapi check in itu atas nama ibu Eliani Plenti. Saat kami minta kartu identitas mereka, pertama mereka hanya memberi kartu mahasiswa. Karena mereka mengulur-ngulur waktu, saya langsung kasih keluar mereka. Jadi di antara mereka ada yang masih bertahan tapi sisanya pindah ke Hotel Batik. Yang Tidore itu balik langsung ke Hotel Batik,” tandasnya.(cr-04/kai)

 

 

 

 

 

Share
Berita Terkait

Pelaku Pembaptisan Massal Ditangkap

04/03/2019, 14:26 WIT

Player CV Ubay Jaya Ditahan

08/03/2018, 13:02 WIT

Dana Ratusan Miliar Menguap

09/03/2018, 12:54 WIT

Ayah Perkosa Anak Kandung

15/02/2018, 09:18 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan