Rabu, 24 April 2019

 Headline

Dua Survei Unggulkan Prabowo-Sandi

Diposting pada 09/04/2019, 08:49 WIT
Massa yang hadir dalam kampanye akbar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Stadion GBK Jakarta, Minggu (7/4)
Massa yang hadir dalam kampanye akbar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Stadion GBK Jakarta, Minggu (7/4)

JAKARTA - Direktur Kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Sugiono menyatakan elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah melampaui Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Dia mengutarakan hal tersebut merujuk dari hasil survei internal BPN. Sugiono menyebut selisih elektabilitas Prabowo-Sandi dengan Jokowi-Ma'ruf 24 persen. "Berdasarkan survei internal, elektabilitas Prabowo berada di angka 62 persen dan Jokowi 38 persen," ujar Sugiono di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Senin (8/4).

Sugiono hanya membeberkan hasil survei secara lisan. Dia tidak menampilkan data secara rinci. Meski demikian, dia menyebut responden yang dilibatkan dalam survei itu sebanyak 1.440 orang yang dipilih dengan cara multistage random sampling. Sugiono tidak menyebut secara rinci kapan survei dilakukan. Dia hanya menyebut pekan lalu.
Sugiono pun tidak menyebut margin of error. Dalam survei BPN juga tidak ada undecided voters serta swing voters. Sugiono enggan mengomentari mengapa hasil survei pihaknya berbeda dengan hasil dari lembaga survei lainnya. "Kita tidak tahu mengapa hasilnya berbeda. Kita tidak melakukan survei bersama," ucap Sugiono. "Saya tidak tahu mengapa ada perbedaan. Mungkin karena ini untuk internal assessment. Orang-orang kita yang melakukan survei bekerja dengan semangat untuk meriset apa yang benar benar terjadi, di masyarakat," lanjutnya.

Wasekjen Gerindra Aryo Djojohadikusumo mengatakan bahwa metode yang dilakukan pihaknya sama dengan lembaga survei pada umumnya. "Metodologi mungkin sama. Tapi respondennya sangat berbeda. Saya tidak bisa bicara pihak lain. Mereka punya metodologi. Kami punya metodologi," kata Aryo.

Survei internal BPN berbeda dengan sejumlah hasil survei yang dilakukan beberapa lembaga survei. Lembaga survei Indikator Politik menyatakan jika pemungutan suara Pilpres 2019 digelar hari ini, maka yang keluar sebagai pemenang adalah Jokowi-Ma'ruf dengan keunggulan 55,4 persen.
Indo Barometer pun mencatat elektabilitas Jokowi-Ma'ruf unggul dengan selisih 18,8 persen dari Prabowo-Sandi, tak berbeda jauh dari survei CSIS yang menempatkan pasangan nomor urut 01 unggul 18,1 persen.

Sementara, survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Maret 2019 menunjukkan gap elektabilitas antara pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno semakin melebar hingga 25 persen.

Survei Puskaptis
Namun hasil survei dari Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) juga menunjukkan bahwa elektabilitas Prabowo-Sandiaga unggul tipis terhadap pasangan nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Survei yang digelar pada 26 Maret-2 April 2019 itu menunjukkan bahwa elektabilitas Prabowo-Sandiaga sebesar 47,59 persen. Sedangkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf mendapatkan 45,37 persen, dan yang belum menentukan pilihannya sebesar 7.04 persen.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Puskaptis Husin Yazid menyatakan jumlah sampel dalam survei itu sebanyak 2.100 responden yang tersebar di 34 provinsi. Margin error terhadap survei tersebut sekitar 2,4 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. "Dana dari survei Puskaptis dibiayai secara mandiri dan tak terikat dari pihak manapun," kata dia.

Husin menyebut tren elektabilitas Prabowo-Sandi mengalami peningkatan signifikan dibandingkan hasil survei sebelumnya pada bulan Januari 2019 lalu. Sebaliknya, pasangan Jokowi-Ma'ruf malah mengalami penurunan meski tak signifikan. "Pada hasil survei bulan Januari lalu, elektabilitas Prabowo-Sandiaga berada pada angka 41,80 persen, sekarang naik jadi 47,59 persen. Sedangkan Jokowi-Amin mendapatkan 45.90 persen dan turun sedikit menjadi 45,37 persen," kata Husin.

Husin menyebutkan bahwa elektabilitas Prabowo-Sandiaga unggul di survei tersebut karena ada beberapa faktor utama. Salah satunya adalah banyak masyarakat yang menginginkan perubahan di Indonesia dan mampu memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia.

Selain itu, Husin menyatakan masyarakat memilih Prabowo-Sandiaga karena memiliki karakter yang tegas dan berwibawa. Sementara itu, Husin menyebut banyak masyarakat yang memilih sosok Jokowi-Ma'ruf karena dianggap mampu melanjutkan pembangunan, merakyat dan berpengalaman. "Selisih antara keduanya yang sangat tipis. Di sisi lain pasangan Prabowo-Sandi sudah memasuki fase tren positif sebaliknya Jokowi-Ma'ruf tergerus. Artinya memasuki tren negatif," kata dia.

Husin lantas berkesimpulan bahwa kedua kandidat pasangan capres-cawapres ini memiliki peluang yang sama untuk memenangkan pertarungan Pilpres 2019.

Lima tahun lalu pada gelaran Pilpres 2014, Puskaptis menjadi satu dari tiga lembaga survei yang memenangkan Prabowo-Hatta Rajasa melalui perhitungan cepat dengan hasil hasil 52,06 persen.
Perhitungan Puskaptis juga pernah keliru dalam Pilgub DKI Jakarta 2012. Saat itu, Puskaptis merilis Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) akan mengalahkan Joko Widodo-Basuki T Purnama (Jokowi-Ahok) pada Pilgub DKI 2012. Berdasarkan survei itu, elektabilitas Foke-Nara mencapai 47,22 persen. Sementara itu, elektabilitas Jokowi-Ahok dengan elektabilitas 15,16 persen.

Pada akhirnya, Jokowi-Ahok terpilih memimpin Jakarta saat itu. Dalam putaran pertama, berdasarkan perhitungan KPU, Jokowi-Ahok meraup suara 42,60 persen dan Foke-Nara mengantongi 34,05 persen.

Dalam putaran kedua, Jokowi-Ahok kembali unggul dengan 53,82 persen. Sedangkan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli meraih 46,17 persen
Husin menyatakan setiap lembaga survei memiliki metodologi masing-masing. Ia menegaskan setiap survei dilakukan dengan metodologi ilmiah dan benar. "Biaya dan independensi dilakukan. Kami tidak berafiliasi dengan kedua paslon. Ini pure kami lakukan beri pengetahuan kepada masyarakat," tuturnya dilansir dari CNNIndonesia.com.(cnn/kai)

Share
Berita Terkait

Prabowo-Sandi Kuasai Indonesia Timur

21/03/2019, 12:32 WIT

2019, Tukin PNS Bisa Naik

08/12/2018, 11:11 WIT

Buka Lowongan CPNS 200 Ribu

06/03/2018, 12:17 WIT

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(82,46%)       :       (17,54%)

Dahlan Iskan