Senin, 22 Juli 2019

 Headline
MALUT POST / FEATURE / SS DPR RI Diduga Disembunyikan

SS DPR RI Diduga Disembunyikan

Diposting pada 18/04/2019, 14:25 WIT
PEMILU: Pelipatan Surat Suara yang telah dihitung saat proses pungut hitung, kemarin di salah satu TPS di Kota Ternate
PEMILU: Pelipatan Surat Suara yang telah dihitung saat proses pungut hitung, kemarin di salah satu TPS di Kota Ternate

 TERNATE - Tahapan pungut hitung Pemilu serentak 2019 telah berlangsung, Rabu (17/4). Namun menjadi catatan penting, khusus di Maluku Utara. Betapa tidak, sejumlah kendala mewarnai proses pemungutan Surat Suara (SS).

Berdasarkan hasil pantauan Bawaslu, terdapat sejumlah titik pemungutan suara (TPS) di Malut kekurangan logistik jenis SS dan formulir C7 (daftar hadir pemilih). Bahkan ratusan SS diduga disembunyikan oleh oknum tertentu. Aksi bejat tersebut terjadi di TPS 5 Kelurahan Bastiong Karance. Atas insiden tersebut, Petugas KPPS sempat pending proses pemungutan suara.
TPS 5 Kelurahan Bastiong Karance, SS DPR RI kurang 100. Pemilih dilayani hanya dengan 4 jenis SS. Ditemui di lokasi, Ketua KPPS TPS 5 Kelurahan Bastiong Karance, Julkarnain Kamarula mengatakan, jenis SS DPR RI kurang 100 lembar. Padahal semestinya total SS untuk DPR RI ini 205. "Semalam dihitung sudah sesuai DPT yakni 201 plus 4 SS tambahan (2 persen), jadi total 205," katanya.

Menurutnya SS tersebut sudah disortir tapi tidak ada berita acara. Dia mengaku, usai disortir, SS yang dievakuasi di Kantor lurah, dijaga ketat oleh pihak kepolisian. Tapi setalah pencoblosan,  ternyata SS kurang 100 lembar. “Karena itu kami pending sementara sambil menunggu instruksi dari KPU," ucapnya.

Kejadian tersebut, ketua Bawaslu Kota Ternate, Kifli Sahlan langsung konfirmasi ke Suleman Patras, anggota KPU kota Ternate melalui via ponsel. Menurut Sulemen, SS untuk DPR RI di TPS tersebut kurang 128 lembar. Namun dia mengaku SS cadangan di KPU masih mencukupi untuk ganti SS yang kurang tersebut.

Ini berdasarkan konfirmasi Ketua Bawaslu Malut, Muksin Amrin pada jajarannya di Kabupaten. Muksin menuturkan, di TPS 1 Desa Inojaya Kecamatan Wasele Selatan, Haltim, SS Presiden kurang 103.  

Di TPS 2 Desa Langguna, Taliabu, lanjut Muksin, SS DPD RI  kurang 25 lembar dan TPS 1 dan 4 desa Wayo ditunda sampai setengah 10 karena  kekurangan SS Presiden. Di Morotai TPS 3 Desa Daeo kekurangan SS DPR RI 100 lembar. "Hasil koordinasi dengan KPU, proses pemungutan tetap jalan sambil menunggu instruksi," ucapnya.

Desa Waringin kecamatan Morotai Selatan Barat SS kabupaten untuk Dapil 1 sebagian ada di Dapil 2 dan sudah tercoblos 5 SS.  Menurut Ketua KPU Malut, Syahrani Somadayo, 5 SS dari Dapil 1 yang sudah tercoblos di Dapil 2 Pulau Morotai akan dihitung sah di Partai. "Berdasarkan edaran KPU dan Bawaslu,  Kalau salah Dapil tidak masalah, akan dihitung sah di partainya," ujar Syahrani yang dikonfirmasi Muksin. (cr-01/yun).

Poin-poin kendala proses pemungutan :
*  TPS 2 kelurahan Tafure kekuarang logistik.  Logistik jenis surat suara DPR RI kurang 25, SS DPD kurang 1. Sedangkan fotmulir C7 tidak ada
* TPS 1 Desa Inojaya Kecamatan Wasele Selatan,  Haltim SS Presiden kurang 103. Proses pengut hitung sementara dihentikan.
* Di Morotai TPS 3 Desa Daeo kekurangan SS DPR RI 100. Hasil koordinasi dengan KPU,  proses pemungutan tetap jalan sambil menunggu instruksi
*  Desa Waringin kecamatan Morotai Selatan Barat SS kabupaten Dapil 1 sebagaian ada di Dapil 2. Tapi SS dapil 2 lengkap. Di TPS tersebut 5 SS  sudah tercoblos.
* Di TPS 2 Desa Langguna, Taliabu SS DPD RI  kurang 25 lembar.
*  TPS 1 dan 4 desa Wayo ditunda sampai setengah 10 karena  kekurangan SS Presiden
*  TPS 5 Kelurahan Bastiong Kacance SS DPR RI kurang 100. Pemilih dilayani hanya dengan 4 jenis SS.

 

Share

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan