Minggu, 20 Oktober 2019

 Headline
MALUT POST / HUKUM / Pencoblosan di Lapas Bermasalah

Pencoblosan di Lapas Bermasalah

Diposting pada 18/04/2019, 14:22 WIT
PEMILU: Suasana saat dilakukan pencoblosan di LPP kelas III dan suasana di Lapas kelas II A Ternate.
PEMILU: Suasana saat dilakukan pencoblosan di LPP kelas III dan suasana di Lapas kelas II A Ternate.

TERNATE - Pelaksanaan pemilihan umum baik pemilihan Presiden (Pilpres) maupun pemilihan legislatif (pileg) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Ternate berjalan kurang maksimal. Pasalnya, dalam pelaksanaan pemilihan tersebut terdapat sejumlah masalah.

 

Kepala Lapas kelas IIA Ternate, Muji Widodo kepada Malut Post mengatakan, dari 242 narapidana, hanya 17 orang yang masuk DPT dan 2 nama lainnya didaftar KPU, 147 orang masuk dalam DPTb dan 92 orang yang hanya memiliki KTP masuk dalam DPk.

Sekitar pukul 08.00 surat suara diantar oleh petugas dari kelurahan Jambula sebanyak 17 surat suara sesuai banyaknya DPT, kegiatan pendaftaran dilaksanakan mulai pukul 08.20. Dari 17 orang DPT, sebanyak 9 orang menggunakan hak pilih-nya yakni 2 narapidana, 3 suami istri pegawai dan 4 anak pegawai sementara sisanya  8 orang tidak datang dikarenakan 4 orang tidak ditemukan alamatnya, 1 meninggal, 1 dibawah umur, 1 pindah alamat , 1 belum hadir.

“Sekitar pukul 10.00, pelaksanaan pemilu yang dalam DPT telah selesai selanjutnya setelah jam 1.15 dilaksanakan pendaftaran untuk DPTb namun sampai jam 10.30 blangko pendaftaran dari KPU sudah habis,” katanya, kemarin (17/4).

Sehingga pendaftaran untuk DPTb dan DPk  terhenti karena menunggu blangko pendaftaran datang dari KPU.  Namun sampai pukul 11.00, blangko pendaftaran belum juga datang akhirnya blangko di-foto copy dan pukul 12.00  pendaftaran dapat dimulai lagi. Sampai pukul 13.30 belum ada tambahan surat suara, sedangkan yang terpantau baru ada 52 orang yang terdaftar, yang lain sedang mengantri untuk didaftar.

Menurutnya, dalam pelaksanaan tersebut terdapat sejumlah masalah yang dihadapi. Permasalahan tersebut diantaranya, tidak semua narapidana yang memiliki KTP tersebut belum tentu terdaftar dalam DPT oleh KPU, padahal napi tersebut sama-sama mengurus KTP di dalam Lapas bersama Disdukcapil beberapa waktu lalu. Bahkan, hanya 2 orang yang masuk dalam DPT dari 241 narapidana.

Atas kendala tersebut, petugas Lapas bagian bimbingan narapidana sudah berulang kali minta agar narapidana yang memiliki KTP dimasukkan dalam DPT namun data terakhir hanya 2 orang. Masalah lainnya adalah, minimnya blangko pendaftaran yang disediakan KPU karena narapidana yang baru mendaftar 37 orang dan blangko pendaftaran dinyatakan telah habis. Namun, pihak penyelenggara menjanjikan  akan mengirim blangko pendaftaran namun sampai pukul 11.30, blangko tersebut belum juga tiba sehingga anggota KPPS Lapas berinisiatif untuk di-foto copy blangko pendaftaran dari TPS lain.

Masalah lainnya, lanjut Kalapas, minimnya distribusi surat suara. Sampai pukul 13.35, belum ada tambahan surat suara. Surat suara baru tiba di Lapas sekitar pukul 13.40 sebanyak 145 surat suara. Pencoblosan bagi DPTb dan DPk baru dimulai pukul 14.00. Namun pada pukul 17.00, pencoblosan kembali terhenti karena surat suara habis.

“Perkembangan terakhir pukul 17.50, TPS di Lapas mendapat tambahan 60 surat suara untuk Pilpres, masih ada kekurangan 10 surat suara untuk Pilpres sedangkan untuk pileg masih ada kekurangan 2 surat suara untuk DPR RI, 4 surat suara untuk DPD RI bahkan sampai pukul 19.00, aktivitas pencoblosan masih terus berlangsung,” tuturnya sembari mengaku hingga pukul 20.43 surat suara untuk Pilpres masih terdapat kekurangan sekitar 10 surat suara.

Terpisah, Kepala Divisi Pemasyarakatan Malut, Muji Raharjo kepada Malut Post mengatakan, pihaknya baik Lapas, Rutan maupun cabang Rutan sangat bersemangat dalam menjalankan pesta demokrasi. Di Maluku Utara dengan 1.221 warga binaan memiliki daftar pemilih. DPT sebanyak 93 dan DPTb sebanyak 753 orang bahkan sebagiannya masuk dalam DPK atau yang memiliki KTP. “Yang jelas, pihak Lapas dan Rutan telah memfasilitasi semuanya yakni tempat dan pemilih,” singkatnya. (*)

 

Share
Berita Terkait

Pelaku Pembaptisan Massal Ditangkap

04/03/2019, 14:26 WIT

Player CV Ubay Jaya Ditahan

08/03/2018, 13:02 WIT

Dana Ratusan Miliar Menguap

09/03/2018, 12:54 WIT

TKW Tewas Jatuh Saat Berusaha Kabur

07/09/2019, 12:18 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan