Minggu, 08 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / FEATURE / Guy Junior Harus Menunggu Lagi untuk Ikut Pemilu Pertamanya

Guy Junior Harus Menunggu Lagi untuk Ikut Pemilu Pertamanya

Diposting pada 17/04/2019, 14:23 WIT
GAGAL NYOBLOS: Pemain PSM Makassar menggelar sesi latihan di Bacolod, kemarin, jelang laga Piala AFC melawan klub Filipina Kaya FC-ILOILO PSM FOR JAWA POS
GAGAL NYOBLOS: Pemain PSM Makassar menggelar sesi latihan di Bacolod, kemarin, jelang laga Piala AFC melawan klub Filipina Kaya FC-ILOILO PSM FOR JAWA POS

Melayangnya Kesempatan Rombongan PSM Makassar Mencoblos saat Melawat ke Filipina

Para anggota rombongan PSM yang tengah melawat ke Filipina sebenarnya sudah menyiapkan formulir A5. Tapi, waktu transit yang mepet di Manila membuat mereka gagal menggunakan hak suara.

FARID S.M.-RAGIL P.I, Jakarta

HAMPIR tiga tahun lamanya Guy Junior Ondoua menunggu momen ini: menggunakan hak suara di pemilu. Persisnya sejak pesepak bola kelahiran Kamerun itu resmi menjadi warga negara Indonesia pada Juli 2016.

Namun, momen yang ditunggu-tunggu itu lewat sudah. Penyerang PSM Makassar tersebut tak akan bisa berpartisipasi dalam pesta demokrasi yang bakal diikuti sekitar 192 juta pemilik suara itu. “Mau bagaimana lagi? Saya tidak bisa berbuat apa-apa,” kata dia.

Semua bermula dari jadwal Guy dan rekan-rekan setim di Piala AFC, kompetisi antarklub Asia strata dua. Mereka harus berhadapan dengan klub Filipina Kaya FC-ILOILO dalam lanjutan fase grup di Bacolod besok (17/4).

Untuk mempersiapkan diri secara baik, PSM memilih berangkat Sabtu malam (13/4). Berangkat dari Makassar malam, tim yang menjadi runner-up Liga 1 musim lalu tersebut transit di Denpasar, Bali, lebih dulu.

Minggu (14/4) PSM baru berangkat dari Denpasar ke Manila. Seharusnya, di ibu kota Filipina itu 27 anggota rombongan, terdiri atas 15 pemain dan sisanya ofisial, bisa mencoblos. Sebab, mereka sudah membawa formulir A5 yang dibutuhkan untuk pindah coblos.

Bahkan, manajemen PSM sebelumnya juga sudah berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memberitahukan hal tersebut. “Manila satu-satunya kota di Filipina tempat bagi WNI yang punya suara bisa mencoblos. Tapi, ya bagaimana,” ucap Guy, kecewa.

Minggu lalu itu pencoblosan untuk para WNI yang tinggal di luar Indonesia memang serentak dihelat. Menurut Sulaiman Karim, media officer PSM, ketika transit di Bandara Manila, pihaknya sudah bersiap-siap melakukan pencoblosan. Sebab, di Bacolod, kota tujuan mereka, tak ada tempat pemungutan suara.

Kabar yang dia dengar sebelumnya, ada perwakilan resmi yang akan datang untuk memberikan surat suara kepada mereka. Namun, hingga ada pemanggilan untuk melanjutkan perjalanan menuju Kota Bacolod, tidak ada satu pun perwakilan yang hadir.

Sementara itu, waktu transit lumayan mepet. Hanya dua jam. “Tidak bisa keluar dari bandara, risiko. Jadi, sekali lagi, kami sudah persiapkan untuk mencoblos, tapi situasinya seperti ini,” ucap Sule, sapaan Sulaiman.

Kiper PSM Rivky Mokodompit sama kecewanya dengan Guy. Apalagi, dia tahu antusiasme masyarakat, termasuk para WNI di luar negeri, untuk menyambut pemilu yang di Indonesia dihelat pada 17 April itu.

Jadilah tiap kali ada yang mengucapkan kedua paslon, Jokowi-KH Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dia cuma bisa menelan ludah. “Ya kecewa, tidak bisa berikan suara saya tahun ini,” ujar dia.

Soal siapa yang akan dipilih untuk pemiihan presiden, Bayu Gatra, pemain PSM lainnya, mengaku belum memastikan. Apalagi untuk pemilihan anggota legislatif.

Namun, tetap saja kehilangan hak suara sangat disayangkan oleh mantan pemain Madura United itu. “Ya, sekarang kami di PSM hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk bangsa Indonesia,” tutur dia.
Sule meminta maaf kepada sejumlah pihak atas tidak bisanya PSM mencoblos. “Situasi yang membuat kami batal. Seumpama kami stay di Manila, mungkin bisa. Tapi, kami kan hanya transit,” papar dia.

Guy pun berharap siapa pun yang terpilih benar-benar mewakili suara rakyat Indonesia. “Saya yang sekarang sudah WNI akan bekerja keras untuk memberi prestasi. Saya akan habis-habisan agar PSM nanti bisa menang demi Indonesia,” ucap dia.

Begitu pula Bayu Gatra. Dia berharap siapa pun yang memimpin Indonesia bisa membawa ke arah yang lebih baik. Menghadirkan perubahan yang berarti bagi Indonesia. “Lima tahun ke depan ditentukan lewat suara pemilu ini. Semoga yang terbaik dan amanah yang menang,” harap dia.(jpc/kai)

 

Share

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan