Senin, 27 Mei 2019

 Headline
MALUT POST / HUKUM / Fadli dan Rusmini Mangkir

Fadli dan Rusmini Mangkir

Diposting pada 17/04/2019, 13:52 WIT
Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate
Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate

TERNATE - Fadli Tuanane dan Rusmini Sadar Alam mangkir dari pemanggilan eksekusi Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate. Keduanya adalah terpidana kasus suap.

Kasi Pidsus Kejari Ternate, Toman Ramandey mengatakan, pihaknya telah menyiapkan atau menetapkan administrasi eksekusi terhadap dua terpidana itu. Bahkan, pihaknya telah memanggil secara resmi untuk kedua terpidana. Namun hingga kini kedua terpidana itu belum memenuhi surat pemanggilan pelaksanaan eksekusi.

“Sejak kami terima salinan putusan kasasi pada Maret kemarin, kami sudah dua kali memanggil kedua terpidana itu tapi keduanya mangkir dari surat pemanggilan yang kami layangkan,” kata Toman saat dikonfirmasi, kemarin (16/4).

Toman menegaskan, pihaknya akan kembali melayangkan surat pemanggilan eksekusi yang ketiga disertai dengan surat perintah membawa apabila kedua terpidana itu tidak ada itikad baik untuk memenuhi panggilan eksekusi. Sebelumnya, kata Toman, pihaknya telah menyerahkan surat pemanggilan terkait eksekusi kepada kedua terpidana sesuai dengan alamat domisili kedua terpidana. Surat panggilan eksekusi untuk Fadli Tuanane diterima langsung oleh istrinya sementara Rusmini Sadar Alam diberikan langsung ke kantor DPRD Halteng.

“Kami akan lakukan eksekusi paksa kalau keduanya tidak kooperatif,” tegasnya. Toman menuturkan, pihaknya bahkan telah berkoordinasi kepada penasehat hukum kedua terpidana dan keluarga keduanya agar kedua terpidana itu bisa kooperatif dalam mendukung pelaksanaan eksekusi tersebut.
“Kami harap keduanya bisa kooperatif, dan kami akan lakukan eksekusi selesai pemilu. Apalagi keduanya telah menerima putusan itu jadi tidak ada alasan bagi keduanya untuk tidak dieksekusi,” pungkasnya sembari menyatakan putusan kasasi untuk terpidana Ace Kurnia sejauh ini belum diterima Kejati Ternate.

Sekadar diketahui, dalam putusan kasasi nomor 2174 K/PID.SUS/2018 menyebutkan, menjatuhkan pidana penjara kepada Fadly Tuanane dengan pidana penjara selama 5 bulan dan barang bukti uang sebesar Rp 10 juta dirampas untuk negara. Sedangkan putusan kasasi nomor 1911 K/PID.SUS/2018 menyebutkan, menjatuhkan pidana penjara kepada Rusmini Sadaralam dengan pidana penjara selama 5 bulan. (aby/lex)

 

Share
Berita Terkait

Pelaku Pembaptisan Massal Ditangkap

04/03/2019, 14:26 WIT

Player CV Ubay Jaya Ditahan

08/03/2018, 13:02 WIT

Dana Ratusan Miliar Menguap

09/03/2018, 12:54 WIT

Ayah Perkosa Anak Kandung

15/02/2018, 09:18 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan