Jumat, 06 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / / SPPD Rp 1 Miliar Diduga Fiktif

SPPD Rp 1 Miliar Diduga Fiktif

Diposting pada 18/03/2019, 13:17 WIT
Kantor Bupati Halsel
Kantor Bupati Halsel

LABUHA - Target Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan (Halsel) untuk meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tahun anggaran 2018 atau yang kelima kali-nya, bukan tidak mungkin sulit terwujud. Sebab, berdasarkan informasi yang dihimpun Malut Post, dalam proses audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Malut, mencuat adanya dugaan temuan di Inspektorat Halsel. Informasinya temuan tersebut jumlahnya mencapai Rp 1 miliar. Dugaan penyalahgunaan itu ada hubungannya dengan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif, terutama di lingkup SKPD. Menanggapi dugaan penyalahgunaan itu, Bupati Bahrain Kasuba menjawab diplomatis.  "Untuk di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) cukup baik, khususnya di Inspektorat. Sebab tugas Inspektorat kan pengawasan," katanya. Menurut Bahrain, menyangkut temuan di Inspektorat, dirinya belum mendapat informasi secara valid. "Itu baru isu yang berkembang. Sampai saat ini saya belum mengantongi data yang akurat," akunya.
Ia mengatakan, tim auditor BPK hingga saat ini masih terus melakukan audit. "Jadi itu baru isu yang berkembang, nanti kita lihat karena pemeriksaan masih berjalan hingga 1 April mendatang," ujarnya. Kendati demikian, Bahrain menegaskan, jika dari hasil audit nanti dugaan SPPD fiktif di Inspektorat terbukti benar, maka dirinya mempersilakan penegak hukum untuk menindaklanjuti. "Kita serahkan ke BPK, nanti kita lihat di ranah hukumnya," katanya.
Menyikapi persoalan ini, Slamet AK selaku Inspektur (Kepala Inspektorat) membantah adanya informasi tersebut. Bahkan dengan nada terbata-bata, Slamet mengatakan, hingga saat ini audit masih dilakukan tim BPK. "Sementara ini baru pemeriksan pendahuluan atau Tentative Audit Objective (TAO) yang bersifat sementara. Nanti ada audit rincinya," kata Slamet. Lanjutnya, temuan baru bisa diketahui setelah ada audit secara mendetail dari BPK. "Nanti di pemeriksaan terperinci baru diketahui, temuannya berapa, jadi untuk sekarang belum ada temuan. Kalaupun ada di SKPD-SKPD, maka akan ditindaklanjuti, tentu dengan pengembalian misalnya," tambahnya. Karena itu, dirinya meminta agar informasi ini, jangan dulu diberitakan media. "Saya juga kaget sudah diketahui Bupati, kalau sampai begini, terus kerjaan kami di Inspektorat itu apa, kan begitu. jadi saya mohon, tolonglah saya juga agak sedikit berbeda  begitu. Saya juga dari jauh, tolong jaga nama baik saya," tutup Slamet. (aji/lex)

 

Share
Berita Terkait

Lahir di Tengah Gempa

24/07/2019, 14:21 WIT

Video Mesum Siswi SMP Tersebar

12/01/2019, 11:46 WIT

Mahasiswi Tewas Saat Memotret

06/03/2018, 12:01 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan