Kamis, 12 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / MAJANG POLIS / Tanpa STR, Tenaga Kesehatan Dilarang Beri Pelayanan

Tanpa STR, Tenaga Kesehatan Dilarang Beri Pelayanan

Diposting pada 15/03/2019, 12:42 WIT
dr. Fathiyah Suma
dr. Fathiyah Suma

TERNATE – Bagi tenaga kesehatan yang belum memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dilarang untuk memberikan pelayanan kesehatan. Seorang bidan juga tidak dapat membuka praktik jika belum mengantongi STR. “ Ini wajib, STR itu sebagai syarat untuk mengurus dokumen praktik," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) KotaTernate, dr. Fathiyah Suma, Kamis (14/3).
    Bagi tenaga kesehatan yang STR-nya masih dalam proses, yang bersangkutan hanya bisa melayani di bagian administrasi sedangkan untuk pelayanan medis tidak diizinkan. “  STR juga harus di perpanjang secara periodik. Untuk profesi bidan, selama tiga tahun harus diperbaharui sedangkan dokter lima tahun. Sesuai dengan ketentuan tiap profesi yang dimuat dalam organisasi," tambahnya.
    Setiap lulusan Poltekkes atau tenaga kesehatan, harus melewati satu tahapan yang namanya uji kompetensi (Ukom). Jika, belum melewati tahapan itu. Maka, tidak akan memiliki STR. Untuk mengawasi, Fathiyah mengaku pihaknya rutin melakukan fungsi kontrol dan pembinaan melalui seksi  Sumber Daya Manusia (SDM) Dinas Kesehatan. " Jadi bukan cuma puskesmas. Tapi di seluruh rumah sakit dan tempat-tempat praktik mandiri pun kita awasi. Jika kedapatan ada salah satu tenaga kesehatan yang bekerja tanpa surat izin dan STR. Maka, akan kita sanksi,” tegasnya.  
    Direktur Kampus Politeknik Kesehatan (Poltekes) Ternate, Rusni Muhammad menambahkan, syarat untuk bekerja harus lulus dalam ujian kompetensi (Ukom) bagi semua lulusan tenaga kesehatan. Setelah itu baru diurus STR-nya melalui UP. “ Itu merupakan syarat mutlak. Karena, kalau tidak lulus Ukom belum diakui legalitasnya," terang Rusni.
    Rusni menyayangkan, hingga saat ini masih ada beberapa kabupaten/kota yang menerima tenaga kesehatan tanpa ada STR. Ini tentu melanggar Undang-undang Nomor 36 Tahun 2014, tenaga Kesehatan dan Undang-undang Nomor 38 tahun 2014 tentang Tenaga Keperawatan. “ Aturan ini mengisyaratkan seluruh tenaga kesehatan setelah menyelesaikan studinya wajib mengikuti Ukom. Apabila ada yang memperkerjakan tenaga kesehatan tanpa Ukom dan STR jelas menabrak aturan,” pungkasnya. (mg-01/rul).

 

Share

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan