Senin, 19 Agustus 2019

 Headline
MALUT POST / HUKUM / Kampanye di Malut Paling Rawan

Kampanye di Malut Paling Rawan

Diposting pada 30/03/2019, 13:16 WIT
Brigjen Pol Dedi Prasetyo
Brigjen Pol Dedi Prasetyo

TERNATE – Polri kembali merilis indeks potensi kerawanan Pemilu (IKP) 2019. Kali ini, Maluku Utara justru menjadi daerah paling rawan pada tahapan kampanye terbuka. Kepolisian Malut dibantu TNI pun menerjunkan 1.700 personel untuk melakukan pengamanan selama masa kampanye.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, setelah kembali melakukan maping dan profiling terdapat beberapa wilayah yang mengalami peningkatan kerawanan, perubahan terjadi baik di tingkat kabutan kota maupun provinsi. Daerah paling rawan sebelumnya terletak di Papua kini bergeser ke Malut. Sedangkan di tingkat kabupaten/kota, DKI Jakarta mendominasi. "Maluku Utara tertinggi potensi kerawanannya," katanya di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (29/3).

Dia menjelaskan, sejumlah daerah dengan IKP di posisi selanjutnya berturut-turut adalah Papua, Aceh, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Papua Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Utara. Kesepuluh wilayah itu pun kini menjadi daerah yang diprioritaskan pengamanan polisi. Dedi menyebut sebelum tahapan kampanye terbuka ini, Papua tercatat menempati urutan pertama daerah rawan.

Sementara di tingkat kabupaten/kota saat ini, daerah paling rawan yakni Tangerang Selatan, Jakarta Utara, Pidie Jaya, Banggai, Donggala, Jakarta Barat, Mentawai, Kabupaten Tanah Datar, Jakarta Timur dan D.I. Yogyakarta. Wilayah DKI Jakarta, menurut dia, saat ini masuk ke dalam kategori cukup rawan. "Dinamika di Pulau Jawa, khususnya di Jakarta, cukup tinggi," ujar Dedi dilansir dari INews.id.

Padahal sebelum masa kampanye terbuka, Jakarta tidak terkategori rawan. "Sebelum masa kampanye terbuka, Jakarta hampir nggak ada (kerawanan), sekarang kerawanan justru didominasi di wilayan Jakarta," katanya.

Dia mengatakan, jika sebelumnya Jogja dan dan Solo masuk daerah dengan kerawanan politik tinggi namun pada saat ini hal itu dapat ditekan. "Dulu masuk dalam kategori rawan, sudah berhasil menekan potensi rawan. Indeksnya menurun. Dinamikanya berkembang lagi, khususnya dari Jakarta. Tentu akan mempersiapkan langkah strategis, juga segala potensi," tutur Dedi.

Polri pun terus melakukan pemetaan dan identifikasi daerah-daerah rawan jelang Pemilu April 2019.

130 Indikator
Terpisah, Kapolda Malut Brigadir Jenderal Polisi Suroto menjelaskan, dalam pendataan IKP kemarin, Malut ketika itu diminta data kuesioner yang didalamnya termuat beberapa dimensi, variabel dan indikator. Antara lain terkait penyelenggara pemilu yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu, juga peran partai politik dan peran masyarakat. “Itu diminta data tentang bagaimana pelaksanaan pemilu-pemilu maupun pilkada sebelumnya. Misalnya untuk dimensi penyelenggara, adakah keberpihakan ke salah satu pihak, termasuk apakah ada pernah terjadi konflik-konflik sebelumnya. Malut ini kan ada konflik seperti ada protes, bahkan ada PSU,” jelasnya malam tadi saat ditemui di Royal’s Restaurant.

Dalam kuesioner tersebut juga dilihat aspek geografis dan keamanannya. Lanjut Kapolda, Malut adalah daerah kepulauan. Kondisi itu termasuk kerawanan-kerawanan yang berkaitan dengan penyelenggaraan. “Terus apakah ada politik uang apa gak,” sambungnya.

Jenderal bintang satu itu menyebutkan, dalam kuesioner tersebut terdapat 7 dimensi, 22 variabel dan 130 indikator. Data-data yang diisi dalam kuesioner langsung direkap sehingga Malut berada pada posisi yang paling tinggi potensi kerawanannya.

Sebagai tindak lanjut, kapolda telah menginstruksikan para Kapolres di jajarannya untuk menginventarisir masing-masing daerah terkait indikator-indikator kerawanan tersebut serta antisipasi yang dilakukan. Misalnya yang berkaitan dengan karakteristik masyarakat dan fanatisme para pendukung. Hal tersebut yang akan diantisipasi dalam tahapan kampanye. “Misalnya, pendukung ini basisnya dimana atau daerah itu pro atau kontra. Itu yang perlu diantisipasi. Minimal jalur pergerakan massa itu harus kami perhitungkan. Kalau terkait penyelenggara maka kami kontrol terus pelaksanaannya. Jadi kerawanan di Malut bukan soal konfliknya saja. Ada 130 indikator yang mengatakan itu potensi kerawanan,” bebernya.

Mantan Karopsi SSDM Polri itu menyatakan, pengamanan terhadap kampanye terbuka yang pertama diperhatikan adalah jadwal kampanye. Untuk itu, masing-masing partai dan calon ditempatkan //liaison officer// (LO). Dengan begitu, apabila ada rencana kampanye maka pihak kepolisian lebih mengetahui sejak awal agar bisa diantisipasi.

Dalam tahap kampanye, Polda yang dibantu TNI menerjunkan 1.700 personel untuk pengamanan. “Ini perlu kerja sama antara aparat keamanan, pendukung calon dan partai yang menjalankan kampanye,” kata Kapolda.

Jenderal yang berpengalaman dalam bidang reserse itu mengimbau agar tidak memaknai pemilu dengan adu kekuatan atau pertarungan dua kelompok yang berkompetisi. Pemilu harus dimaknai sebagai pesta demokrasi yang dilakukan sekali dalam 5 tahun untuk memilih pemimpin nasional dan memilih calon wakil rakyat.

Dalam pemilu ini, sambung Suroto, rakyat yang berdaulat karena yang diperebutkan adalah suara rakyat. Untuk itu, jangan sampai rakyat jadi berkelahi karenanya. “Tentunya yang kami harapkan adalah kedewasaan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara Ketua Bawaslu Malut Muksin Amrin menuturkan, IKP yang digunakan Polri berbeda dengan IKP milik Bawaslu. IKP Bawaslu sendiri menempatkan Malut pada tingkat kerawanan sedang. “Indikatornya dari tiga aspek yakni kontestasi, partisipasi dan penyelenggara. Kalau indikator dari Polri, kami tidak tahu dan kerawanan yang dirilis oleh mereka itu terkait apa dulu,” kata dia saat dikonfirmasi kemarin.

Dia menambahkan, pihaknya bekerja berdasarkan IKP Bawaslu. “Sementara (IKP) Polri hanya (sebagai) data sanding saja. Sebagai bagian dari langkah pencegahan,” pungkasnya.(cr-04/mg-01/ins/kai)

Daerah Paling Rawan Pemilu

PROVINSI:
Malut
Papua
Aceh
NTB
Sulbar
Sulteng
Papua Barat
DKI Jakarta
Kalteng
Kaltara

KAB/KOTA
Tangerang Selatan
Jakarta Utara
Pidie Jaya
Banggai
Donggala
Jakarta Barat
Mentawai
Tanah Datar
Jakarta Timur
D.I. Yogyakarta

SUMBER: IKP Polri 2019

Share
Berita Terkait

Pelaku Pembaptisan Massal Ditangkap

04/03/2019, 14:26 WIT

Player CV Ubay Jaya Ditahan

08/03/2018, 13:02 WIT

Dana Ratusan Miliar Menguap

09/03/2018, 12:54 WIT

Ayah Perkosa Anak Kandung

15/02/2018, 09:18 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan