Minggu, 20 Oktober 2019

 Headline
MALUT POST / NASIONAL / Gatot Nurmantyo hingga Dahlan Iskan Dukung Prabowo

Gatot Nurmantyo hingga Dahlan Iskan Dukung Prabowo

Diposting pada 13/04/2019, 13:39 WIT
Prabowo Subianto melakukan Pidato Kebangsaan di Dyandra Convention Center, Jumat (12/4).
Prabowo Subianto melakukan Pidato Kebangsaan di Dyandra Convention Center, Jumat (12/4).

SURABAYA – Calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto melakukan Pidato Kebangsaan di Dyandra Convention Center, Jumat (12/4). Dalam pidato pamungkas itu, puluhan tokoh nasional hadir memberikan dukungan terhadapnya. Mulai dari mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo hingga mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Sebelumnya, Prabowo juga telah mengantongi dukungan pendakwah kondang, Ustaz Abdul Somad (UAS).

Dalam pidatonya kemarin, Prabowo memperkenalkan puluhan tokoh yang akan membantunya ketika nanti terpilih menjadi presiden Indonesia periode 2019-2024. Dari puluhan tokoh tersebut, salah satunya adalah Gatot Nurmantyo.

Saat nama Gatot disebut, ribuan massa pendukung Prabowo langsung berdiri dan bertepuk tangan riuh. "Saya perkenalkan, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo," ujar Prabowo dari atas podium.
Selain Gatot, sejumlah nama yang diproyeksi membantu pemerintahan Prabowo-Sandi adalah Adapun nama-nama yang disebutkan Prabowo di antaranya Ahmad Riza Patria, Amir Syamsudin, Arifin Seman, Bambang Haryo Sukartono, Bambang Widjojanto, Bambang Budi Djatmiko, Chusnul Mariyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, Drajad Wibowo, Dahlan Iskan, Dirgayuza Setiawan.

Kemudian Damayanti Hakim, Eddy Soeparno, Erwin Aksa, Fahri Hamzah, Fadli Zon, Ferry Mursyidan Baldan, Fary Djemy Francis, Firmansyah, Fuad Bawazier, Gamal Albinsaid, Glenny Kairupan, Hanafi Rais, Haryyadin Mahardika, Ichsanuddin Noorsy, Irawan Ronodipuro, Imam Sufaat, Kardaya Warnika, Laode Masihu Kamaluddin, Mulfachri Harahap, Nanik S Deyang, Natalius Pigai. "Saya datang ke sini karena panggilan bangsa dan merah putih," kata Gatot usai Pidato Kebangsaan.

Sementara mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan dukungannya kepada Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019. Hal itu disampaikan Dahlan saat mengawali acara Pidato Kebangsaan Prabowo

Awalnya, Dahlan Iskan mengatakan pada lima tahun lalu ia pernah mendeklarasikan dukungan kepada Joko Widodo untuk maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2014. Namun, pada pilpres kali ini ia mengalihkan dukungan ke Prabowo Subianto "Hari ini saya menjatuhkan pilihan kepada Pak Prabowo," ujar Dahlan.

Menurut Dahlan, lima tahun lalu ia menganggap calon presiden Jokowi memiliki program yang dinilai mampu menciptakan perubahan, yakni revolusi mental. Selain itu, kata Dahlan, Jokowi juga berjanji akan menaikkan pendapatan per kapita masyarakat. Namun, Dahlan menilai, janji-janji Jokowi tidak terwujud selama periode pertama pemerintahannya. "Tapi itu tidak terlaksana, karena itu hari ini saya menjatuhkan pilihan ke Pak Prabowo," kata Dahlan.

Pidato Prabowo kali ini merupakan Pidato Kebangsaan keempat yang digelar selama masa kampanye Pilpres 2019. Sebelumnya, pada 14 Januari 2019, Prabowo menyampaikan Pidato Kebangsaan di Jakarta Convention Center (JCC). Pidato Kebangsaan yang kedua digelar di Grand Ballroom Hotel Po, Semarang, pada 15 Februari 2019. Pidato Kebangsaan yang ketiga diadakan di Kampus Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Jumat (8/3).

Dukungan UAS
Sebelumnya, pendakwah Ustaz Abdul Somad (UAS) melakukan pertemuan dengan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto pada Kamis (11/4). Video percakapan Abdul Somad dengan Prabowo yang ditayangkan salah satu stasiun TV pun sontak tersebar di media sosial. Dalam video berdurasi kurang lebih 13 menit ini, UAS memberikan nasihat dan motivasi kepada Prabowo. Ketua Umum Partai Gerindra itu pun menanyakan sejumah hal kepada UAS. Berbagai cerita dan pesan diberikan UAS kepada Prabowo, mulai dari pengalaman berdakwah di penjuru negeri, ijtima ulama, nasihat untuk menjadi pemimpin yang adil, hingga permintaan dan pemberian UAS untuk Prabowo. Suara umat dan ijtima ulama Abdul Somad mengatakan begitu banyak jemaahnya di berbagai penjuru Indonesia yang menaruh harapan besar pada Prabowo. Hal itu ia lihat dari pose dua jari yang selalu tampak di setiap majelis tempatnya berdakwah. "Rata-rata dari mulai ujung Aceh sampai Pulau Madura, sampai ke Sorong. Umat, saya bilang, berharap besar kepada Bapak. Itu yang saya lihat," kata UAS. "Setelah ulama ber-ijtima, berkumpul, pilihan jatuh pada Bapak. Kemudian keliling ke mana-mana, umat (bilang) ‘Prabowo, Prabowo’," tuturnya. Suara ulama itu, bahkan diakui UAS ia dapatkan tidak hanya dari ustaz ternama, melainkan juga dari sejumlah ulama yang disebutnya tidak populer, namun memiliki mata batin yang bersih.

Banyaknya serangan dan kebencian yang diterima Prabowo saat ini, UAS mengumpamakannya seperti buah durian yang sudah matang, wangi dan banyak yang ingin mengambilnya. "Buah durian kalau sekadar berputik, orang cuek. Tapi kalau dia sudah berbuah harum, ranum, ada orang akan melempar, monyet akan naik. Sekarang buahnya sedang harum, mekar," ujar UAS. "Bapak tabah, serahkan pada Allah," kata UAS.

Banyaknya ulama yang menyebutkan nama Prabowo kepada UAS membuatnya merasa perlu untuk menyampaikan kembali informasi yang ia terima ke khalayak luas. Menurut Somad, dia merasa perlu menyampaikan langsung kepada Prabowo mengenai harapan dan apresiasi terhadap mantan Danjen Kopassus itu. "Saya berpikir lama, ini kalau saya diamkan sampai pilpres, kenapa mereka cerita ke saya. Tiap malam saya berpir, kenapa mereka cerita ke saya, berati saya harus sampaikan," ujar UAS. "Setelah ketemu ini (dengan Prabowo), selesai, kuserahkan semuanya pada Allah Subhanahuwata’ala. Plong, malam ini saya bisa tidur dengan lelap," kata dia.

UAS juga menyampaikan dua permintaannya apabila nanti Prabowo memenangkan pemilu dan terpilih menjadi presiden. "Pertama, jangan undang saya ke Istana, biarkan saya berdakwah masuk ke dalam hutan, karena dari awal saya sudah di sana. Yang kedua, jangan Bapak beri saya jabatan, apa pun," kata UAS.

Ia menyebut, dirinya sudah diminta oleh sang kakek di antara 40 cucu yang lain untuk fokus di jalur agama dan fokus mendidik umat.

Di akhir perbincangannya, UAS terlihat memberikan hadiah kecil pada Prabowo. Barang pemberian itu menurut UAS tidaklah berharga mahal, karena memang dirinya tidak memiliki kemampuan untuk itu. "Saya kasih 2 biji saja, pertama minyak wangi oudh, oudh itu kayu gaharu. Simbolnya supaya bapak menebarkan keharuman di negeri ini," kata UAS sembari mengusapkan botol kaca kecil ke tangan Prabowo.

Pemberian kedua, UAS memberi Prabowo sebuah tasbih kesayangannya yang ia dapatkan di Madinah. "Tasbih, tidak bisa hati bapak kosong. Tasbih kesayangan saya, dari Persia, paling saya sayangi, saya beli di Madinah," kata UAS dilansir dari Kompas.com.

Dalam kesempatan ini, UAS menasihati capres nomor urut 02 ini untuk dapat tampil sebagai sosok pemimpin yang amanah dan adil, melihat banyaknya harapan ulama dan umat yang disandarkan padanya. Selain itu, Prabowo diminta untuk bersabar, karena sebuah amanah juga berarti ujian. Tak lupa, UAS mendoakan Prabowo agar diberi kekuatan dalam menjalankan semua tugas.
Menanggapi hal ini, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (12/4) siang, menyebut tidak ada yang istimewa dari pertemuan itu. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, menilai pertemuan itu sebagai hal yang lumrah dan biasa. "Bukan berarti beliau mendukung Prabowo. Apalagi beliau seorang ulama. Lumrah jika ulama memberikan wejangan kepada orang lain " kata Karding.

Lebih lanjut, Karding menilai selama ini UAS sebagai sosok yang netral. Menurut Karding, dalam pertemuan itu UAS tidak menyatakan dukungan untuk Prabowo. "Sebagai seorang ustaz, wajar jika UAS memberikan pesan dan nasihat kepada orang lain. Atau, mungkin saja UAS ingin mengingatkan Prabowo yang kerap mengangkat hal-hal negatif selama berkompetisi di pilpres ini. Wallahua’lam," ujar Karding.

Kampanye Jokowi
Sementara itu, capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi menargetkan bisa meraih minimal 50 persen suara di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor Jawa Barat. Jokowi meyakini target tersebut dapat tercapai setelah melihat semangat para pendukungnya yang hadir saat kampanye di Bogor. "Semangatnya kayak gini, kalau gak menang kebangetan. (Pilpres) tahun 2014, Jokowi-JK di Bogor, dapat 34 persen. Saya meyakini (Pilpres) 2019 kita akan dapat minimal 50 persen. Artinya kalau dapat 55 persen Alhamdulillah, 60 persen boleh, 70 persen boleh," ujar Jokowi saat kampanye di Sentul Kabupaten Bogor Jawa Barat, Jumat (12/4).

Jokowi mengungkapkan hasil survei internal dua minggu lalu, yang menunjukkan elektabilitasnya dan Ma'ruf Amin di Bogor unggul tipis dibandingkan pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga. Namun, hasil survei baru-baru ini menunjukkan elektabilitasnya menurun sehingga menjadi seimbang. "Sekarang posisinya kita sebetulnya sudah menang dikit. Tapi kok dua minggu ini turun dikit lagi. Sehingga posisinya sekarang 50 (persen), 50 (persen)," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Untuk itu, dia meminta para pendukungnya untuk bekerja keras memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Jokowi yakin apabila seluruh pendukungnya bekerja keras di sisa waktu masa kampanye, pasangan calon nomor urut 01 dapat target 50 persen suara di Bogor akan tercapai. "Saya juga meyakini in shaa Allah, kalau semua bergerak urusan Bogor akan selesai," tuturnya.
Tak lupa, Jokowi mengingatkan pendukungnya untuk menggunakan hak suara pada Pemilu 17 April 2019. Dia juga mengajak masyarakat berbondong-bondong ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan mengenakan baju putih. "Jangan lupa 17 April datang ke TPS. Saya ajak semua pakai baju putih, karena yang akan dicoblos pakai baju putih. Jangan sampai tetangga kita handai taulan kita diam di rumah tgl 17 April. Jangan ada yang golput," kata mantan Walikota Solo itu.(snd/trb/kmp/mer/kai)

Share

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan