Senin, 17 Juni 2019

 Headline
MALUT POST / / Empat ASN Terancam Hukuman Berat

Empat ASN Terancam Hukuman Berat

Diposting pada 29/03/2019, 14:13 WIT
HUKUM: Penyerahan berkas dari tim Gakkumdu ke Bawaslu.
HUKUM: Penyerahan berkas dari tim Gakkumdu ke Bawaslu.

TIDORE –Nasib ke empat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan (Tikep) di ujung tanduk. Pasalnya, ke empat ASN yang terlibat dalam  kampanye terbatas salah satu calon legislatif (Caleg) beberapa waktu lalu, kini telah dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan oleh tim Gakkumdu Tikep. Kamis (28/3) kemarin, tim Gakkumdu yang terdiri dari Bawaslu Tikep, Polres Tikep, dan Kejari Tikep telah melakukan rapat dan telah disepakati bersama untuk dinaikkan ke penyidikan.

Koordinator Gakkumdu Tikep, Iptu Dwi Gastimur Wanto menjelaskan bahwa berdasarkan rapat dari tim Gakkumdu terkait keterlibatan ke empat ASN pada kampanye terbatas Caleg PDI-P Daud Suleman beberapa waktu lalu, maka kasus tersebut resmi dinaikkan ke tahap penyidikan. Artinya, berdasarkan bukti temuan maupun klarifikasi, kasus tersebut mengarah ke pelanggaran pidana Pemilu. Meski demikian, keterlibatan mereka sejauh mana, pihaknya belum bisa memastikannya. Tidak hanya keempat ASN, nasib salah satu Caleg PDIP ini juga diujung tanduk.

Menurut Koordinator Gakkumdu yang juga Kasat Reskrim Polres Tikep ini bahwa, ada dua kasus dalam masalah ini, yakni kasus yang melibatkan Caleg dengan pasal 493 dan kasus yang melibatkan ASN di pasal 494 UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Dalam pasal 493 UU Pemilu menerangkan bahwa setiap pelaksana dan/atau tim kampanye Pemilu yang melanggar larangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 280 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp 12.000.000.

Sementara untuk Pasal 494 menerangkan bahwa setiap aparatur sipil negara, TNI/Polri, kepala desa, perangkat desa, dan/atau anggota badan permusyawaratan desa yang melanggar larangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 280 ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah).”Nanti kita apakah semuanya terlibat menurut ahli atau seperti apa, nanti kita pendapat ahli. Kita tidak bisa ngomong berdasarkan klarifikasi,” terangnya.

Lanjutnya, untuk bukti yang saat ini tengah dikumpulkan yakni keterangan saksi, bukti foto maupun video, dan keterangan klarifikasi ke Sekretaris Kota (Sekkot) terkait empat ASN tersebut. Pihaknya juga tengah memeriksa 14 saksi.

Sekadar diketahui, kasus pelanggaran Pemilu yang melibatkan empat ASN ini terjadi pada Sabtu (9/3) malam lalu. Saat itu ke empat ASN yang diketahui bernama Ridwan M. Ali, Halil barakati, Pardi M. Ali, dan Samsul Failisa mengikuti kampanye terbatas atau sosialisasi Caleg dari PDIP atas nama Daud Soleman di salah satu rumah di Kelurahan Tuguwaji, Kecamatan Tidore. Pertemuan itu dibuntuti pihak Panwascam Tidore, lalu menyerahkan ke Bawaslu untuk ditindaklanjuti sebagai temuan. (tr-03/lex)

Share
Berita Terkait

Sultan Tidore Apresiasi Rizal Ramli

05/04/2018, 12:36 WIT

Tak Terima, Yaser Marah

10/10/2018, 11:34 WIT

Tuan Rumah KKN Kebangsaan

19/02/2019, 09:25 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan