Senin, 19 Agustus 2019

 Headline
MALUT POST / / Remaja Putri Gantung Diri

Remaja Putri Gantung Diri

Diposting pada 16/07/2019, 13:12 WIT
TAK BERNYAWA: Korban gantung diri, Milda Lahabir (17), usai dievakuasi di kamar tidurnya, Senin (15/7) POLRES HALUT FOR MALUT POST
TAK BERNYAWA: Korban gantung diri, Milda Lahabir (17), usai dievakuasi di kamar tidurnya, Senin (15/7) POLRES HALUT FOR MALUT POST

TOBELO – Entah apa yang dipikirkan Milda Lahabir (17), warga Desa Salimuli, Kecamatan Galela Utara, sehingga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Kematian tragis Milda ini ikut menambah daftar kasus bunuh diri di Halut. Jasad korban ditemukan sekira pukul 15.00 WIT Senin (15/7) kemarin.
Informasi yang dihimpun Malut Post menyebutkan, jasad korban pertama kali ditemukan dalam posisi tergantung oleh sang kakak, Rafdi, dan adiknya Karmawati. Milda ditemukan tak bernyawa di dalam kamar tidurnya.
Sebelum itu, korban yang baru saja lulus SMP itu sempat dicari Karmawati. Lantaran tak kunjung ketemu, Karmawati lalu melangkahkan kaki menuju kamar korban. Tiba di depan kamar, ia memanggil nama Milda dan mengetuk pintu namun tak ada respons.
Wati pun mengintip dari jendela kamar dan menemukan kakaknya dalam posisi tak wajar. “Adik korban pun terkejut, karena melihat kakaknya sudah dalam kondisi gantung diri,” ungkap Kasubag Humas Polres Halut, Aiptu Hopni Saribu.
Wati yang ketakutan lantas memanggil Rafdi yang kemudian mendobrak pintu kamar. Rafdi lalu memotong tali yang digunakan Milda untuk gantung diri.
Menurut pengakuan keluarga, sambung Hopni, korban sudah berdiam diri di kamarnya sejak pukul 9 pagi. Korban sendiri baru saja lulus SMP namun keluarga belum memutuskan apakah ia akan melanjutkan sekolahnya ke tingkat SMA atau tidak. “Berdasarkan pengakuan keluarga, korban memang sering beraktivitas di dalam kamarnya,” aku Hopni.
Di sisi lain, sambung Hopni, korban diketahui sering pulang larut malam. Ini membuat pihak keluarga sering menasihati, bahkan kadang memarahinya. Namun ia tak pernah dipukul. "Menurut Rafdi, dalam keluarga sudah memahami hati korban yang sangat mudah putus asa," ujarnya.
Keluarga sendiri telah mengikhlaskan kepergian Milda. Pihak keluarga pun menolak jasad korban diautopsi. “Keluarga meyakini korban murni gantung diri, makanya mereka juga telah menandatangani surat pernyataan penolakan tindakan medis atau autopsi,” ungkap Hopni. Jenazah korban akhirnya dikebumikan pihak keluarga di pekuburan umum setempat.(cr-04/aji)

Share
Berita Terkait

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan