Senin, 22 Juli 2019

 Headline
MALUT POST / POLITIK / TKD Gelar Nobar Debat Capres-Cawapres Barengi Diskusi Publik

TKD Gelar Nobar Debat Capres-Cawapres Barengi Diskusi Publik

Diposting pada 15/04/2019, 10:23 WIT
NOBAR : TKD Gelar Nobar Debat Capres-Cawapres ke lima di Hotel Bukit Pelangi Sabtu (13/4) malam.  Nobar dirangkaikan dengan Diskusi Publik, dengan narasumber Mukhtar Adam (Kiri)  dan Adnan Mahmud (Kanan). Diskusi Dipandu oleh Jurnalis Senior,  Ismit Alkatiri.
NOBAR : TKD Gelar Nobar Debat Capres-Cawapres ke lima di Hotel Bukit Pelangi Sabtu (13/4) malam. Nobar dirangkaikan dengan Diskusi Publik, dengan narasumber Mukhtar Adam (Kiri) dan Adnan Mahmud (Kanan). Diskusi Dipandu oleh Jurnalis Senior, Ismit Alkatiri.

TERNATE - Tim Kampanye Daerah (TKD) Koalisi Indonesia Kerja, Jokowi-Amin Provinsi Maluku  Utara (Malut), Sabtu malam (13/4) menggelar acara nonton bareng (Nobar) debat Capres dan Cawapres ke lima di Hotel Bukti Pelangi.

Acara Nobar tersebut diselingi dengan diskusi publik. Diskusi yang dipandu wartawan senior, Ismit Alkatiri itu menghadirkan narasumber yakni, pakar ekonomi Unkhair, Mukhtar Adam dan dosen IAIN Adnan Mahmud. Ketua Biro Relawan TKD Malut, Omar Kayam menuturkan, tujuan diskusi tersebut untuk menghimpun dukungan ke Jokowi-Ma'ruf.

"Selain itu, kegiatan ini bertujuan membuka wacana tentang ekonomi nasional yang berkaitan dengan ekonomi di Maluku Utara. Dengan menghadirkan dua narasumber ini kita berharap masyarakat dapat memahami kondisi ekonomi kita," katanya disela-sela diskusi.

Kedua narasumber tersebut menelaah kembali tema debat (Ekonomi, Kesejahteraan Sosial, Keuangan dan Investasi, serta Perdagangan dan Industri) yang telah dipresentasikan dua kandidat Capres dan Cawapres secara berkala.

Dari enam sesi yang dipresentasikan para kandidat, kedua narasumber tersebut menyimpulkan, Capres dan Cawapres nomor urut satu cenderung memahami kondisi ekonomi di Indonesia. Menurut Mukhtar Adam, presentasi Jokowi-Amin baik yang sudah dilakukan maupun proyeksi program, cukup terinci dan terarah. Sementara untuk Prabowo-Sandi memiliki semangat nasionalisme ekonomi namun gambaran skemanya belum jelas.

"Kalau 02 ada semangat nasionalisme tapi belum jelas skema pembangunannya. Kalau 01 ada proyek pembangunan yang terarah," katanya.

Sedangkan, Adnan Mahmud dalam closing statement menyampaikan, pertumbuhan ekonomi bisa berkembang jika pimpinannya jujur, tegas, adil dan bersih.

"Kalau pemimpin tidak bersih maka program sebagus apapun tidak akan maju. Dan itu, sudah kita lihat saat ini," tukasnya. (cr-01/yun).

 

Share
Berita Terkait

Jokowi-Ma’ruf di Atas Angin

18/04/2019, 14:36 WIT

SS DPR RI Diduga Disembunyikan

18/04/2019, 14:25 WIT

Pemprov Dapat 378 Formasi

10/09/2018, 12:49 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan