Minggu, 20 Oktober 2019

 Headline
MALUT POST / EKONOMI / Harga Rica Meroket

Harga Rica Meroket

Diposting pada 23/07/2019, 12:47 WIT
TRANSAKSI: Aktivitas jual beli di Pasar Higienis Bahari Berkesan Ternate. ft dok
TRANSAKSI: Aktivitas jual beli di Pasar Higienis Bahari Berkesan Ternate. ft dok

Fuli Kini Rp 220 Ribu

Peliput : Putri Citra Abidin
Editor : Bukhari Kamaruddin


TERNATE - Harga rica (cabai, red) nona di Kota Ternate terus mengalami kenaikan.  Jika Rabu (17/7) pekan lalu masih Rp 70 ribu, kini naik menjadi Rp 80 ribu per kilogram.
“Dari hari Minggu (21/7) sudah naik Rp 10 ribu menjadi Rp 80 ribu,” kata Usman, pedagang di Pasar Higienis Bahari Berkesan, kemarin (22/7).  Stoknya juga makin berkurang, dan pagi kemarin dia hanya mendapat 10 kilogram saja. Selain rica nona, cabai rawit juga harganya makin tinggi. Sebelumnya Rp 70 ribu, kini Rp 90 ribu per kilogram. Menurut Mastura, pedagang, dia hanya mendapat 4 kilogram.  “Saya beli dari Subaim Haltim, tadi pagi (kemarin pagi, red) saya ambil sekitar 4 kilogram,” akunya. Sedangkan harga bawang dan tomat masih stabil.
Salah satu agen barito (bawang, rica dan tomat) Sahril, membenarkan jika harga cabai nona mengalami kenaikan. Namun menurutnya, harga eceran seharusnya bervariasi antara Rp 65 ribu hingga Rp 70 ribu per kilogram. “Stok rica masuk dari Subaim 200 kilogram, siang sudah habis,” tuturnya. Dia menjelaskan penyebab kenaikan harga cabai karena permintaan tinggi, sementara pasokan kurang. Sebetulnya selain Subaim, ada juga pasokan cabai dari Gane Barat Halsel, namun sampai saat ini belum masuk. Mungkin karena kondisi di Gane habis dilanda gempa bumi. Sahril menambahkan harga rica keriting Rp 40 ribu, tomat Rp 15 ribu - Rp 16 ribu, dan lemon ikan Rp 15 ribu per kilogram. “Harga tomat dan lemon ikan turun,” tuturnya. Namun amatan Malut Post, ada pedagang eceran yang menjual lemon ikan Rp 25 ribu per kilogram.
Sementara itu   harga hasil bumi khususnya harga fuli terus naik. Awal pekan ini harga fuli naik menjadi antara Rp 210 ribu - Rp 220 ribu per kilogram. Minggu lalu Rp 200 ribu per kilogram.  “Harga fuli Rp 210 ribu per kilogram pala dan cengkih masih normal Rp 65 ribu dan Rp 72 ribu per kilogram,” kata pemilik Toko Harapan Karya, Roni, kemarin (22/7).  Harga hasil bumi lainnya masih stabil.  Di Putra daerah, harga fuli tembus Rp 220 ribu per kilogram, pala Rp 65 ribu dan cengkih Rp 72 ribu per kilogram.
Sementara kenaikan harga fuli ini disambut baik petani. Menurut Ade, petani asal Sofifi Oba Utara, kenaikan harga fuli ini menguntungkan mereka. Namun dia mengaku harga di Sofifi selisihnya antara Rp 5000 - Rp 7.000 dibandingkan di Ternate. (mg-05/onk).

 

Share
Berita Terkait

Tiket Mahal, Penumpang Pesawat Turun

16/04/2019, 12:33 WIT

Ultah ke-56, Taspen Cegah Stunting

12/04/2019, 08:58 WIT

Basuki: Jangan Ambil Kerang

18/04/2019, 09:25 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan