Minggu, 08 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / FEATURE / Muchsin Pimpin DMI Malut

Muchsin Pimpin DMI Malut

Diposting pada 08/04/2019, 10:28 WIT
Suasana musyawarah wilayah DMI Malut, di aula kantor BRI, Minggu (7/4).
Suasana musyawarah wilayah DMI Malut, di aula kantor BRI, Minggu (7/4).

TERNATE – Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Malut resmi terbentuk. Pembentukan itu ditandai dengan Musyawarah Wilayah (Muswil) yang digelar, di aula kantor BRI, Minggu (7/4).
    Muswil dihadiri langsung Ketua DMI Pusat, Drs. H. Khusnul Chuluk,  Gubernur Malut, KH. Abdul Gani Kasuba dan sejumlah pemegang mandat DMI pusat. Dalam muswil itu, Muchsin Saleh Abubakar terpilih sebagai Ketua DMI Malut menggantikan Drs. Hi Sulaiman L. Azis.

    Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba dalam sambutannya mengatakan, kehadiran DMI Malut yang sebelumnya sempat vakum, diharapkan dapat mengelola
masjid di Malut menjadi bersih dan tertata. Ke depan, Pemprov Malut akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5 miliar untuk pembangunan MCK di masjid yang belum ada. "Kebersihan dan pengelolaan masjid ke depannya menjadi penting. Karena itu, dengan anggaran yang ada, bisa memantapkan pengelolaan masjid, termasuk memproteksi aliran-aliran sesat yang dapat memecah umat,” tandas gubernur.

    Gubernur juga berharap, kehadiran DMI, bisa mempersatukan dan mengawasi seluruh pengurus masjid di Malut. "Ini penting sehingga seluruh pengurus dan umat, bisa diberdayakan sebagai sarana dalam ibadah rutin serta kegiatan sosial dan kemanusiaan," harap Gubernur AGK.

    Ketua DMI Pusat, Drs. H. Khusnul Chuluk,  dalam sambutannya, berjanji untuk menunjang fasilitas masjid di Malut, terutama menyangkut pengadaan sound sistem masjid. "Ini juga penting, agar sarana mobile sound sistem dan operasional lainnya ikut mendukung seluruh masjid di Malut," tandasnya.

    Dia juga berharap, DMI Malut periode 2019-2024, bisa mewarnai dan mengkonsolidasikan umat untuk selalu menjadikan masjid sebagai sarana pengembangan dan pemberdayaan umat.
    Sementara ketua DMI Malut terpilih Muchsin Saleh Abubakar
berjanji untuk memegang teguh, amanat yang telah diberikan. Dia juga akan membentuk tim 7 untuk menyusun program kerja DMI Malut
"Salah satunya yakni program masjid ramah anak dan ramah disabilitas. Untuk disabilitas, kita akan menyediakan kursi roda bagi jamaah yang tidak mampu berjalan dan ingin melaksanakan salat  berjamaah," ujar Muchsin yang juga
Ketua Yayasan Masjid Al-Munawar ini.

         Sedangkan terkait revitalisasi masjid, Muchsin yang juga ketua LSM Pembina Anak dan Pelindung Suku Togutil ini menyatakan, hal itu bukan menjadi tanggungjawab DMI, sepenuhnya, karena ada juga pengurus BKM dan jamaah masjid. Sehingga hal itu menjadi tanggungjawab kolektif. “ Karena  masjid itu lembaga intermediasi," tandas ketua Badan Koordinasi Mubaligh Indonesia (Bakomubin) Malut ini.

    Pada kesempatan itu, Muchsin
juga memberikan warning kepada seluruh pengurus masjid di Malut untuk tidak terpengaruh apalagi dengan sengaja menjadikan masjid sebagai sarana politik. Penegasan Muchsin, bukan tanpa alasan, mengingat pemilu 17 April sudah semakin dekat. "Pengurus masjid itu memberikan pelayanan kepada umat, bukan mengabdi kepada penguasa, sehingga masjid pun dijadikan sarana politik. Karena itu, seluruh masjid di Malut tidak boleh lagi menggunakan standar yang lama, namun mencerdaskan umat agar bisa datang dan memenuhi masjid," pungkasnya.(pn/aji)

 

Share

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan