Rabu, 24 April 2019

 Headline

Poci Bakal Rombak Tim Lagi

Diposting pada 15/04/2019, 10:10 WIT
BAHRUN Abubakar
BAHRUN Abubakar

TERNATE – Pra PON 2019, khususnya cabang olahraga sepak bola memang menjadi perhatian Asprov saat ini. Meski belum mengetahui kepastian waktu pagelaran ajang merebut tiket PON 2020 Papua tersebut, Asprov PSSI Malut sudah mulai intens membentuk tim. Pembentukan tim tersebut, Asprov memulainya dengan menggelar seleksi sejak Mei lalu.

Nah, akhir pekan nanti, Minggu (21/4) Asprov bakal kembali memanggil pemain-pemain yang sudah dipantau masuk radar pelati untuk disaring. Di tahap seleksi ini, pelatih Rahmat Poci Rivai bakal putar otak lagi untuk menemukan pemain-pemain dengan kategori usia 21 tahun.
“Minggu depan (21 April), pemain akan kembali dipanggil untuk mengikuti seleksi. Ini lebih khusus pemain kelahiran 1998),” kata Sekretaris Umum Asprov Malut, Bahrun Abubakar, kemarin.

Sejatinya, Poci sudah menemukan pemain-pemain yang memiliki karakter sesuai dengan keinginannya. Hal itu karena, sebeblumnya PSSI mengeluarkan surat edaran pertama pada Asprov, pemain yang dipakai di Pra PON adalah kelahiran 1997 dengan usia 22 tahun. Namun, PSSI kembali mengeluarkan edaran baru dengan nomor 1134/PGD/225/IV-2019. Surat PSSI tersebut menerangkan pemain yang digunakan harus berusia di bawah 23 tahun atau kelahiran 1 Januari 1998.

Dengan demikian, pemain-pemain sudah masuk radar Poci untuk siap diplot masuk tim terancam untuk dicoret. Bukan karena kualitasnya, tetapi secara regulasi pemain kelahiran 1997 tidak bisa dimainkan pada Pra PON.
“Padahal tim sudah hampir rampung. Tapi mau gimana lagi, ini aturan apapun yang terjadi harus kita ikuti. Jadi untuk seleksi kali ini, pemain-pemain yang dipantau di beberapa kabupaten/kota juga akan didatangkan untuk ikut seleksi di Stadion Gelora Kie Raha,” ujar Bahrun.

Sebelumnya, Poci sudah menggelar sejumlah seleksi di beberapa kabupaten/kota. Selain itu, Poci sudah bentuk tim bayangan di Ternate dengan memanggil pemain-pemain hasil scouting pada Piala Walikota awal tahun kemarin. Namun, sebagian besar pemain-pemain tersebut kelahiran 1997.

Dengan demikian, menurut Bahrun, pada tahapan seleksi kali ini Asprov membuka kesempatan secara umum kepada pemain-pemain yang berusia 21 tahun atau kelahiran sejak 1 Januari 1998. Terutama pemain muda di Ternate dan Tidore Kepulauan.

“Jadi pemain yang berusia 21 tahun diharuskan untuk datang mengikuti seleksi. Meski namanya tidak sempat diumumkan atau dipanggil, silahkan untuk datang saja,” katanya.
Saat ini Poci sudah mengantongi nama-nama hasil scouting di beberapa kabupaten/kota.

Nama-nama tersebut masuk radar Poci saat menggelar pemantauan di kabupaten/kota selama beberapa minggu. Mulai dari Halmahera Selatan, Halmahera Barat, Halmahera Timur, dan Halmahera Utara. Nama-nama tersebut bakal dipanggil untuk mengikuti tahapan seleksi, terutama pemain berusia 21 tahun.

“Nama-nama yang diperoleh itu adalah hasil scouting pelatih (Poci) di empat kabupaten. Kami berharap  mereka (pemain) bisa menghadiri seleksi nanti,” ujar Bahrun. (yun)

 

Share
Berita Terkait

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(82,46%)       :       (17,54%)

Dahlan Iskan