Senin, 16 September 2019

 Headline
MALUT POST / OPINI / Sosio-Ekonomi

Sosio-Ekonomi

Diposting pada 17/04/2019, 13:40 WIT

Oleh : Ahlan Mukhtari Muslim Soamole
Alumnus Universitas Karya Dharma Makassar


Pada dasarnya perbuatan baik yang kerapkali dilakukan terus terang akan berantakan manakala perbuatan-perbuatan itu mengalami dekandensi dan merubah segalanya termasuk watak dan sikap seseorang akibat tendensi lemahnya kondisi sosial dan ekonomi, kondisi sosial yang dimaksud ialah melemahnya interaksi sosial antara seorang reform dengan dirinya maupun dengan orang lain, apa yang mempengaruhi kelemahan sosial itu adalah jiwa raga yang tidak terpenuhi kesejahteraannya, kesejahteraan material maupun kesejahteraan luhur jiwanya, realitas kecamukan manusia hari ini tak lepas daripada perbuatan menyimpang tersebut, orang cerdas menjadi bodoh, orang beriman menjadi amat menakutkan orang baik menjadi jahat, bahkan keseluruhannya berubah hanya karena kita diperhadapkan pada situasi kemelutan yang akut sehingga demikian dekandensi sosial ini dapat meruntuhkan nilai-nilai modal sosial kita dalam bermasyarakat berbangsa dan bernegara, sesungguhnya dibalik realitas ini terdapat berbagai macam ketimpangan yang tak lepas daripada merusaknya sistem sosial dan dominasi oligarki kapitalistik di dalam mengenderai politik menuju pada ambang destruktif negara yang masih menyisahkan warga bangsa (penjajah dari bangsa sendiri) dari negeri sendiri merupakan suatu perbudakan ketidakprikemanusiaan, beberapa pakar telah mengungkapkan lahirnya kemiskinan di negara ini akibat pengelolaan dan penguasaan keuntungan dilakukan sepihak golongan dan banyaknya korupsi merajalela, korupsi sebagai perbuatan kotor mencuri uang negara tentu merugikan negara dan rakyatnya, penguasaan sepihak dan perilaku KKN cerminan negara ini berada dalam ketimpangan. Dinamika kemelaratan ini akan memicu pembunuhan dan peperangan kembali meskipun secara horisontal antara sesama bangsa dan implikasi luas dapat terjadi antar negara.

Melemahnya ekonomi untuk mencukupi kesejahteraan bangsa dan negara memicu suatu problem besar sebab kecapaian kesejahteraan rakyat dapat menjadi penting dan menumbuhkan kualitas hidup bangsa dan negara menjadi baik sebaliknya kekurangan dan kelemahan memenuhi kesejahteraan akan berefek pada kemunduran suatu masyarakat pada nilai-nilai kesosialannya sebagaimana hidup dalam perpolitikan dan etos kerja tinggi, hal ini bagi Prof Anwar Arifin dikatakan sebagai masyarakat yang miskin bodoh dan sakit-sakitan, ekonomi Indonesia merupakan suatu representasi dari upaya mensejahterakan rakyat bangsa dan negara akan tetapi menghadapi tantangan besar manakala ekonomi ini didominasi oleh tingkah kapitalistik yang mengorientasikan keuntungan bagi sekelompok elite maupun pemilik modal realitas sistem ekonomi berbasis kapitalistik tak memberikan kemakmuran pada masyarakat hadirnya kapitalisme di negera berkembang sebatas menjadikan negara berkembang sebagai penyuplai sumber daya alam bagi Amerika Serikat, ekonomi yang melemah dapat memperparah kehidupan sosial masyarakat pada titik tertentu masyarakat akan berkecamuk dan terjadinya ditrust pada wilayah tertentu antara masyarakat, pemerintah dan korporasi distrust yang terjadi dapat merusak sistem sosial masyarakat terutama warga bangsa baik elite poltiik maupun masyarakat akar rumput.(*)

 

Share
Berita Terkait

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan