Sabtu, 14 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / / Dugaan Pencucian Uang Rumah Adat Mencuat

Dugaan Pencucian Uang Rumah Adat Mencuat

Diposting pada 28/03/2019, 12:15 WIT
Abdul Kader Bubu
Abdul Kader Bubu

LABUHA - Alokasi anggaran pembangunan rumah adat di tahun 2018 menuai reaksi dari berbagai kalangan, termasuk akademisi hukum, Universitas Khairun (Unkhair). Abdul Kader Bubu, dosen hukum Unkhair, mengatakan pembangunan rumah adat yang sudah selesai pada tahun anggaran 2017, namun diakomodir kembali pada tahun anggaran 2018, patut dicurigai. Sebab menurutnya, pembangunan rumah adat yang dibebankan ke sejumlah SKPD dan dikerjakan secara keroyokan, telah selesai di tahun 2018. Karena itu, dirinya juga ikut mempertanyakan peruntukan anggaran rumah adat yang dialokasikan dalam batang tubuh APBD 2018.
"Kan proyeknya sudah selesai 2017 lalu. Pertanyaannya, kenapa dianggarkan lagi di tahun 2018. Ini patut dicurigai. Lalu anggaran di 2018 itu digunakan untuk apa," tanya Dade, panggilan akrabnya.
Menurut Dade, persoalan ini diduga adanya upaya money laundry atau pencucian uang yang dilakukan Pemkab Halsel. Dugaan dari pernyataan Dade ini bukan tanpa alasan, melainkan menanggapi pernyataan bendahara Dinas Perumahan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Disperkim-LH), Lukman Lugia, melalui media, beberapa waktu lalu. Sebagimana dalam pernyataan Lugia, hingga saat ini, tidak ada pencairan dari anggaran pembangunan rumah adat tahun anggaran 2018.
"Ini berarti ada modus. Kalau sudah dianggarkan dalam APBD berarti uangnya ada tapi disimpan. Simpannya pasti di Bank. Bisa jadi, bunganya saja yang diambil. Kalau demikian, berarti ada indikasi money laundry," ungkapnya. "Ini harus ditelusuri pihak penegak hukum, sehingga bisa jelas anggarannya digunakan untuk apa," sarannya.
Menanggapi ini, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Labuha, Christian Carel Ratuanik, saat dimintai tanggapan, berjanji, jika dalam waktu dekat bakal mengerahkan tim untuk melaksanakan Pengumpulan Bahan dan Keterangan (Pulbaket) untuk upaya penyelidikan. "Dalam waktu dekat, kami akan melakukan Pulbaket dan Puldata terlebih dahulu," singkatnya. (aji/yun).

Share
Berita Terkait

Lahir di Tengah Gempa

24/07/2019, 14:21 WIT

Video Mesum Siswi SMP Tersebar

12/01/2019, 11:46 WIT

Mahasiswi Tewas Saat Memotret

06/03/2018, 12:01 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan