Senin, 09 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / / Desain Baliho Pemkab Morotai Disoal

Desain Baliho Pemkab Morotai Disoal

Diposting pada 01/04/2019, 11:54 WIT
TABRAK ATURAN: Desain baliho yang dianggap melanggar undang-undang.
TABRAK ATURAN: Desain baliho yang dianggap melanggar undang-undang.

DARUBA - Baliho ucapan selamat datang kepada duta besar Amerika Serikat (AS) yang berkunjung ke Morotai hari ini (1/4) hingga Rabu (3/4), disoal.
Baliho tersebut disebut melanggar UU Nomor 24 Tahun 2009 terkait, Bendera, Bahasa, Lambang Negara dan Lagu Kebangsaan. Desainnya yang menggabungkan bendera Indonesia dan AS, dipersoalkan warga. Yang dianggap bertanggung jawab adalah Staf Khusus Bupati bagian Hubungan Kerja Sama antar Lembaga Tingkat Nasional maupun Internasional Firman Laduane, staf khusus Bidang Sosial Budaya dan Revolusi Mental, Zulham,  dan Kabag Humas Arafik M Rahman yang memosting baliho tersebut di akun facebook-nya. Zulham dan Firman juga memposting di akun facebook milik mereka.

Ketua Lembaga Investigasi Nasional (LIN) Pulau Morotai, Sarman Sibua menyoal baliho tersebut.  “Seharusnya pasang foto dubes AS juga, yang terlihat itu hanya foto pejabat Pemda. Bendera AS juga tersambung dengan merah putih, lalu posisi Sekkab Muhammad Kharie dan Wakil Bupati Asrun Padoma berada di sisi bendera AS.  Desainnya yang menyambung bendera RI dengan AS, merupakan bentuk pelecehan terhadap lambang negara. Dia menjelaskan UU Nomor 24 Tahun 2009 pasal 57 terkait larangan terhadap perlakuan bendera. Isinya setiap orang dilarang mencoret, menulisi, menggambari, atau membuat rusak Lambang Negara dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Lambang Negara.

Pasal 24 b atau c atau d atau 3 jo Pasal 67, ditegaskan setiap orang dilarang  memakai bendera Negara untuk reklame atau iklan komersial, mengibarkan bendera negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam. Selain itu juga dilarang  mencetak, menyulam, dan menulis huruf, angka, gambar atau tanda lain dan memasang lencana atau benda apapun pada Bendera Negara. Terakhir, memakai bendera negara untuk langit-langit, atap, pembungkus barang, dan tutup barang yang dapat menurunkan kehormatan bendera Negara. “Ancamannya pidana penjara paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000,” tegasnya.

Pasal 66, ditegaskan setiap orang yang merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan bendera negara sebagaimana dimaksud dalam pasal 24 huruf a, dipidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta. ”Jadi hati-hati jika mendesain iklan ucapan yang berbaur dengan bendera kebanggaan kita, yaitu Indonesia,” tutur Sarman.

Kabag Humas Arafik M Rahman saat dikonfirmasi mengatakan, awalnya desain seperti itu sebagai bentuk penghormatan kepada duta besar dan wujud komitmen pemkab. Namun setelah diposting di facebook menjadi kontroversi dan mereka ditegur. Karena itu desain latarnya kemudian diubah. (cr-02/onk).

 

Share
Berita Terkait

Warga Antusias ke TPS

18/04/2019, 12:43 WIT

Oknum PNS Cabuli 3 Siswa SMP

24/02/2018, 09:57 WIT

Pembentukan Kodim Morotai Kian Dekat

26/09/2018, 09:10 WIT

Diduga Selingkuh, Guru Dianiaya

09/02/2018, 14:08 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan