Senin, 22 Juli 2019

 Headline
MALUT POST / FEATURE / Setiap Sakit Sebut Nama Ayah, Katanya Rindu

Setiap Sakit Sebut Nama Ayah, Katanya Rindu

Diposting pada 16/04/2019, 12:32 WIT
Muhammad Subhan Prasetyo
Muhammad Subhan Prasetyo

Derita Muhammad Subhan Prasetyo (12), Bocah dengan Tumor Otak

Setiap kali merasa kesakitan, matanya tidak bisa memandang cahaya. Bola matanya berputar-putar. Jika kepalanya terlalu sakit, Tyo selalu menyebut nama bapaknya, katanya rindu.

Arwani Jufri, Ternate

Rumah lantai dua yang berada di Gang Oscar, Toloko, Kelurahan Sangaji Utara itu tampak lengang saat Malut Post menyambangi rumah tersebut sekitar pukul 10.00 WIT, Senin (15/4). Dari luar tidak tampak adanya aktivitas di dalam. “Ini benar rumahnya Tyo,” tanya Malut Post pada salah satu tetangga yang rumahnya berhadapan dengan rumah yang berlantai dua itu.

    “Iya, mereka se keluarga sejak satu minggu lalu ke Jakarta mengantarkan Tyo berobat. Tinggal satu kakaknya yang sedang bekerja,” jawab Rusmini, tetangga Tyo.

    Menurut Rusmini, Muhammad Subhan Prasetyo atau yang akrab disapa Tyo setelah menjalani dua kali pemeriksaan di RSUD Ternate dia lalu dirujuk ke salah satu rumah sakit di Jakarta, karena peralatan di RSUD Ternate belum mampu menangani penyakit yang diderita Tyo.

    Bungsu dari lima bersaudara itu dikenal sebagai bocah yang ceria dan aktif. Namun jika menangis dia melihat ada sesuatu yang beda. Tyo sering memukul-mukul kepalanya ke dinding.

    Rusmini mengisahkan, pernah suatu ketika Tyo akan berangkat salat. Tapi karena kepalanya sakit dan pusing ia lalu terjatuh. Padahal sebelumnya dia terlihat sehat. Sejak bulan Maret lalu kondisi kesehatannya Tyo makin menurun. “Saat dibawa ke rumah sakit lalu dirontgen, ada tumor di kepalanya yang mulai membesar seperti telur. Hasil rontgen itu saya lihat sendiri dari salah satu saudaranya,” cerita Rusmini.

    Karena penyakitnya itu, Tyo sering muntah-muntah dan mag. Setiap kali merasa kesakitan, matanya tidak bisa memandang cahaya. Bola matanya berputar-putar. "Itu dia alami saat awal-awal sakit. Setiap sakit, Tyo selalu menyebut nama bapaknya. Katanya ia rindu," kisahnya dengan wajah sedih.

    Setelah melakukan dua kali pemeriksaan di RSUD, dia akhirnya dirujuk ke salah satu rumah sakit di Jakarta. Informasi dari salah satu saudaranya, dokter masih menunggu kondisi tubuh Tyo membaik barulah akan dilakukan operasi. “Sakit yang dialami Tyo ini memang sudah cukup lama tapi baru sekarang dia rasakan,” tandas Rusmini yang telah menganggap keluarga Tyo sebagai kerabatnya itu.
    Saat ini, menurut Rusmini, Tyo dan kelima saudaranya hidup bersama sang ibu Suciati.

Sedangkan sang ayah M Muslim beberapa tahun lalu telah meninggal. Suciati yang asal jawa itu bekerja di salah satu warung makan di kelurahan Kota Baru bersama salah satu anaknya. Suciati baru bekerja di warung makan itu belum sampai setahun. Dulu ketika sang suami masih hidup, Suciati tidak bekerja. "Kami dulu biasanya membuat kue dan menjualnya setiap hari,” tutur Rusmini.
    Sementara soal pembiayaan saat berobat, apakah mereka kesulitan atau tidak, Rusmini mengaku tak tahu menahu. Tapi jika hanya mengandalkan uang pensiun almarhum sang suami yang seorang prajurit TNI, Rusmini merasa mungkin keluarga itu agak kesulitan.  

    Kepala SDN 45 Kota Ternate, Yati Ali mengaku, Muhammad Subhan Prasetyo atau Tyo adalah siswa kelas VI. Dia dikenal sebagai siswa yang cerita dan cerdas. Dari kelas satu hingga enam dia sangat aktif. “Namun pada Maret lalu, jelang pelaksanaan UTS, kondisi tubuh Tyo tidak seperti dulu. Dia mulai sakit-sakit dan kurang ceria. Tapi dia tetap menjalani ulangan. Sampai kondisinya benar-benar parah dan akhirnya tidak lagi ikut ujian,” cerita Yati saat ditemui Malut Post, di sekolahnya. 

    Sebelum Tyo berangkat berobat ke Jakarta, teman-teman sekelasnya datang menjenguk, mereka juga menyisihkan sedikit uang untuk membantu biaya pengobatan Tyo. “Kondisi Tyo ini akan kami bicarakan dengan panitia ujian susulan,” tuturnya seraya berharap agar Tyo dan keluarga diberi kesabaran dan bisa sembuh dari penyakit yang dideritanya.

Informasi mengenai Tyo dan penyakitnya sendiri ramai beredar di media sosial pekan lalu. Disebutkan awal 2019 Tyo sering muntah-muntah dan mengeluh pusing. Oleh sang ibu, ia dibawa ke dokter yang kemudian memberinya resep berupa obat mag.

Dua bulan tanpa perkembangan signifikan, awal Maret lalu Tyo diperiksakan ke dokter spesialis mata. Pasalnya, mata kiri dan kanannya tidak simetris lagi. Pergerakannya juga kadang tak bisa dikontrol. Oleh dokter, ia kemudian diarahkan menemui spesialis saraf.

Spesialis saraf RSUD Chasan Boesoirie lalu melakukan pemeriksaan berupa CT scan dan uji laboratorium. Hasilnya, Tyo didiagnosis menderita tumor otak kategori glioma batang otak yang menyerang bagian bawah otak di atas batang otak. Diameternya 3 x 3 cm.

Dalam durasi satu minggu saja ia telah mengalami multiple cranial nerve palsy, yaitu suatu gejala klinik yang timbul karena kelainan saraf kranialis yang mengakibatkan degenerasi meliputi kelemahan motorik, gangguan sensorik, dan gangguan otonom. Ini menjadikan fungsi pendengaran, motorik kaki dan tangan serta leher mulai melemah. Yang kuat, Tyo.(tr-01/rul)

 

Share

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan