Rabu, 24 April 2019

 Headline

70 Honorer RSU Sofifi Mogok Kerja

Diposting pada 09/04/2019, 10:35 WIT
Ilustrasi
Ilustrasi

SOFIFI – Pemerintah Provinsi Maluku Utara kembali diteror aksi mogok kerja. Kali ini datang dari tenaga honorer yang bertugas di RSU Sofifi. Mogok terpaksa dilakukan lantaran para honorer tidak pernah lagi menerima upah kerja sejak 2017 hingga kini.

Koordinator Solidaritas Buruh Honor (SBH) RSU Sofifi, dr. Fatir M. Natsir menuturkan, para tenaga honorer menuntut hak mereka segera dibayarkan. Jumlah honorer di RSU Sofifi sendiri mencapai 70 orang. Mereka terdiri atas 4 tenaga dokter, 2 farmasi, 19 perawat, 5 bidan, 3 analis kesehatan, 1 radiografer, 1 rekam medis, 5 manajemen, 3 ahli gizi medis, 10 petugas kebersihan, 3 sopir, 2 petugas laundry, 6 juru masak, dan 6 security. Menurut Fatir, total tunggakan setelah dilakukan penghitungan mencapai Rp 2,2 miliar. "Itu terdiri dari sebagian tahun 2017 dan 2018 serta 2019 berjalan," terangnya kepada Malut Post, Senin (8/4).

Fatir menegaskan, pihak RSU tidak bisa mengabaikan hak-hak tenaga kerja, terlebih pada pelayanan primer setingkat rumah sakit. Hak-hak tenaga kerja, tegas dia, diatur dalam undang-undang. “Hak tenaga kerja itu diatur dalam UU Ketenagakerjaan. Hal itu harus dihormati pihak RSU,” tegasnya.
Dia mengungkapkan, persoalan tunggakan upah sebenarnya sudah ada sejak lama. Hanya saja semua tenaga honorer takut menyuarakan lantaran kerap diancam pemecatan oleh Direktur RSU.

“Beberapa dokter yang pernah mempertanyakan upah kerja pernah dipecat secara sepihak tanpa alasan, bahkan sebagian memilih keluar karena tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan hidup jika tetap bertahan,” ungkapnya.

Saat mogok kemarin, SBH lalu menemui bendahara RSU meminta penjelasan terkait upah mereka. Penjelasan bendahara, anggarannya sudah ada di Dinas Kesehatan. “Hanya saja terkendala realisasi ke RSU. Kami pun ke kantor Dinkes, tapi sayangnya Kadis Kesehatan sedang ke luar daerah dan baru akan kembali Rabu nanti,” jelas Fatir.

Mewakili rekan-rekannya, dokter umum ini mengatakan SBH memberi waktu hingga tujuh hari ke depan bagi RSU untuk membayar upah kerja mereka. “Jika tidak ada realisasi maka aksi protes akan disampaikan ke DPRD dan Pemprov," tukasnya.

Kadis Kesehatan Malut dr. Idhar Sidi Umar yang dikonfirmasi Malut Post membenarkan upah honorer RSU Sofifi hingga kini belum terbayarkan. Menurut dia, persoalan upah honorer ini sama halnya dengan tunggakan upah //cleaning service// kantor gubernur yang membuat para petugas kebersihan mogok beberapa waktu lalu. “Dimana pembayaran tidak dapat dilakukan, karena pada tahun 2018 setiap kali permintaan diajukan tidak diakomodir. Semua prioritas pembayaran proyek. Akhirnya hari ini (kemarin, Red) mereka melakukan aksi, karena kebutuhan mereka tidak terpenuhi," tuturnya.

Meski begitu, sambung Idhar, aksi ini langsung disikapi dengan dilakukannya rapat bersama antara Dinkes dengan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah Bambang Hermawan. “Dan telah ada jaminan segera dilakukan pembayaran. Asalkan syarat administrasinya segera disampaikan dan tidak bermasalah,” sambungnya.

Dia menambahkan, pembayaran tunggakan tersebut tak bisa dilakukan sekaligus. Prioritas pembayaran hanya untuk tahun 2019 selama tiga bulan pertama. "Jadi bayar dulu 2019, sementara 2018 akan diproses lanjutan," terangnya.

Idhar juga meminta para tenaga honorer tetap bersabar. Sebab Bambang yang juga Pelaksana Harian Sekretaris Provinsi mendesak agar pembayaran upah honorer dilakukan tiap bulan untuk menghindari tunggakan. "Jadi ini masalah akumulasi beberapa tahun belakangan, dimana sistem keuangan masih di bawah kendali Pak Ahmad Purbaja (mantan Kepala BPKPAD, Red). Untuk tahun ini diupayakan agar lebih baik," tukasnya.

Sementara Direktur RSU Sofifi dr. Sylvia Umaternate yang dikonfirmasi soal mogok kerja pegawainya belum bersedia memberikan keterangan. Ia beralasan masih menerima tamu. "Saya masih ada tamu, nanti saya telepon lagi," katanya. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan apapun dari Sylvia.(udy/kai)

 

Share
Berita Terkait

Jokowi-Ma’ruf di Atas Angin

18/04/2019, 14:36 WIT

Pemprov Dapat 378 Formasi

10/09/2018, 12:49 WIT

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(82,46%)       :       (17,54%)

Dahlan Iskan