Rabu, 13 November 2019

 Headline
MALUT POST / MAJANG POLIS / Puluhan Warga tak Bisa Mencoblos

Puluhan Warga tak Bisa Mencoblos

Diposting pada 18/04/2019, 14:19 WIT


TERNATE – Puluhan warga di TPS 06 Makassar Barat, lingkungan Ngidi memprotes kebijakan KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara). Pasalnya, mereka tidak dapat menggunakan hak pilihnya meski, sudah berada di TPS sejak pukul 10.00 WIT. Puluhan warga ini, tak dapat undangan, tetapi mereka memiliki e-KTP yang beralamat di lingkungan tersebut, karena itu, mereka ingin menyalurkan hak pilihnya. “ Kami sudah ada di TPS sejak jam 10. Katanya di atas jam 12 baru bisa memilih. Tapi karena surat suara habis kami dipulangkan tanpa bisa menyalurkan hak pilih,” sesal Tanti salah satu pemilih, pada Malut Post, kemarin (17/4).

    Ketua KPPS TPS 06 Makassar Barat, lingkungan Ngidi, M. Tamrin Bopeng mengakui hal itu. Menurut dia, puluhan warga itu tidak bisa mencoblos karena surat suara (SS) habis. Warga yang datang ke TPS tersebut menggunakan e-KTP dan mereka bisa memilih jika surat suara masih ada. "Tadi yang terdata ada 58 pemilih menggunakan e-KTP, sedangkan sisanya sekitar 20 lebih kami suruh pulang karena SS habis," terangnya.

    Menurut dia, KPPS telah berkonsultasi dengan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan pemilih yang menggunakan e-KTP itu akan dialihkan ke TPS terdekat yang masih memiliki surat suara sisa, tapi waktunya sudah sekitar pukul 14.00 WIT, otomatis TPS lain juga sudah tutup. “ SS yang dikirim dari KPU ke TPS sesuai DPT, kalau sudah habis kita tidak bisa berbuat apa-apa. Karena jumlah surat suara tambahan juga terbatas. Kami sudah berikan penjelasan ke mereka tapi mungkin tidak diterima,” pungkasnya. (Mg-05/rul)

Tak Bisa Mencoblos

1. Puluhan warga di TPS 06 Makassar Barat, Lingkungan Ngidi memprotes kebijakan KPPS
2. Mereka tidak dapat menggunakan hak pilihnya meski sudah berada di TPS sejak pukul 10.00 WIT.
3. Puluhan warga ini tak dapat undangan, tetapi mereka memiliki e-KTP yang menjadi dasar untuk bisa menyalurkan hak pilih
4.  Mereka tak bisa menggunakan hak pilih karena KPPS beralasan SS telah habis
5. Puluhan warga tersebut sedianya akan diarahkan ke TPS terdekat namun TPS lain juga telah tutup
6. KPPS mengaku tak bisa berbuat apa-apa karena SS yang di dapat dari KPU juga terbatas

 

Share
Berita Terkait

E-Paper

Dahlan Iskan