Jumat, 22 Maret 2019

 Headline

Bos Karapoto Minta Waktu 2 Bulan

Diposting pada 11/03/2019, 11:09 WIT
SIKAP: Fahruddin Maloko dan M Rizkal Kunio saat memperlihatkan pernyataan sikap  Direktur Karapoto Fitri Puspita Hapsari, Minggu (10/3) malam
SIKAP: Fahruddin Maloko dan M Rizkal Kunio saat memperlihatkan pernyataan sikap Direktur Karapoto Fitri Puspita Hapsari, Minggu (10/3) malam

TERNATE – Setelah diuber-uber pemodal (nasabah) dan sejumlah //stakeholders//, Direktur PT Karapoto Financial Technology Fitri Puspita Hapsari alias Upik akhirnya angkat bicara. Melalui penasehat hukumnya, istri Ardiansyah itu menyampaikan enam poin pernyataan sikapnya yang ditandatangani di atas meterai. Diantara poin sikapnya adalah meminta waktu dua bulan lagi untuk mengurus pencairan modal nasabah yang tertunggak.
Kuasa hukum Fitri, Fahruddin Maloko dan M. Rizakl Kunio dalam jumpa pers malam tadi (10/3) menuturkan, pernyataan sikap Fitri dikeluarkan menanggapi tuntutan para nasabah saat melakukan hearing dengan DPRD Kota Ternate Senin (4/3) lalu. Fitri sendiri tidak bisa hadir dalam jumpa pers semalam dengan alasan kesehatannya terganggu.
Menurut Fahruddin, setelah memperhatikan pertemuan dan tuntutan para pemodal investasi di kantor DPRD Kota Ternate, kliennya menegaskan enam poin sikap. Pertama, Fitri menyanggupi mengembalikan uang pemodal. Kedua, pengembalian uang pemodal dilakukan secara bertahap serta berdasarkan penangguhan bulan Juni sampai dengan selesai. “Sisa bulan Mei itu juga termasuk,” jelas Fahruddin.
Ketiga, lanjut Fahruddin, proses pengembalian uang pemodal berdasarkan modal yang disetor. Bagi pemodal yang telah memperoleh keuntungan dan/atau profit yang telah dicairkan sendiri oleh pemodal, pengembalian modal dasar akan dipotong profit yang telah diambil atau dinikmati oleh pemodal. “Contoh, misalnya ada oknum pemodal A menyetor modal Rp 100 juta, beberapa hari kemudian mendapat profit Rp 50 juta dan Rp 50 juta itu telah diambil, berarti modalnya terpotong Rp 50 juta,” katanya. Itu berarti, modal si nasabah yang harus dikembalikan Fitri tersisa Rp 50 juta.
Poin empat, Fitri meminta waktu pengurusan dana sampai dengan dua bulan ke depan terhitung sejak pernyataan sikapnya dibuat, yakni 10 Maret 2019. Dia berjanji, setiap bulan akan menginformasikan perkembangan proses pengurusan dana melalui media cetak atau media elektronik untuk diketahui nasabah.
Kelima, Fitri meminta kepada para pemodal agar tidak lagi menekan atau melakukan tindakan-tindakan lainnya yang bersifat intimidasi terhadap leader dan tim. Fitri juga menjelaskan, dana Karapoto sama sekali tidak berada di tangan para leader dan tim. Dana dimaksud sedang dalam proses pengembalian yang sementara diusahakan.
Poin enam, Fitri menegaskan, dirinya akan mengembalikan dana pemodal meskipun dirinya kini telah terjerat masalah hukum. Fitri sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Malut dalam kasus investasi bodong PT Arta Puspa Jaya. “Itulah tanggapan klien kami atas tuntutan pemodal yang diaspirasikan pada 4 Maret 2019 di kantor DPRD Kota Ternate beberapa hari lalu,” kata Eros, sapaan akrab Fahruddin.
Eros yang didampingi Rizkal Kunio itu menegaskan, kliennya tidak akan keluar dari Kota Ternate sampai proses penyelesaian pengembalian dana pemodal selesai dilakukan. “Apalagi klien kami sudah ditetapkan sebagai tersangka jadi tidak mungkin klien kami akan keluar daerah,” tegasnya.
Terkait dana nasabah, Eros mengaku kliennya masih terus berkoordinasi bersama Ardiansyah. “Soal katanya Karapoto tidak memiliki rekening itu saya tidak bisa jawab karena saya bukan penasehat hukum Karapoto, tapi saya penasehat hukum Fitri secara personal saat ditetapkan sebagai tersangka di Polda Malut. Kami juga no comment soal keberadaan Ardiansyah,” pungkasnya.
Di sisi lain, keberadaan Ardiansyah sendiri tidak diketahui publik hingga saat ini. Bahkan pihak kepolisian pun kesulitan mengusutnya dalam kasus investasi bodong Arta Puspa. Ardiansyah merupakan salah satu petinggi Karapoto yang juga petinggi Arta Puspa.(cr-04/kai)

 

Share
Berita Terkait

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(82,68%)       :       (17,32%)

Dahlan Iskan