Sabtu, 14 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / FEATURE / Pemkot Aktif, Masyarakat Juga Wajib Proaktif

Pemkot Aktif, Masyarakat Juga Wajib Proaktif

Diposting pada 22/07/2019, 14:41 WIT
BEBAS MALARIA: dr. Abdullah Maradjabessy (keempat dari kanan) berpose dengan petugas kesehatan di depan kantor Dinas Kesehatan Tikep MAHFUD H. HUSEN
BEBAS MALARIA: dr. Abdullah Maradjabessy (keempat dari kanan) berpose dengan petugas kesehatan di depan kantor Dinas Kesehatan Tikep MAHFUD H. HUSEN

Peluang Besar Tikep Jadi Daerah Eliminasi Malaria


Kota Tidore Kepulauan (Tikep) menjadi satu-satunya daerah dari 10 kabupaten/kota di Maluku Utara (Malut) yang diajukan pemerintah provinsi ke pemerintah pusat untuk dilakukan eliminasi malaria. Kota Tikep dinilai layak menjadi daerah menuju kategori bebas malaria pada 2025 nanti.

MAHFUD H. HUSEN, Tidore

DOKTER M. Erfandi, Ketua Tim Penilaian Keberhasilan Eliminasi Malaria Indonesia, yang mengunjungi Dinas Kesehatan Tidore Kepulauan, Jumat (19/7) menguatkan peluang Tikep tersebut. dr. Erfandi datang didampingi tiga anggotanya yakni dr. Anneke Kapoh, Letkol Laut Irasari, dan Jessica.
Menurut Erfandi, eliminasi malaria di Indonesia yang berhasil ditotal baru dua provinsi yakni Jakarta dan Bali. Malut secara keseluruhan dari 10 kabupaten/kota memang sudah sangat baik, hanya saja ada beberapa daerah tertentu yang kategori "merah". "Eliminasi di Kota Tikep akan tercapai, namun harus didukung dari semua kalangan untuk sosialisasi," tuturnya.
Malaria, kata dia, ada beberapa kategori malaria yakni indigenous yang artinya malaria yang muncul karena penularannya di daerah itu sendiri. Malaria introduced yang artinya malaria yang dibawa oleh orang luar yang tertular lewat transfusi darah. "Kalau status eliminasi sudah tercapai, bukan tidak boleh ada kasus. Tetap saja ada kasus, namun surveillance berjalan bagus," terangnya sembari mengatakan jika Tikep sudah tercapai, maka masalah malaria akan tuntas. "Pastinya Tidore akan menuju kesana (eliminasi, red)," sambungnya.
Dari pengamatannya, ada dua daerah di Malut yang tingkat penyebaran malarianya sudah turun sangat jauh yakni Tidore dan Ternate. Hal ini sangat layak untuk eliminasi. Pihaknya tinggal melihat siapa yang betul-betul sudah siap dengan perang melawan malaria ini. Daerah di Malut saat ini sebagian besar sudah kategori "hijau" yang artinya di bawah satu. "Jika dari 1000 penduduk, maka ada satu kasus. Jadi kita tinggal mencegahnya," tandasnya.
Dirinya menjelaskan bahwa syarat untuk dilakukan eliminasi malaria di suatu daerah adalah apabila malarianya rendah, infrastrukturnya bagus, dukungan dari pimpinan daerah dalam hal anggaran juga bagus, dan masyarakat juga berperan sangat baik, maka diusulkan ke pemerintah provinsi. Pemprov kemudian turun melakukan pengamatan dan verifikasi, dan apabila ternyata cukup baik, maka diusulkan ke pemerintah pusat. Pempus kemudian memastikan daerah tersebut layak atau tidak dalam eliminasi. Setelah daerah itu dikatakan layak untuk eliminasi, maka dilihat dalam tiga tahun ke depannya. "Apabila daerah itu bisa mempertahankan status eliminasi selama tiga tahun berturut-turut, maka daerah itu akan mendapat sertifikat bebas malaria, maka akan dikunjungi dari internasional yang difasilitasi oleh WHO. Itu diperiksa, dilihat, sampai ditetapkan layak. Dengan begitu kunjungan wisatawan semakin banyak," terangnya.
Lanjutnya, keuntungan status eliminasi ini ada dua, yakni monumental untuk pimpinan daerah saat ini, dan yang kedua merupakan suatu cara atau strategi daerah itu terbebas dari malaria. Diperkirakan pada tahun 2025 nanti, Malut bisa bebas malaria. "Dan Tidore merupakan yang pertama. Ini karena didukung penuh pimpinan pemerintah daerah, kepala dinas maupun masyarakatnya," tandasnya.
Sementara Irasari Listyawati meminta kepada masyarakat apabila ada tanda-tanda sakit kepala, gejala demam, maka segera mendatangi dokter atau petugas kesehatan setempat. Jika itu malaria, maka akan dikasih obat dalam 1x24 jam. "Dan obat yang dikasih dokter harus diminum sampai tuntas, harus diminum secara teratur sesuai petunjuk dokter. Jika tidak diminum secara teratur, maka itu tidak berpengaruh. Harus minum sampai habis," tambahnya menutup.(cr-03/pn/lex)

 

 

Share

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan