Kamis, 12 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / MAJANG POLIS / Banggar Korek Proyek Multiyears

Banggar Korek Proyek Multiyears

Diposting pada 19/07/2019, 13:49 WIT
PANTAU PROYEK: Banggar DPRD Kota Ternate on the spot ke lokasi proyek multiyeras, Gamalama Modern dan reklamasi Pantai Kayu Merah.
PANTAU PROYEK: Banggar DPRD Kota Ternate on the spot ke lokasi proyek multiyeras, Gamalama Modern dan reklamasi Pantai Kayu Merah.

Realisasi Anggaran
70 Persen, Sport Hall
Mandek
Iqbal: Progres Pekerjaan
Tak Sesuai Anggaran

Edit : Fahrul Marsaoly
Peliput : Bambang Cahyadi 


    TERNATE – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Ternate, memantau sejumlah mega proyek yang dikerjakan dengan sistem pekerjaan tahun jamak (multiyears) oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ternate.
    Sejumlah proyek multiyears yang dipantau itu adalah pembangunan sport hall di Kelurahan Ubo-ubo, Pasar Gamalam Modern di Kelurahan Gamalam dan
reklamasi Pantai di Kelurahan Kayu Merah-Kalumata.
    Wakil Ketua Banggar Muh
Iqbal Ruray mengatakan, dari hasil on the spot di lapangan itu, Banggar menyoroti beberapa hal, misalnya pada proyek sport hall. Pencairan anggaran proyek itu sudah mencapai 70 persen tapi saat ini pekerjaannya tidak lagi jalan. Sementara masa kontrak akan berakhir Agustus mendatang. “ Pekerjaannya terbengkalai, bangunannya bahkan belum selesai, atap juga belum dipasang. Ini menjadi catatan Banggar. Besok (hari ini red) kami akan panggil Dinas PUPR dan rekanannya,” tegas Iqbal, Kamis (18/7).    
    Sementara dari hasil pemantauan proyek reklamasi pantai di Kelurahan Kayu Merah, Iqbal melihat, proyek yang menghabiskan anggaran miliaran itu dari sisi manfaat tidak maksimal. Iqbal lantas mengusulkan agar proyek itu diserahkan ke pihak swasta agar tidak terus menerus menguras APBD. “ Baiknya proyek itu diserahkan ke pihak swasta, sebab kita masih punya pekerjaan yang bersifat urgen seperti penanganan banjir,” tandas politisi Golkar ini.   
    Sedangkan soal proyek Gamalama Modern, di bagian belakang gedung itu, baru lima rumah yang dibebaskan yang panjangnya sekitar 30 meter. Sementara lahan yang dibutuhkan sekitar 75 meter. “ Ini tentu menjadi  
Persoalan karena menghambat pekerjaan proyek yang anggarannya sudah disetujui sebesar Rp 70 miliar itu,” tukas mantan Ketua DPRD Kota Ternate ini.
    Melihat berbagai persoalan itu, Banggar akan berkonsultasi dengan pemerintah agar sama-sama mencari solusi. “ Kami juga akan mengecek air mancur yang berada di depan kantor walikota. Sekarang tidak lagi berfungsi padahal baru belum lama dibangun,” pungkasnya.
(mg-06/rul)                                                                                                                     

Share

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan