Senin, 19 Agustus 2019

 Headline
MALUT POST / MAJANG POLIS / Anak Main Korek Api, Rumah Dilalap Api

Anak Main Korek Api, Rumah Dilalap Api

Diposting pada 24/07/2019, 13:09 WIT
KEBAKARAN: Sebuah rumah di lingkungan Tanah Mesjid kelurahan Kalumpang Ternate Tengah dilalap si jago merah. Pada gambar petugas pemadam kebakaran tengah memadamkan api, Selasa (23/7)
KEBAKARAN: Sebuah rumah di lingkungan Tanah Mesjid kelurahan Kalumpang Ternate Tengah dilalap si jago merah. Pada gambar petugas pemadam kebakaran tengah memadamkan api, Selasa (23/7)

Selamat Nyawa,Yogi
Loncat dari lantai Dua

TERNATE – Warga kelurahan Tanah Masjid Kecamatan Ternate Tengah tepatnya di RT 02/ RW 01 dikejutkan dengan terbakarnya rumah milik almarhum H Maulud Sangaji, kemarin (23/7).
    Rumah berlantai dua yang terletak di belakang kantor Dinas Sosial dan kantor Kejaksaan Negeri Ternate itu terbakar sekitar pukul 10.00 WIT. Kebakaran itu membuat panik warga sekitar. Pasalnya, rumah tersebut berada di kawasan pemukiman padat penduduk.
    Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, kebakaran itu terjadi karena kelalaian penghuni rumah yang membiarkan anak berusia 8 tahun bermain korek api gas.   
    Salah satu penghuni rumah, Iip Jaya Aprianto (36), mengungkapkan, awalnya kebakaran tersebut terjadi karena keponakannya Faruk (8) bermain korek api gas dengan membakar kertas dan plastik di teras lantai dua rumah. Di teras tersebut terdapat kursi sofa dan tumpukan baju serta satu tempat tidur bekas. Karena mungkin kertas dan plastik yang dibakar itu membesar lalu merambat ke sofa, baju dan tempat tidur bekas tersebut.
    Melihat api yang makin membesar, keponakannya itu lantas
berlari turun ke lantai satu dan memberi tahu kepada neneknya.
“Saat itu saya sedang tidur di lantai satu. Mendengar hal tersebut, kami naik ke lantai dua, tapi api sudah membesar dan merembet ke plafon rumah,” kisahnya, saat ditemui di lokasi kejadian.
    Saat kebakaran itu, kakak kandungnya Yogi Sangaji telah berada di lantai dua dan berusaha memadamkan api. Melihat api yang kian membesar. Dirinya kembali turun ke lantai satu sekitar tiga kali bolak-balik untuk mengambil air. Namun usaha itu tidak berhasil dan api makin menjalar ke semua ruangan di lantai dua. Karena api makin membesar dia lalu meminta sang kakak untuk segera turun ke lantai satu. Namun, Yogi tetap bersikeras memadamkan api.
“Karena api semakin membesar dan tidak ada lagi jalur untuk turun, Yogi langsung melompat ke atap rumah tetangga. Tapi Yogi sudah mengalami luka bakar,” ceritanya.
    Akibat kebakaran itu, sejumlah barang-barang di lantai dua berupa alat elektronik dan beberapa dokumen berupa ijazah dan kartu keluarga hangus terbakar. Sementara empat orang penghuni yang berada di rumah ketika itu juga selamat. “Kalau barang-barang di lantai satu semuanya aman. Kerugian yang dialami sekitar puluhan juta,” ungkapnya.
    Dalam kebakaran itu, pemadam kebakaran mengerahkan tujuh unit mobil pemadam untuk menjinakkan “si jago merah”. Beruntung pemadaman tiba di TKP tepat waktu sebelum api merambat ke pemukiman lain. “ Untuk mereka datang cepat, kalau tidak rumah tetangga juga bisa ikut terbakar,” ujarnya.
    Sementara itu, akibat luka bakar
Yogiyanto Sangaji (43) langsung dilarikan ke RSUD Chasan Boesoirie.  
    Jogiyanto yang ditemui di kamar isolasi, ruang bedah rumah menuturkan, ketika itu, dirinya berada di kamar lantai dua. Dia keluar kamar karena mencium bau hangus. Saat keluar dia melihat api mulai membesar. Dia mengaku sudah berupaya memadamkan sumber api dengan segelas air. Tapi terlambat api terlebih dahulu membesar. Akibat kejadian itu, dia mengalami luka bakar di kaki dan wajah bagian kanan.
    Terpisah Kabid Ops Dinas Pemadam Kebakaran, Naim Syafar mengatakan, setelah mendengar informasi kebakaran, pihaknya langsung menuju ke TKP. Saat menuju lokasi, pihaknya sempat terkendala dengan tenda yang berada di bahu jalan. Pihaknya  terpaksa harus memutar agar bisa lebih dekat ke sumber api. “ Saat lakukan pemadaman kami harus hati, jangan sampai ada arus listrik yang merembet,” terangnya.
    Dalam insiden itu, mereka mengerahkan 50 personel dan tujuh mobil pemadaman kebakaran. “ Saya imbau agar anak-anak jangan dibiarkan bermain api apalagi memegang korek,” imbaunya.
    Sementara itu, Kapolsek Ternate Utara, Iptu Ambo Wellang mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Dari hasil pemeriksaan diperoleh informasi, kebakaran terjadi saat anak dari salah satu penghuni rumah itu sedang bermain api dari korek api gas. Ketika itu, anak berusia sekitar 8 tahun tersebut sedang membakar plastik di lantai dua rumah dan kebetulan di tempat itu ada tumpukan pakaian yang sudah habis dicuci termasuk ada kursi sofa. Sehingga api juga menghanguskan sofa dan pakaian yang ada disitu. Api kemudian langsung membesar.
“Untuk lokasi kebakaran kami sudah pasang garis police line,” singkatnya. (aby/mg-04/rul).

Share
Berita Terkait

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan