Kamis, 23 Mei 2019

 Headline
MALUT POST / NASIONAL / Prabowo-Sandi Kuasai Indonesia Timur

Prabowo-Sandi Kuasai Indonesia Timur

Diposting pada 21/03/2019, 12:32 WIT
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno

MAKASSAR – Lembaga survei Mindset Riset dan Konsultan Indonesia (MRKI) merilis hasil survei terkait elektabilitas calon presiden 2019. Hasil riset menunjukkan, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dinyatakan unggul atas pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di wilayah Indonesia Timur satu bulan jelang pemungutan suara. Maluku Utara memberikan kontribusi suara yang terbilang signifikan atas keunggulan Prabowo-Sandi.
Dalam rilis hasil survei yang diterima Malut Post, terdapat selisih 6,6 persen suara kedua paslon. “Jika Pemilu diadakan hari ini, hasilnya Jokowi-Ma’ruf 42 persen dan Prabowo-Sandiaga 48,6 persen. Terdapat 9,4 persen yang belum menentukan pilihan,” kata Direktur MRKI Andi Adri Agus. 68 persen responden juga mengaku pilihannya sudah mantap, sementara 20,3 persen menyatakan masih mungkin berubah.
Survei MRKI merangkum jajak pendapat di 12 provinsi di kawasan timur Indonesia. Jokowi-Ma’ruf tercatat unggul di Sulawesi Barat (42 persen), Sulawesi Utara (48 persen), Nusa Tenggara Timur (49 persen), Maluku (42,6 persen), Papua (36 persen), dan Papua Barat (39,6 persen). Sementara Prabowo-Sandi unggul di Sulawesi Selatan (47,3 persen), Sulawesi Tenggara (42,4 persen), Gorontalo (43 persen), Sulawesi Tengah (41 persen), Nusa Tenggara Barat (41 persen), dan Maluku Utara (46 persen).
Di Sulsel, Jokowi-Ma’ruf mendapat 39,8 persen suara. Di Sulbar, Prabowo-Sandi mengantongi 36 persen suara. Sementara di Sultra, Jokowi-Ma’ruf mendapat 37,6 persen suara dan di Sulteng 39,6 persen suara.
Lalu di Sulut, Prabowo-Sandi mendapat 39,6 persen suara. Sedangkan di Gorontalo Jokowi-Ma’ruf mengantongi 40,6 persen suara. Di NTT, paslon nomor urut 02 mendapat 38,7 persen suara. Sementara di NTB paslon nomor urut 01 mengantongi 39 persen suara.
Disusul Maluku dimana Prabowo-Sandi mengantongi 38,1 persen suara. Sementara di Malut calon petahana mendapat 38,4 persen suara. Lalu di Papua dan Papua Barat, Prabowo-Sandi kembali mendapat masing-masing 34 dan 36,3 persen suara.
Survei MRKI digelar pada 27 Februari sampai 12 Maret 2019. Ada 1.200 responden yang dilibatkan di 12 provinsi. Responden tersebar di seluruh desa atau kelurahan dengan komposisi yang sama antara laki-laki dan perempuan.
Survei tersebut menggunakan metodologi stratified multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,8 persen. Survei yang diklaim independen ini disebut sebagai pembanding atas beragam survei yang lebih dulu terkuak di publik. “Kami memilih 12 provinsi karena sudah banyak lembaga yang melakukan survei secara nasional. Zona timur juga merupakan wilayah yang dilirik kedua kubu capres sebagai target pembangunan,” ucap Andi dilansir dari Viva.co.id.
Survei MRKI juga memuat sejumlah opini publik seputar Pilpres 2019. 92 persen responden telah mengetahui bahwa pemungutan suara digelar pada 17 April 2019. Sebanyak 93 persen di antara mereka juga menyatakan akan menyalurkan hak pilih dan ada 4 persen responden yang memastikan bakal golput alias tidak menyalurkan hak pilihnya.
Meski begitu, masyarakat belum sepenuhnya tahu rencana para calon presiden jika kelak terpilih. Sebab hanya 35 persen responden yang tahu tentang visi dan misi masing-masing calon. Sedangkan sisanya hanya sebatas tahu sosok mereka.
Menurut survei MRKI, Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi sama-sama memiliki basis suara di kawasan Indonesia bagian timur. Hal itu terlihat dari tingkat elektabilitas mereka yang sama-sama unggul di enam provinsi. Namun patut diketahui bahwa tingkat suara mengambang masih cukup besar di atas sepuluh persen. “Potret ini kemungkinan masih akan berubah dalam 30 hari ke depan sebelum pemilihan,” ucap Adri.
Sementara berdasarkan kategori profesi atau status pekerjaan pemilih, kedua pasangan kandidat berebut pemilih pada beberapa kluster profesi yang cukup banyak atau berpengaruh. Kelompok nelayan/petani sebagai kluster profesi pemilih terbesar Prabowo-Sandi mendapat 43,7 persen suara, unggul dibanding Jokowi-Ma’ruf yang mendapat 38,6 persen. Pada kluster buruh/tukang kayu Jokowi-Ma’ruf mendapat 41 persen, lebih unggul dibandingkan Prabowo-Sandi sebesar 39,5 persen. Sedangkan pada kalangan pedagang kecil, Prabowo-Sandi kembali unggul dengan perolehan 48 persen suara dibanding Jokowi-Ma’ruf sebanyak 39,6 persen.
Lalu pada kluster pengusaha Jokowi-Ma’ruf (51 persen) lebih unggul dibandingkan Prabowo-Sandi (46 persen). Kalangan PNS/Pensiun, Prabowo-Sandi (46 persen) Lebih unggul dibandingkan Jokowi-Ma’ruf (36,8 persen). Pada kalangan Ibu Rumah Tangga  sebagai kluster yang berpengaruh, Prabowo-Sandi (49,6 persen) unggul lagi dibandingkan Jokowi-Ma’ruf (32 persen). Kelompok tidak bekerja, Prabowo-Sandi (56 persen) lebih unggul dibandingkan Jokowi-Ma,ruf (34 persen). Kemudian di kalangan mahasiswa, Prabowo-Sandi (48,7 persen) lebih unggul dibandingkan Jokowi-Ma,ruf (38,9 persen).

Kawal Ketat
Ketua Koalisi Partai Pemenangan Prabowo-Sandi Malut Wahda Z. Imam yang dikonfirmasi soal survei MRKI menyatakan, hasil survei tersebut menunjukkan mayoritas masyarakat menginginkan adanya pergantian presiden. Pasalnya, selama lima tahun memimpin, program infrastruktur Jokowi yang digembar-gemborkan tidak terlalu tampak manfaatnya di wilayah timur Indonesia. “Pembangunan jalan hanya berada di Pulau Jawa, bahkan itu juga jalan tol yang tidak bisa dinikmati masyarakat bawah,” ungkapnya, Rabu (20/3).
Selain itu, persoalan ekonomi menjadi masalah yang sangat dirasakan masyarakat. Di Malut misalnya, kata Wahda, soal harga kopra yang terus anjlok membuat pendapatan masyarakat kian merosot. Sementara tuntutan kebutuhan keluarga makin tinggi, belum lagi harga bahan pokok yang serba mahal dan kebutuhan anak sekolah. "Selain masalah kopra, Malut memiliki masalah tenaga kerja. Banyaknya perusahaan tambang dibangun, namun menguntungkan orang asing, bukan masyarakat pribumi," terang Ketua Komisi I DPRD Malut itu.
Wahda mengklaim, kemenangan Prabowo-Sandi di Malut bisa mencapai 64 persen. Hanya saja yang perlu diantisipasi adalah jangan sampai pihak-pihak yang berkuasa turut main. Karena itu, pihaknya saat ini memperbanyak relawan dan saksi. “Jumlah relawan yang terbentuk kurang lebih 20 kelompok relawan, sementara saksi sebanyak 10 ribu orang. Kami percaya dan yakin bahwa KPU akan tetap netral untuk mengawal suara rakyat," tukasnya.(udy/viv/kai)

Share
Berita Terkait

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan