Senin, 27 Mei 2019

 Headline
MALUT POST / EKONOMI / Tidak Bisa Ditukar, Pedagang Mengeluh

Tidak Bisa Ditukar, Pedagang Mengeluh

Diposting pada 16/04/2019, 11:48 WIT
Ilustrasi Pedagang
Ilustrasi Pedagang

TERNATE - Saat ini pedagang minyak goreng curah Bimoli, tidak bisa lagi menukar galonnya di agen. Mereka diharuskan membeli minyak goreng curah sekaligus dengan galon baru. Hal ini dikeluhkan pedagang bahan pokok (bapok) di Pasar Higienis Bahari Berkesan Ternate.

Menurut Iskandar, konsekuensi dari kebijakan ini membuat harga minyak goreng curah naik. Dulu per galon ukuran 25 kilogram Rp 210 ribu, kini Rp 230 ribu.  “Saya dengar dari agen, katanya karyawan pencuci galon Bimoli, banyak yang kabur,  selain itu juga isu yang beredar hal ini karena galon yang dikembalikan itu tidak dalam kondisi yang baik alias bocor,” paparnya.

Dia menambahkan di sebagian wilayah Kota Ternate harga minyak goreng curah naik. Seperti di Ternate Selatan harganya kini Rp 15 ribu per kilogram.  Pedagang lainnya yang juga berjaualan di Pasar Higienis Bahari Berkesan menuturkan,  harga minyak goreng curah Bimoli naik dari Rp 12 ribu menjadi Rp 13 ribu per kilogram. Akibat kebijakan ini galon bekas di pedagang bertumpuk.

Sementara itu harga tomat di Pasar Barito Bahari Berkesan, turun menjadi Rp 4.000 - Rp 8.000 per kilogram. Harga sebelumnya Rp 10.000. “Harga tomat turun,” kata Hasan, Isna, dan Yunus, pedagang barito (bawang, rica dan tomat). (mg-05/onk).

 

Share
Berita Terkait

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan