Jumat, 06 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / / DKP Sosialisasikan Perda ZWP3K

DKP Sosialisasikan Perda ZWP3K

Diposting pada 18/07/2019, 14:23 WIT
KOMPAK: Foto bersama usai kegiatan sosialisasi.
KOMPAK: Foto bersama usai kegiatan sosialisasi.

SANANA - Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Utara (Malut), bekerja sama dengan DKP Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), menggelar sosialisasi Perda Pemprov Malut Nomor 2 Tahun 2018 tentang Zona Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (ZWP3K).
Sosialisasi di ruang rapat dua Kantor Bupati Kepsul itu, disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut DKP Malut, Musrifah Alhadar dan M. Irfan Koda. Kegiatan tersebut dibuka Plt Sekkab Umar Umabaihi. Dalam sambutannya, Umar mengatakan  sosialisasi tersebut merupakan upaya untuk memberikan kepastian hukum dan transparansi dalam pengelolaan laut dan pulau-pulau kecil di Malut. Sehingga dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.
Lanjutnya, salah satu instrumen hukum dalam masalah itu yakni Perda Nomor 2 Tahun 2018. Dimana regulasi itu mengatur tentang pengawasan, pengendalian dan pengelolaan wilayah pulau-pulau kecil, serta pemanfaatan ruang laut dan manjaga ekosistem perairan di Malut, serta bermanfaat untuk kepentingan umum. ”Kita berharap sosialisasi ini dapat memberikan informasi pada semua stake holder terutama pengusaha dan nelayan, dalam memanfaatkan potensi ruang laut yang ada di Sula,” ujarnya.
Pemateri M. Irfan Koda menjelaskan, luas laut Malut yakni 113.796,53 kilometer persegi dengan panjang garis pantai 6.823,5 kilometer atau seperdelapan dari panjang garis pantai Indonesia. Malut memiliki  805 buah pulau, 82 pulau berpenghuni dan 723 tidak berpenghuni. ”Sementara untuk pulau terluar kita hanya punya satu yakni pulau Jiw yang ada di Halmahera Tengah. Dari 8 Kabupaten dan 2 Kota di Malut,  78,68 persen merupakan desa pesisir dan 21,3 persen daerah pedalaman terpencil.  “Ada 872 desa di pesisir pantai, sementara jumlah jiwa kita 1 juta jiwa lebih di tahun 2015.
Dia menambahkan  jumlah nelayan di Malut  mencapai  19.056 orang termasuk di Kepsul. Jumlah ini sudah termasuk nelayan yang punya profesi lain.   “Ini menjadi pekerjaan rumah untuk kita semua, agar masyarakat yang murni sebagai nelayan betul-betul menjadi nelayan,” jelasnya. Dia menambahkan tingkat pendidikan nelayan di pulau kecil dan pesisir, tamatan SD paling banyak yakni 50 persen, SMP 30 persen, SMA 10 persen dan tidak tamat SD juga 10 persen.
Kegiatan sosialisasi selain dihadiri sejumlah pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), juga dihadiri  nelayan dan pengusaha serta waka polres kepsul Arifin La Ode Buri. (ikh/onk/*).

Share
Berita Terkait

Tiga Pejabat Dicopot

22/02/2018, 11:59 WIT

Prabowo-Sandi Unggul di Lapas Sanana

18/04/2019, 12:56 WIT

Ayah Hamili Anak Kandung

28/11/2018, 12:32 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan