Senin, 27 Mei 2019

 Headline
MALUT POST / SELEBRITA / Hotman: Tak Ada Alasan Pelaku Bully Tidak Ditahan

Hotman: Tak Ada Alasan Pelaku Bully Tidak Ditahan

Diposting pada 12/04/2019, 08:54 WIT
Hotman Paris Hutapea.
Hotman Paris Hutapea.

JAKARTA – Sebagai pengacara, Hotman Paris Hutapea mengawal ketat kasus hukum Audrey. Hotman dengan tegas membantah jika pelaku tidak bisa diadili hanya karena mereka masih di bawah umur.

Hotman Paris menjelaskan, bahwa sebenarnya ada Undang Undang yang mengatur mengenai peradilan bagi pelaku kejahatan di bawah umur. Tak terkecuali dalam kasus Audrey.

“Alasan di bawah umur tidak tepat, karena ada Undang Undang tentang peradilan pidana anak, yaitu UU no 11 tahun 2012, anak yang di bawah umur (12-18 tahun) itu masuk dalam kategori anak yang bisa diadili dan ditahan. Itu aspek hukumnya,” jelas Hotman dalam channel YouTubenya, Rabu (10/4/2019).

Alasan lain yang bisa memperkuat pelaku kekerasan itu bisa ditahan adalah tindakan yang mereka lakukan termasuk dalam pidana berat. Tindakan yang dimaksud adalah melukai Audrey hingga membuat ia kini terbaring di rumah sakit.

“Saya sudah telepon dan berbicara dengan kakek daripada Audrey, mengakui ada keluhan di bagian tertentu pada waktu dicek di rumah sakit. " tuturnya.

Hotman menambahkan, “Kalau benar ada dugaan ditusuk alat sensitifnya, maka ini bukan lagi tindak pidana pelanggaran. Tapi sudah masuk pasal 80 nomor 35 Undang-undang tahun 2015 tentang perlindungan anak yang terancam hukuman 5 tahun penjara. Itu termasuk tindak pidana berat.”

Mengenai kasus pidana berat, pria yang dijuluki pengacara 30 Miliar itu menegaskan jika kasus ini tidak bisa berhenti jika kedua belah pihak berdamai. Penyidikan dan sanksi harus dilanjutkan.

“Sekalipun mereka (pelaku dan korban) berdamai, tetap penyidik wajib melanjutkan kasusnya. Kalau yang bisa berdamai tanpa dilanjutkan penyidikan itu kasusnya seperti tindak pidana tanpa korban atau nilai kerugian tidak di bawah upah minimum. Itu boleh didamaikan,” tegasnya.

Mengenai proses penyidikan yang telah dilakukan oleh kepolisian, Rabu kemarin juga sudah dirilis hasil visum serta penjelasan dari pelaku yang diduga melakukan kekerasan pada Audrey.

“Bahwa hasil pemeriksaan visum yang dikeluarkan oleh RS Pro Medika per hari ini, kondisi kepala tidak ada bengkak atau benjolan, mata juga tidak ada memar dan penglihatan normal," ujar Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Anwar Nasir di Polresta Pontianak.

Ia menambahkan, "Terkait alat kelamin selaput dara tidak ditemukan luka robek atau memar, termasuk kulit juga tidak ada memar dan lebam."

Sementara itu pelaku yang diwakili oleh LL mengatakan, “Saya minta maaf atas yang terjadi, tapi kami tidak mengeroyok, masalah menusuk alat vital Audrey tidak pernah saya menyolok alat vital Audrey,” (Okz/Lid)

Share

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan