Rabu, 11 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / AKADEMIKA / Reksadana (Mutual Fund)

Reksadana (Mutual Fund)

Diposting pada 02/04/2019, 09:34 WIT


Kuliah Kuliah Manajemen Keuangan II oleh Rheza Pratama Konoras SE., MM.

Rheza Pratama Konoras SE., MM
Dosen Prodi Manajemen – FEB Khairun

Topik yang dibahas pada edisi kali ini mengenai Reksadana (Mutual Fund) oleh Rheza Pratama Konoras SE., MM. Ini merupakan bagian dari Kuliah Manajemen Keuangan II  untuk mahasiswa Manajemen Unkhair  Semester IV (empat). Berikut sajian materi yang disarikan secara bertutur oleh yang bersangkutan.

Pendahuluan
    Mutual Fuds adalah diversifikasi portofolio saham yang dikelola oleh perusahaan investasi profesional, dan pengelola tersebut mendapatkan sedikt imbalan (management fee) berupa persentase keuntungan. Kumpulan dana yang dikelola itu berasal dari masing-masing investor yang terlibat dalam pembentukan mutual fund, dan bagian untung atau rugi mereka ditentukan oleh besar kecilnya dana investasi yang mereka kumpulkan dalam mutual fund tersebut.

    Namun sebagai catatan yang perlu anda pahami bahwa bagaimanapun cerdasnya seorang manajer mutual fund (reksadana) tetaplah anda dituntut untuk mengerti dan harus memahami persoalan saham dengan berbagai seluk beluknya secara maksimal. Karena seperti kata pakar manajemen keuangan bahwa pemahaman secara maksimal akan menghasilkan kesimpulan secara maksimal, namun pemahaman secara umum akan menghasilkan kesimpulan secara umum. Dalam tulisan ini saya ingin mengajak para pembaca untuk dapat memhami reksadana secara lebih dalam dan realistis.  

1. Defenisi Reksadana
    Kata Reksadana berasal dari istilah Mutual Fund. Fund berarti dana, dan mutual berarti saling menguntungkan. Di Indonesia kemudian dipilih kata “dana” dan “reksa”, kalau digabung danareksa. Jadi dana reksa adalah sebuah perusahaan investasi dengan nama PT. Danareksa.
    Reksadana merupakan salah satu alterntif investasi dalam bidang financial investment. Adapun definisi reksadana adalah sebuah lembaga investasi yang dipakai untuk mereka yang tertarik pada investasi saham dan obligasi namun memiliki kelemahan ilmu dalam bidang financial invesment maka dana tersebut dapat dipercayakan kepada lembaga reksadana untuk dikelola dan diberikan keuntungan sesuai dengan besarnya porsi dana yang setorkan serta mengikuti dan mendatangani persyaratan administrasi sesuai dengan yang diperjanjikan.

2. Pembagian Reksadana
    Menurut Bapepam, Reksadana masih dapat dibedakan atas dasar jenis investasinya menjadi :
? Reksadana pasar uang yang hanya melakukan investasi pada efek bersifat utang dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun;
? Reksadana pendapatan tetap yaitu reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dan aktivanya dalam obligasi dengan bunga tetap, dan bukan pada obligasi yang berbunga mengambang atau floating rate bond.
? Reksadana saham adalah reksadana yang melakukan investasu sekurang-kurangya 80% dari aktiva dalam efek berbentuk ekuitas.
? Reksadana campuran yang melakukan investasi dalam efek bersifat ekuitas dan bersifat utang atau obligasi dengan perbandingan tidak seperti diatas.

3. Tipe Perusahaan Reksadana   
    Reksadana merupakan bagian dari tipe perusahaan investasi. Dimana secara umum ada tiga tipe perusahaan investasinya, yaitu;
a. Pertama open-end fund (reksadana terbuka)
Open-end fund (reksadana terbuka) atau publik lebih mengenalnya dengan sebutan mutual funds adalah suatu kebijakan keputusan yang selalu saja siap untuk menjual saham-saham baru kepada publik dan kemudian membeli kembali saham-saham yang telah beredar di pasaran setiap waktunya pada harga yang sesuai dengan proporsi nilai dari portofolio nya, yang mana dihitung pada setiap penutupan pasar harian. Menurut PSAK No. 49 Standar Akuntansi Keuangan Per 1 Oktober 2004 didefenisikan reksadana terbuka adalah reksadana yang dapat menawarkan dan membeli kembali saham-sahamnya dari pemodal sampai dengan sejumlah modal yang telah dikeluarkan.
b. Kedua Closed-end fund (reksadana tertutup)
Closed-end fund (reksadana tertutup) adalah kegiatannya sama dengan kebanyakan perusahaan lainnya dalam menjula saham, tapi biasanya tidak diiringi dengan kebijakan untuk membeli kembali saham-saham tersebut. Adapun harga per lembar saham untuk tipe closed-end fund ini adalah ditentukan oleh keadaan demand and supply,sehingga ini bisa menyebabkan timbulnya fluktuasi harga atau keadaan yang naik dan turun secara bergelombang di atas nilai asset bersih per saham. Bagi publik jika dibandingkan kedua tipe reksadana tersebut baik yang open-end fund dan closed-end fund maka tipe pertama jauh lebih diminati.
c. Ketiga unit trust (perwalian unit)
Unit trust (perwakilan unit) pada umumnya berinvestasi dalam obligasi, namun berbeda dalam beberapa hal jika dibandingkan dengan open-end fund dan closed-end fund yang berspesialisasi dalam obligasi.

    Ada beberapa manfaat yang akan diperoleh dari investasi di bidang reksadana, yaitu;
1) Tingkat pengembalian yang potensial. Tingkat pengembalian yang diharapkan investor dari investasi pada reksadana adalah:
? Dividen dan atau bunga, yang dapat diterima dari manajer investasi.
? Keuntungan atau capital gain dari peningkatan nilai aktiva bersih.
2) Diversifikasi. Suatu portofolio reksadana terdiri dari berbagai macam efek yang dapat dimiliki oleh investor dengan biaya yang relative sedikit.
3) Pengelolaan secara profesional. Investor tidak perlu melakukan analisa efek karena tugas tersebut sudah dilakukan oleh manajer investasi yang profesional.
4) Likuiditas. Reksadana terbuka sangat likuid karena investor dapat menjual unit miliknya kapan saja kepada manajer investasi.

  Risiko investsi melalui reksadana adalah dalam bentuk jika perusahaan reksadana tersebut tutup atau bangkrut. Maka dana yang kita tempatkan juga akan kehilangan, khususnya pada reksadana tertutup. Ini sebagaimana dikatakan Rusdin, bahwa “Untuk reksadana tertutup, investor tidak dapat menjual investasinya kapan saja ia inginkan, karena penjualannya harus dilakukan di Bursa yang tergantung pada permintaan serta penawaran.”

  Dengan kata lain mereka yang mempercayakan dananya untuk dikelola oleh manajer investasi di reksadana harus memahami benar bagaimana kondisi perusahaan tersebut. Apakah perusahaan tersebut baik dan bersifat profitable atau tidak, serta memiliki kredibilitas di pasar. Salah satu cara melihat suatu perusahaan memiliki nilai kualitas di pasar adalah dari data-data masa lalu yang menunjukan perusahaan tersebut mampu melakukannya, yaitu kepuasan pada mereka yang pernah berinvestasi atau bekerjasama dengan perisahaan reksa dana tersebut.
 
4. Berinvestasi Melalui Reksadana
Memang ada banyak keuntungan berinvestasi melalui mutual fund (reksadana). Dari segi konsep risk management ini dapat dikatakan bentuk investasi yang aman. Artinya bagi anda yang kurang paham tentang jual beli saham maka mutual fund adalah solusi terbaik. Mereka yang memakai fasilitas mutual fund umumnya adalah yang tidak memiliki aktifitas banyak untu terlibat dalam financial investment.

    Financial investment artinya investasi dalam bentuk commercial paper (surat berharga) seperti saham dan obligasi. Seorang manajer reksadanan umumnya berasal dari kelompok orang yang terdidik untuk memahami transaksi comercial paper secara teori dan praktek. Umumnya sebelum ia menjadi seorang manajer reksadanan ia terlebih dahulu menjadi karyawan di sebuah lembaga sekuritas. Dari sana ia belajar teori dan ikut terlibat dalam berbagai keputusan transaksi comercial paper, khususnya keterlibatan dalam transasksi saham.

    Seorang manajer reksadana (mutual fund) cenderung sangat hati-hati ketika akan memutuskan saham mana yang akan ia beli dan juga saham mana yang akan ia jual. Karena dampak keuntungan serta kerugian bukan hanya pada dirinya namun juga pada mereka yang telah menempatkan sejumlah dana disana. Fund Manager yang bagus akan mengambil aksi jual ketika dia tahu penguatan bursa atau sektro tertentu, dan mampu menemukan saham bagus lainnya untuk dibeli. Justru untuk itulah anda memeberi upah (managemen fee) kepada mereka. Lagipula komisi institusional yang harus dibayar mutual funds sangatlah kecil hanya beberapa sen per lembar saham atas setiap jual atau beli.

    Saat seorang memiliki sejumlah dana atau dapat di sebut ia investor. Maka keputusan menempatkan sejumlah dana pada reksadana (mutual funds), harus juga memahami beberapa kesalahan yang biasa terjadi dalam konteks keputusan. Kesalahan paling umum adalah investor baru bersedia membeli mutual fund setelah mutual fund tersebut baru saja mengalami tahun-tahun kejayaannya. Mereka tidak menyadari bukti sejarah bahwa hasil mereka (mutual funds) di tahun-tahun berikutnya (setelah jaya) makin merosot.

    Disisi lain ada beberapa bentuk kesalahan lain yang sering terjadi pada diri investor tersebut dalam hubungannya dengan mutual funds ini. Kesalahan tersebut adalah ;
a. Berharap terlalu tinggi pada manajer reksadana tersebut bahwa ia akan mampu memberi keuntungan tinggi
b. Takut terjadi kerugian
c. Mudah terpancing dan terpengaruh oleh isu-isu atau berita-berita yang tidak bisa dipercaya kebenarnnya.
d. Menurunya kepercayaan kepada manajer reksadana
e. Tidak ikut mempelajari tentang saham dan berbagai jenis commercial paper secara komperhensif.
    Bagi anda yang tertarik untuk memahami saham dan memiliki referensi yang maksimal tentang saham maka keputusan untuk menempatkan dana pada manajer reksadana dapat dianggap sebagai keputusan yang tidak tepat. Perlu anda pahami bahwa belajar dari keselahan adalah lebih baik dari pada tidak pernah melakukan sama sekali.

    Ketika anda meletakan dana pada manajer reksadana maka anda tidak pernah untuk mencoba bermain saham. Ini adalah kesalahan awal sebagai seorang pemain saham. Banyak cerita sukses para pemain saham diawali dengan kegagalan mereka melakukan keputusan-keputusan salah yang menyebabkan mereka mengalami kerugian, namun mereka terus memperbaiki kesalahan tersebut dengan terus belajar. Anda dapat belajar dari berbagai buku teks dan media elektronik lainnya, seperti simulasi pembelian saham. Dan juga bisa berasal dari guru pribadi dalam bentuk pelatihan singkat tentang jual beli saham.

    Dengan pemahaman yang pelan-pelan dan sederhana anda diajak untuk terus menjiwai tentang saham, dan akhirnya anda yang akan mengajarkan orang lain tentang saham. Ini adalah babak baru dalam kehidupan anda sebagai seorang pemain saham. Termasuk mengambil keuntungan dari hasil jual-beli saham tersebut.

    Salah satu strategi untuk menghindari terjadinya kerugian dalam bermain saham maka pahami juga emosional anda, karena dengan memahami karakter diri secara lebih kompleks diharapkan akan dapat memeberikan keputusan yang lebih baik dan akurat. Memang untuk membantu disaat awal anda boleh memakai jasa pihak reksadana namun untuk jangka panjang kiranya tidak tepat jika anda bergantung terus-menerus kepada pihak reksadana. Namun jika anda diposisi mereka yang benar-benar tidak memiliki waktu kosong sedikitpun untuk memperhatikan pergerakan saham di pasar modal, maka memang tepat jika memakai jasa manajer reksadana untuk memperkuat keputusan anda (Tr/04)

 

 

 

Share

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan