Rabu, 24 Juli 2019

 Headline
MALUT POST / FEATURE / Pilih Olahraga Keras Demi Prestasi

Pilih Olahraga Keras Demi Prestasi

Diposting pada 12/04/2019, 10:34 WIT
Nuzla Nukuhehe (kanan) bersama ayah dan adiknya
Nuzla Nukuhehe (kanan) bersama ayah dan adiknya

Bersua Nuzla Nukuhehe, Petinju Putri Malut yang Kariernya Mulai Menanjak


Tidak semua cabang olahraga memberi dampak prestasi. Hasil itu bisa diraih jika seorang atlet harus dengan sungguh-sungguh dan mencintai cabang olahraga yang digelutinya. Demikian yang dirasakan Nuzla Nukuhehe, salah satu petinju putri yang kini perlahan mulai menanjakkan kariernya di atas ring. Meski olahraga ekstrem, Nuzla menggelutinya dengan penuh semangat tanpa berpikir sedikitnya pun untuk berhenti.  

HAIYUN UMAMIT, Ternate

“AWALNYA, saya ingin menggeluti cabang olahraga taekwondo, namun ayah saya menyuruh saya belajar jadi petinju. Akhirnya saya juga ikut dan menggemari olahraga tinju,” demikian buka Nuzla saat berbincang-bincang dengan Malut Post di rumahnya, di kelurahan Soasio, Ternate Utara, kemarin.

Tinju memang masuk kategori cabang olahraga keras dan semi body content. Meski keras, tapi Nuzla mengaku sangat menggemarinya. Ia menceritakan, sejak awal dirinya memang punya keinginan menjadi atlet di salah satu olahraga bela diri. Ya, taekwondo menjadi pilihan pertama saat itu. Namun, ayahnya Reza Nukuhehe mengajaknya untuk masuk di cabang olahraga tinju. Meski kesannya sedikit memaksana, namun Nuzla tetap mencintai cabor yang ia gelutinya itu.

Pertama kali Nuzla mengenal dan belajar untuk naik ring pada tahun 2017. Saat masih berusia 14 tahun, putri ketiga dari pasangan Reza Nukuhehe dan Meylinda Teurupun ini mulai mengasah kemampuan bertinju di Sasana Ngara Opas yang bermarkas di Kelurahan Soa (belakang RRI Cabang Ternate). Di Sasana binaan Risman Popong ini, Nuzla mulai meletakkan masa depannya di dunia tinju. Dengan semangat berlatih dan punya keinginan keras, Nuzla pun akhirnya perlahan menampakkan jati dirinya sebagai petinju. Sejumlah prestasi pun mulai ditorehkan petinju kelahiran 2002 ini.

“Alhamdulillah, dengan giat berlatih saya mulai merasakan ada peningkatan dengan meraih juara. Saya akan terus berusaha berlatih. Bahkan saya ingin menjadi atlet nasional untuk Asian Games,” kata petinju yang masih duduk di bangku kelas 2, SMK Bina Informatika Ternate ini.

Sejak mengenakan sarung tinju untuk memulai latihan pada tahun 2017, Nuzla mulai dispesialkan pada kelas 54 kg putri. Hanya butuh waktu kurang lebih satu tahun, Nuzla benar-benar merasakan pertarungan yang sesungguhnya di atas ring. Merasakan pukulan lawan, merasakan bagaimana seorang petinju harus kuat mental, kuat fisik dan tahan pukulan. Ya, semua itu mulai di rasakan pada tahun 2018.

Kejuaraan pertama yang diikut Nuzla yakni Walikota Cup Tumohon. Sebagai ajang perdana, Nuzla tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Alhasil, berkat latihan yang gigih Nuzla mencatat prestasi pertama itu dengan meraih medali perunggu. Sejak itu, pelatih Risman Popong mulai intens memperbanyak jam terbang Nuzla di berbagai kejuaraan. Di tahun 2018 itu, Nuzla merasakan medali emas pertama pada Popda yang digelar di Ternate.

Kemudian, Kejuaraan berskala internasional Kapolri Cup di Manado juga Nuzla tak kalah ketinggalan. Namun, di kejuaraan tersebut Nuzla harus pulang lebih awal karena kalah di babak penyisihan.

Kemudian, pada bulan September, Nuzla meraih medali emas yang kedua di kariernya pada . Saat mengikut kejuaraan junior-youth di Jawa Barat. Di tahun akhir thaun 2018 itu juga, Nuzla meraih medali perak pada open turnamen antar Sasana di Kota Ternate yang digelar di Water Boom.

Prestasi Nuzla terus melangit. Nuzla kembali meraih medali emas pada kejuaraan memperebutkan piala Bupati Minahasa. Di kejuaraan itu, Nuzla juga menyandang petinju terbaik. Kemudian, gelar individu sebagai petinju favorit disandang pada Nuzla di kejuaraan Walikota Cup Makassar pada bulan Februari 2019 ini, sekaligus meraih juara 2 di kategori putri.   

“Pertama saya naik ring untuk pertandingan resmi, saya benar-benar grogi, takut, bahkan sempat pikiran saat besok mau bertanding. Saya hampir tidak bisa tidur. Tapi, alhamdulillah sekarang sudah biasa dan makin suka kalau dipanggil bertanding,” ujarnya sambil tersenyum.

Saat ini, Nuzla tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi Pra PON 2019. Di ajang ini, Nuzla yang digodok untuk turun di kelas 54 intens menjalani latihan di Sasana Ngara Opas. Menurut Nuzla, intensitas latihan diperlukan agar kesiapan fisik secara individu benar-benar siap jika dipanggil untuk masuk Pelatda.

Di Pra PON, meski lawan yang bakal dihadapi tentu cukup berat dan menantang. Sebab, ada sekitar 11 provinsi yang akan bertemu di Pra PON. Dengan demikian, membutuhkan kesiapan dari segala hal, baik mental, fisik dan terutama teknik bertinju. Dengan kegigihan berlatih, Nuzla punya harapan tersendiri suatu saat, andaikan dirinya sukses di cabang olahraga yang digemarinya saat ini. Ya, membahagiakan orangtua dan pelatihnya menjadi hal utama yang akan dilakukan.

Sementara ayahnya, Raza Nukuhehe yang mendampinginya kemarin mengaku punya harapan terbesar untuk kesuksesan anaknya itu di atas ring tinju. Menurutnya, meski cabor yang dipiluh tersebut termasuk olahraga ekstrem namun, ia dan istrinya sudah punya tekad untuk membesarkan anaknya itu lewat prestasi di ring tinju. Bahkan, ia menegaskan nyawa anaknya ditaruhkan di atas ring tinju.

“Saya dan istri (ibunda Nuzla) sudah berdiskusi. Kami bersepakat untuk membesarkan dia (Nuzla) lewat prestasi olahraga. Dan alhamdulillah, dia juga tekuni. Semoga dengan kegemaran dia ini bisa menjadi atlet yang sukses di kemudian hari,” harap ayahanda Nuzla.

Menurut Reza, ada dua anak putrinya yang saat ini menggeluti dunia tinju. Selain Nuzla, putri ketiganya itu, juga ada anak keempatnya. Namun, putrinya yang keempat itu masih intens menjalani latihan di Sasana, dan beberapa kali diikutkan pada kejuaraan nasional.(yun)

 

Share

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan