Rabu, 13 November 2019

 Headline
MALUT POST / POLITIK / Jokowi-Ma’ruf di Atas Angin

Jokowi-Ma’ruf di Atas Angin

Diposting pada 18/04/2019, 14:36 WIT
MENCOBLOS: Gubernur Abdul Gani Kasuba dan istri menyalurkan suaranya di Ternate, Rabu (17/4) RUSDI ABDURRAHMAN/MALUT POST
MENCOBLOS: Gubernur Abdul Gani Kasuba dan istri menyalurkan suaranya di Ternate, Rabu (17/4) RUSDI ABDURRAHMAN/MALUT POST

JAKARTA – 17 April jadi salah satu hari paling menegangkan bagi pasangan calon presiden-wakil presiden, calon anggota legislatif, dan tim sukses. Setelah pencoblosan calon pemimpin dan wakil rakyat dilakukan pagi hingga siang kemarin, kini waktunya bangsa Indonesia mengawal proses penghitungan suara. Hitung cepat dari berbagai lembaga survei berseliweran di media, namun real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) sendiri hingga pukul 02.00 WIT masih berputar di angka 0,02348 persen suara masuk.

Melalui situs hitung KPU pemilu2019.kpu.go.id, data yang masuk baru sebagian kecil atau baru 191 tempat pemungutan suara (TPS) dari total 813.350 TPS di Indonesia. Provinsi yang sudah menyetorkan sebagian kecil perolehan suaranya adalah Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Gorontalo, Bali dan Papua. Begitu juga sedikit data dari luar negeri.

Di Sumsel, pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin mendapat 2.018 suara, sementara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 4.838 suara. Lalu di Bali, Jokowi-Ma’ruf mengantongi 65 suara, dan Prabowo-Sandi 2 suara.

Kemudian di Gorontalo, paslon nomor urut 01 mendapat 10.741 suara, sedangkan paslon nomor urut 02 mendapat 13.051 suara. Disusul Papua Jokowi-Ma’ruf memperoleh 1.518 suara, dan Prabowo-Sandi hanya 50 suara.

Di Jateng yang merupakan basis PDI Perjuangan pasangan Jokowi-Ma’ruf mengantongi 176 suara, sedangkan Prabowo-Sandi baru 49 suara. Lalu di Jawa Timur Jokowi-Ma'ruf meraup 138 suara, dan Prabowo-Sandi 132 suara. Sementara untuk pemilihan luar negeri Jokowi-Ma’ruf mendapat 49 suara, dan Prabowo-Sandi 9 suara.

Situs pemilu2019.kpu.go.id sendiri tergolong sulit untuk diakses. Perlu beberapa kali percobaan untuk bisa melihat hasil real count di situs tersebut.

Sebelumnya, berdasarkan hasil quick count atau hitung cepat Pilpres 2019 dari lima lembaga survei, calon presiden petahan unggul dibandingkan pesaingnya. Kelima lembaga tersebut adalah LSI Denny JA, Litbang Kompas, Indo Barometer, Kedai Kopi (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia), dan CSIS (Center for Strategic and International Studies).

dilansir dari CNNIndonesia.com, hasil quick count LSI Denny JA yang sudah mencapai 94,60 persen per pukul 18.22 WIB menunjukkan paslon Jokowi-Ma'ruf unggul dengan 55,32 persen suara. Sedangkan paslon Prabowo-Sandi meraih 44,68 persen.

Selanjutnya Litbang Kompas yang mencapai 80,45 persen data masuk per pukul 18.20 WIB, menunjukkan Jokowi-Maruf unggul dengan perolehan 54,22 persen suara dan Prabowo-Sandi dengan 45,78 persen suara. Kemudian Indo Barometer pada pukul 18.22 WIB telah mencapai 83 persen data masuk. Hasil quick count Indo Barometer menunjukkan Jokowi-Ma'ruf juga unggul dengan 53,67 persen suara dan Prabowo-Sandi dengan 46,33 persen suara.

Lalu Kedai Kopi dengan 75,15 persen data yang masuk sampai pukul 18.44 WIB, menampilkan hasil quick count yang menunjukkan keunggulan Jokowi dengan 53,55 persen suara dan Prabowo-Sandi yang meraih 46,45 persen. Sedangkan CSIS berdasarkan 92,9 persen suara masuk sampai pukul 18.40 WIB, Jokowi-Ma'ruf memperoleh 55,5 persen, sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 44,5 persen.

Lembaga survei lain yakni Median pada pukul 18.22 WIB masih berada pada kisaran 51,93 persen data masuk. Hasilnya, perolehan 53,84 persen suara untuk Jokowi-Maruf dan 46,16 persen untuk Prabowo-Sandi.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, hitung cepat pemilu hanya sebuah referensi mengenai hasil penghitungan suara pada pemilu. Hasil resmi pemilu hanya dikeluarkan dan ditetapkan oleh KPU. "Kalau ada quick count, ada yang bikin exit poll, jadikan itu sebuah referensi. Jadikan itu sebagai sebuah informasi," kata Arief Budiman di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (17/4). "Hasil resminya kapan, berapa hasil resminya, ya nanti nunggu ketika KPU menetapkan hasilnya," lanjut dia seperti dilansir dari Kompas.com.

Arief mengatakan, KPU tidak melakukan hitung cepat. KPU mengeluarkan hasil penghitungan suara real count. Ia meminta masyarakat dan peserta pemilu meyakini hasil pemilu yang akan ditetapkan KPU. "Kemudian, apa pun hasil yang ditetapkan, tentu KPU mengajak kita semua untuk bisa percaya terhadap hasil yang ditetapkan," ujar Arief.

Arief menambahkan, KPU menggelar proses pemungutan dan penghitungan suara secara transparan. Proses ini bisa disaksikan oleh masyarakat dan pemantau. Jika ada pihak-pihak yang tak terima dengan hasil yang ditetapkan KPU, Arief meminta agar menempuh penyelesaiannya sesuai ketentuan yang berlaku. Peraturan perundang-undangan telah memberi kesempatan bagi pihak yang tak terima dengan proses pemilu untuk menyengketakan ke Bawaslu. Sementara, sengketa hasil pemilu dapat diselesaikan di Mahkamah Konsitutsi (MK). "Enggak usah lagi ribut, enggak usah lagi menyelesaikan di jalan-jalan. Karena ruang-ruang untuk menyelesaikan permasalahan itu sudah disediakan oleh lembaga-lembaga," kata Arief.

Senada dengan KPU, Prabowo menegaskan berdasarkan hasil real count ia dan Sandiaga Uno sudah memenangkan pilpres 2019 dengan perolehan suara 62 persen. "Berdasarkan hasil real count kita sudah menang 62 persen," kata Prabowo di kediamannya, Jakarta.

Menurut Prabowo, perolehan suara 62 persen itu berdasarkan suara yang diambil dari 320.000 Tempat Pemungutan Suara (TPS) pemilu 2019 atau sekitar 40 persen. "Saya yakin ini hasil dari ahli statistik dan ini tidak akan berubah banyak," kata Prabowo.

Sementara itu, Jokowi meminta para pendukungnya tetap menunggu penghitungan resmi KPU atas hasil perolehan suara Pilpres 2019. "Yang kedua, dari indikasi exit poll dan juga quick count tadi sudah kita lihat semua, tapi kita harus bersabar, bersabar menunggu penghitungan dari KPU secara resmi," kata Jokowi dalam pernyataannya di Djakarta Theater, Jl MH Thamrin, Jakpus, Rabu (17/4).
Jokowi, yang didampingi cawapres Ma'ruf Amin dan elite parpol koalisi, menyampaikan apresiasi terhadap KPU, Bawaslu, dan DKPP. Pemilu Serentak 2019 dinilai sudah berjalan dengan jujur dan adil. "Terima kasih juga kita sampaikan kepada TNI dan Polri yang telah mengamankan keamanan dan ketertiban sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik," ujarnya.

Klaim Unggul
Di Maluku Utara, hingga pukul 1.30 WIT belum ada satu pun data yang masuk ke situng KPU. Meski begitu, Ketua Badan Pemenangan Daerah Prabowo-Sandi, Wahda Z. Imam mengklaim paslon 02 telah memenangkan pertarungan di Malut dengan kisaran perolehan suara 70 persen. Kemenangan ini, kata dia, meningkat dari perolehan suara pada pilpres 2014 lalu. "Kalau pilpres 2014 kemenangan Prabowo (di Malut) di kisaran 64 persen. Kalau sekarang ini kemenangannya berkisar 70 persen sampai 75 persen," katanya kepada Malut Post kemarin.

Data kemenangan di Malut ini, sambung Ketua Partai Gerindra Malut itu, sama dengan data quick count yang telah ditampilkan beberapa televisi nasional. Karena itu, dapat disimpulkan di Malut Prabowo-Sandi menang telak. "Meskipun di Malut pasangan Jokowi-Ma'ruf didukung semua kepala daerah, namun masyarakat di tingkat bawah yang merasakan langsung bagaimana susahnya ekonomi berkehendak agar Presiden diganti. Sehingga tidak mau mengikuti arahan meskipun dari kepala daerah," terangnya.

Meski menang, Wahda mengakui masih ada kekurangan dalam pelaksanaan pemilu kali ini. Diantaranya kekurangan logistik berupa surat suara di Pulau Morotai dan Halmahera Timur. "Pelanggaran ini tim kami telah mengambil datanya, dan nanti akan disampaikan ke BPN pusat untuk diproses," tegasnya.

Lebih jauh, Wahda juga menanggapi hasil quick count sejumlah lembaga survei. Kata dia, hitung cepat itu tidak bisa dijadikan referensi mutlak untuk patokan kemenangan. Sebab internal BPN juga memiliki perhitungan cepat dan hasilnya pasangan Prabowo-Sandi menang 55,43 persen. "Ini ada rekayasa kecurangan yang sengaja dilakukan, tapi kami punya data yang bisa dibuktikan," tukasnya.(udy/cr-01/cnn/kmp/kai)

Share
Berita Terkait

Jokowi-Ma’ruf di Atas Angin

18/04/2019, 14:36 WIT

SS DPR RI Diduga Disembunyikan

18/04/2019, 14:25 WIT

Pemprov Dapat 378 Formasi

10/09/2018, 12:49 WIT

E-Paper

Dahlan Iskan