Sabtu, 14 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / / Kerja Sama yang Menguntungkan

Kerja Sama yang Menguntungkan

Diposting pada 18/07/2019, 14:55 WIT
DELEGASI: Petinggi Pemkot Tikep dan delegasi berpose usai pertemuan.
DELEGASI: Petinggi Pemkot Tikep dan delegasi berpose usai pertemuan.

TIDORE – Pada pertemuan Global Network of Magellan Cities (GNMC) X yang berlangsung di Kota Tidore, Rabu (17/7) kemarin, 11 delegasi GNMC yang hadir pada kesempatan tersebut juga membentuk kepemimpinan baru yakni Wakil Wali Kota Sevila Antonio Munoz Martinez sebagai Presiden GMNC yang baru. Selain Wali Kota Sevila yang ditunjuk sebagai Presiden GNMC yang baru, pertemuan kemarin juga menunjuk Wali Kota Capt. Ali Ibrahim sebagai Wakil Ketua GNMC.
Pada kesempatan tersebut, Antonio Munoz Martinez mengucapkan terima kasih kepada kepemimpinan GMNC sebelumnya atas kepemimpinannya selama ini. Dirinya juga mengucapkan selamat kepada Wali Kota Tikep yang terpilih menjadi Wakil Ketua GNMC. Pada rapat itu juga membahas bagaimana tujuan GNMC ke depan untuk meningkatkan kota-kota yang menjadi persinggahan Magelhaens, meningkatkan kerja sama, juga mengupayakan agar jalur rempah menjadi warisan budaya Unesco. "Besok hari akan muncul di koran-koran tentang berita kerja sama Sevila dan Tidore, tentang tanggung jawab dan tugas bersama untuk saling mengembangkan dan juga sebagai bukti, bahwa Tidore dan Sevila makin erat," terangnya.

Sementara itu

Salah satu putra Tikep, Malik Ibrahim berharap semoga forum GNMC (Global Network of Magellan Cities) di Tidore dapat merumuskan poin - poin strategis, terutama resolusi politik wilayah yang mendorong percepatan kemandirian daerah.
"Kita berharap Tidore dan Malut pada umumnya,  tidak sekadar jadi etalase kawasan pinggiran dari segi geopolitik global. Harus ada pemahaman baru yang komprehensif tentang mata rantai sejarah rempah-rempah dan ketidak-adilan pengembangan kawasan di Indonesia,” harapnya.
Mula dari konteks komparasi Internasional, dan interaksi mondial  dalam hubungan kota-kota dunia.  Selain nasionalisme dalam bingkai kesadaran global, maka model hubungan,  peran dan kontribusi nyata dalam konteks lokal. Dari sisi dominasi global sudah jelas bahwa apapun momentum bangsa maju itu tidak bisa melepaskan diri dari cara berfikir kolonial. Dan ini dominan bagi bangsa-bangsa Eropa.
Bagi saya terdapat beberapa keyakinan yang harus di-review.  Pertama, Tidore dan Malut episentrum tata dunia yang lebih adil.  Bukan etalase pusat terhadap pinggiran dalam memperebutkan warisan alam. Kedua,  menolak dekolonisasi dan dominasi politik global yang cenderung menciptakan ketergantungan. Terlebih dijaga agar sumber daya kita tidak dikuasai Asing atas nama pengembangan investasi jangka pendek. ketiga, disebut kebangkitan Tidore,  karena mungkin selama ini kita masih tidur setelah era kedigjayaan itu berakhir.  The sleeping giant harus dibangunkan. Ibarat kisah anak Elang yan diasuh ayam. Keempat,  perspektif pengembangan pinggiran harus diwujudkan dalam percepatan ekonomi,  infrastruktur dan politik dalam koridor NKRI, yaitu OTSUS Tidore sebagai jawaban kebangkitan Tidore.(cr-03/lex)

Share
Berita Terkait

Sultan Tidore Apresiasi Rizal Ramli

05/04/2018, 12:36 WIT

Tak Terima, Yaser Marah

10/10/2018, 11:34 WIT

Tuan Rumah KKN Kebangsaan

19/02/2019, 09:25 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan