Senin, 09 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / HUKUM / Satu Lagi Tersangka Ditangkap

Satu Lagi Tersangka Ditangkap

Diposting pada 30/03/2019, 13:05 WIT
HUKUM BERAT: Tersangka Greis (kaca mata) ketika digiring ke Mapolda.
HUKUM BERAT: Tersangka Greis (kaca mata) ketika digiring ke Mapolda.

TERNATE - GD alias Greis, tersangka pemalsuan dan penipuan kegiatan dari Yayasan Barokah Surya Nusantara (YBSN) di kabupaten Morotai akhirnya tiba di Polda Malut, kemarin (29/3).

 

Tersangka yang tiba menggunakan maskapai penerbangan Batik Air itu didampingi penasehat hukumnya dan tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda dan penyidik Polres Morotai.

Setibanya di Bandara Babullah Ternate sekitar pukul 16.00, tersangka langsung dibawa menuju ke kantor Ditreskrimum Polda untuk menjalani pemeriksaan.

Kabid Humas Polda Malut, AKBP Hendri Badar mengatakan, kehadiran tersangka YBSN Morotai tersebut langsung diamankan di kantor Ditreskrimum Polda Malut untuk dimintai keterangan dengan status tersangka.

“Penyidik masih akan melakukan pendalaman untuk mencocokkan dengan keterangan saksi maupun barang bukti yang lain,” katanya. Hendri menegaskan, dengan kehadiran tersangka Greis dari Morotai itu maka semua kasus yang sempat menjadi sorotan masyarakat Malut terselesaikan baik di Morotai, Ternate dan Tidore.

“Semua kasus GMDM baik Tidore-Ternate dan YBSN di Mortai yang ditangani Polda sudah tuntas,” ujarnya. Sementara, Wilson Koling, penasehat hukum tersangka mengatakan, dirinya mewakili klien-nya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Maluku Utara atas insiden yang terjadi beberapa waktu lalu. Namun, terkait dengan salah atau benar penyelenggaraan karnaval tersebut, dirinya menyerahkan proses hukum itu sepenuhnya ke Pengadilan.

“Tiga tersangka yakni Greis (YBSN), Endang (GMDM) dan Grace Liem (GMDM) adalah klien kami, dan kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat Malut, kami berharap Maluku Utara tetap aman dan damai. Kami biarkan proses hukum tetap berjalan,” katanya saat ditemui di kantor Ditreskrimum Polda.

Wilson menjelaskan, menurut keterangan ketiga kliennya itu, penyelenggaraan kegiatan itu berbanding terbalik dengan isu yang berkembang, baik melalui berita media massa maupun media sosial lainnya. Sebab, bagi kliennya, mungkin ada pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab yang membawa simbol-simbol tertentu dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Penyelenggaraan kegiatan di Tidore dan Ternate, simbol-simbol tersebut tidak terlalu nampak, namun simbol yang nampak itu saat kegiatan tersebut dilaksanakan di Morotai.

“Soal terompet dan simbol lain itu, kata klien kami, mereka sama sekali tidak tahu tentang itu. Kalau bendera roti hidup itu pemakaian atau konsumsi sendiri dan bukan dipublikasi. Karena dalam keyakinan agama mereka, ada roti hidup dan bisa dibawa kemana-mana,” ujarnya.

Ia menambahkan, bila dilihat dari esensi kegiatan tersebut, semestinya simbol-simbol tersebut tidak disertakan. Karena acara yang dilakukan itu tentang sosialisasi bahaya narkoba dan seks bebas.
Berdasarkan keterangan kliennya yakni tersangka Greis, terompet yang disertakan dalam karnaval di Morotai itu kemungkinan dibawa peserta untuk digunakan dalam karnaval tersebut.

“Maksud pihak ke tiga disini adalah mungkin ada oknum pribadi yang membawa simbol-simbol dari rumah ke acara tersebut,” jelasnya. Wilson juga mengungkapkan terkait alamat dan struktur kepengurusan dalam YBSN. Sesuai keterangan kliennya, akta perubahan ketua dalam kepengurusan YBSN itu telah jatuh kepada kliennya yaitu Greis dan YBSN itu juga memiliki akta pendirian.

“Ketika terjadi perubahan ketua itu, mereka ini belum punya kantor. Melalui Stefanus, mereka pinjaman pakai ruko. Saat kepolisian lakukan penyelidikan dan menemukan alamat itu tidak terdaftar bahkan ruko pinjaman pakai itu tidak tahu ibu Greis karena Anggaran Dasar yang lama itu bukan atas nama ibu Greis.

Wilson juga membeberkan, kedatangan rombongan YBSN dan GMDM itu bukan atas undangan orang lain melainkan murni dari kegiatan sendiri. “Saya perlu tekankan bahwa, Pasal yang disangkakan itu bukan tentang agama tertentu melainkan tentang pemalsuan dan penipuan. Untuk itu, saya mengajak agar mari kita sama-sama menjaga Malut tetap aman dan damai,” tandasnya. (cr-04/lex)

 

Share
Berita Terkait

Pelaku Pembaptisan Massal Ditangkap

04/03/2019, 14:26 WIT

Player CV Ubay Jaya Ditahan

08/03/2018, 13:02 WIT

Dana Ratusan Miliar Menguap

09/03/2018, 12:54 WIT

TKW Tewas Jatuh Saat Berusaha Kabur

07/09/2019, 12:18 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan