Senin, 22 Juli 2019

 Headline
MALUT POST / EKONOMI / Tiket Mahal, Penumpang Pesawat Turun

Tiket Mahal, Penumpang Pesawat Turun

Diposting pada 16/04/2019, 12:33 WIT
Grafis
Grafis

TERNATE - Kenaikan harga tiket yang terjadi di awal tahun ini, memengaruhi minat masyarakat menggunakan pesawat terbang.

Data dari Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) Sultan Babullah Ternate menunjukan, pergerakan penumpang pada Januari-Februari 2019 hanya  114.306 orang, turun dibandingkan Januari-Februari 2018 yang berjumlah 126.450. Terjadi penurunan 12.144 penumpang, atau anjlok  9,6 persen. Kepala Seksi Pelayanan dan Kerja Sama UPBU Sultan Babullah Ternate  Nurlaily mengatakan, pergerakan penumpang  di awal tahun ini untuk Januari 61.568 orang sedangkan Februari 52.738 orang. “Ini secara keseluruhan, baik  penumpang  datang, berangkat dan transit,” katanya. Di 2018, jumlah penumpang Januari  67.089 orang dan Febuari 59.361 orang.

Dia menuturkan penyebab turunnya penumpang pesawat karena harga tiket pesawat mahal.  “Orang mau berangkat tapi harga tiket pesawat masih tinggi sehingga berpikir dua kali kalau mau bepergian,” ujarnya.

Di satu sisi, i pergerakan pesawat pada Januari tahun ini sebanyak 1006 kali, terdiri dari pesawat yang datang 503 dan berangkat 503. Di Februari pesawat yang datang 450 dan berangkat 450 sehingga jumlahnya 900 kali. Total pergerakan pesawat Januari-Februari 2019 mencapai 1909 kali. Untuk 2018 di bulan Januari pesawat tiba 482 kali, berangkat 482 kali, sehingga jumlahnya 964 pergerakan. Di Februari tiba 432 kali dan berangkat 432 kali, jumlah pergerakannya 864 kali. Dengan demikian di Januari-Februari 2018 terjadi  1828 pergerakan pesawat.

Tahun ini hingga Februari pesawat yang masuk ke Ternate adalah Garuda, Sriwijaya, Batik, Lion , Wings, dan Trigina. Sedangkan Susi Air baru membuka rute Ternate di bulan Maret.   “Pergerakan penumpang di awal 2019 masih sepi, tapi jelang lebaran akan naik. ini berdasarkan pengalaman kita di tahun-tahun sebelumnya,” pungkas Nurlaily.

Anjlok 15 Persen
Sementara itu Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut terjadi penurunan jumlah penumpang pesawat di Februari 2019. Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan penurunan ini terjadi akibat mahalnya harga tiket pesawat.

Dia menyebutkan pada Februari 2019 penumpang pesawat berjumlah 5,63 juta turun 15,64 persen dibandingkan periode Februari 2018 sebanyak 6,6 juta. "Ada penurunan pada jumlah penumpang angkutan udara. Memang persoalannya harga tiket yang menjadi keluhan, ini terlihat di berbagai airport," ujar Suhariyanto.

Dia menyebutkan tiket pesawat ini sendiri bahkan ikut menyumbang inflasi Maret 2019. Tarif angkutan udara memberikan andil inflasi sebesar 0,04 persen dari inflasi keseluruhan Maret 2019 yakni 0,11 persen.  "Transportasi 0,10 persen andilnya itu 0,02 persen. Komoditas memberikan andil kepada inflasi adalah tarif angkutan udara 0,03 persen," jelasnya, seperti dilansir dari detikfinance.
Dia menambahkan kenaikan angka inflasi pada transportasi udara ini sangat tidak wajar. Mengingat pengalaman tahun-tahun sebelumnya, angka inflasi dari transportasi udara seharusnya mengalami penurunan.  Biasanya pengaruh kenaikan tiket udara pada inflasi sendiri terjadi pada masa-masa libur panjang dan sekolah. Seperti pada saat natal dan tahun baru, lebaran dan puasa. Sedangkan pada Maret ini tidak terlalu banyak libur.(tr-02/dtc/onk)

 

 

Share
Berita Terkait

Tiket Mahal, Penumpang Pesawat Turun

16/04/2019, 12:33 WIT

Ultah ke-56, Taspen Cegah Stunting

12/04/2019, 08:58 WIT

Muamalat-Baznas Salurkan Bantuan

15/04/2019, 09:13 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan