Rabu, 21 Agustus 2019

 Headline
MALUT POST / / Petani Keluhkan Aktivitas PT ARA

Petani Keluhkan Aktivitas PT ARA

Diposting pada 24/07/2019, 13:41 WIT
Salah satu aktivitas penambangan yang dilakukan PT Alam Raya Abadi (ARA) di Wasile Timur yang dikeluhkan sejumlah petani.
Salah satu aktivitas penambangan yang dilakukan PT Alam Raya Abadi (ARA) di Wasile Timur yang dikeluhkan sejumlah petani.

MABA – Sejumlah petani di Kecamatan Wasile Timur mengeluhkan aktivitas perusahaan tambang PT Alam Raya Abadi (ARA). Ini karena ruas jalan yang digunakan untuk pengangkutan biji nikel dari area tambang sudah mengganggu aktivitas petani. Sebab ruas jalan ke pelabuhan pada sisi kanan dan kiri terdapat perkebunan warga. Bahkan untuk pemeliharaan jalan, pihak perusahaan seenaknya terus melakukan penggusuran tanpa ada pemberitahuan kepada petani."Sampai hari ini PT ARA tidak kompromi atas hak-hak kami. Padahal kami adalah wajib pajak areal perkebunan tersebut yang dibayarkan setiap tahun sesuai SPPT selaku wajib pajak bumi dan bangunan (PBB),"ungkap Ketua Petani Wasile Timur Manan Buya, Selasa (23/7).
    Ditegaskan, penggusuran jalan yang dilakukan semena-mena oleh perusahaan tersebut sangat merugikan petani yang berada di dekat area tambang. Selain itu, sikap perusahaan melakukan penimbunan pada jalan menuju kali yang sering dilewati petani untuk mengambil air menyiram tanaman sangat menyengsarakan petani. Sebab jalan tersebut tidak bisa dilalui lagi karena sudah ditutup pihak perusahaan."Kami hanya minta ada pengertian dari pihak perusahaan untuk hentikan semua aktivitas yang dapat merugikan kami,"pintanya.
    Karena itu, Manan juga meminta Bupati Muhdin Ma'bud dan Ketua DPRD Jhon Nguraitji untuk memediasi permasalahan tersebut. Sebab, jika dibiarkan akan berbuntut panjang."Kami minta DPRD dan bupati undang perusahaan dan petani untuk duduk bersama selesaikan tindakan perusahaan terhadap petani ini,"pintanya. Tak hanya itu, Manan juga meminta Pemkab Haltim segera menurunkan tim ahli untuk melakukan peninjauan di lapangan.(ado/met)

Share
Berita Terkait

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan