Jumat, 06 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / / Dua Bayi Alami Gizi Buruk

Dua Bayi Alami Gizi Buruk

Diposting pada 19/03/2019, 12:17 WIT
DIRAWAT: Saina menemani perawatan anaknya Rafka Katili di RSUD Sanana. ft ikram/malut post
DIRAWAT: Saina menemani perawatan anaknya Rafka Katili di RSUD Sanana. ft ikram/malut post

SANANA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanana Kepulauan Sula (Kepsul), saat ini menangani dua bayi penderita gizi buruk.
Yakni Rafka Katili, 4 bulan asal Desa Ona Kecamatan Sulabesi Barat dan Surahman Soamole 10 bulan asal Desa Waiman Kecamatan Sulabesi Tengah. Keduanya menjalani perawan intensif di ruang anak. Rafka baru dirawat dua minggu, sedangkan Surahman sudah lebih dari satu bulan. Minggu (17/3) Rafka mendapat transfusi darah karena hemaglobin-nya turun.
Kepada Malut Post, ibu Rafka, Saina Samad mengatakan buah cintanya dengan Samsul Katili baru terindikasi gizi buruk pada usia dua bulan. Padahal saat lahir kondisinya normal. Mengetahui kondisi fisik anaknya tidak normal, dirinya  membawa ke puskesmas sebelum dirujuk ke RSUD Sanana. ”Sempat dirawat juga di puskesmas tapi tidak lama langsung dirujuk ke sini,” katanya. Ibu Surahman Soamole, Rosna mengatakan, anaknya lahir normal namun kemudian kondisi fisiknya berubah, berat badan turun. “Saya bawa ke puskesmas, namun dirujuk ke RSUD Sanana,” jelas Rosna, yang diamini suaminya Suradi Soamole.
Dokter yang menangani kedua pasien  dr Desmansyah Sp.A menuturkan, kedua bayi tersebut mendapat perhatian khusus dari rumah sakit. Namun kendala yang mereka hadapi, di Kepsul susu  bayi di bawah satu tahun sulit dicari. “Kalau di Sula paling banyak di atas satu tahun,” akunya.
Dia menambahkan salah satu dari bayi tersebut kondisinya cukup parah, karena sudah terinfeksi TBC dan mengalami gangguan anatomi.  ”Kita belum bisa mengatakan kondisi pasien sudah sedikit normal, karena ada penyakit bawaan sehingga penanganannya bisa makan berbulan-bulan,” papar dokter spesial anak tersebut.  penanganan akan dilakukan hingga berat mereka berada di atas lima kilogram.
Terkait faktor penyebab, menurut Desrmansyah ada banyak faktor salah satunya adalah kondisi ekonomi dan keluarga. Namun untuk penderita di Sula, lebih pada faktor pengetahuan tentang gizi dan perkembangan anak yang rendah, sehingga menyebabkan anak mereka kurang gizi. ”Dan penyebab yang ketiga adalah faktor medis Di Sula penyebabnya karena  faktor ekonomi sangat kecil,” ujarnya.
Direktur RSUD Sanana dr. Ivan Sangadji menuturkan, setiap tahun mereka selalu menangani pasien gizi buruk. Tahun lalu mereka menangani lebih dari dua penderita gizi buruk. “Tahun 2012 kami pernah menangani pasien gizi buruk dari Desa Kou Mangoli Timur. Sepanjang 2014 sampai 2019 ini juga ada,” tutur Ivan. Dia berharap  ini menjadi perhatian Pemkab Kepsul. Sementara itu Bupati Hendrata Thes bersama istri Hong Fince Hongarta sudah mengunjungi kedua pasien. (ikh/onk).

Share
Berita Terkait

Tiga Pejabat Dicopot

22/02/2018, 11:59 WIT

Prabowo-Sandi Unggul di Lapas Sanana

18/04/2019, 12:56 WIT

Ayah Hamili Anak Kandung

28/11/2018, 12:32 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan