Minggu, 20 Oktober 2019

 Headline
MALUT POST / INTERNASIONAL / China Siap Perang jika Taiwan Ingin Merdeka

China Siap Perang jika Taiwan Ingin Merdeka

Diposting pada 25/07/2019, 12:56 WIT
SEORANG warga memegang bendera China dengan latar depan bendera Taiwan.
SEORANG warga memegang bendera China dengan latar depan bendera Taiwan.

BEIJING - Kementerian pertahanan China memperingatkan bahwa pihaknya siap berperang jika Taiwan ingin merdeka. China juga menuduh Amerika Serikat telah merusak stabilitas global dan mengecam penjualan senjata ke Taiwan.
Sebelumnya, AS menyetujui menjual senjata ke Taiwan, termasuk tank dan rudal Stinger yang diperkirakan bernilai USD 2,2 miliar (Rp31 triliun).
China merespons langkah tersebut dengan mengatakan akan memberlakukan sanksi pada perusahaan AS yang terlibat dalam kesepakatan apa pun dengan Taiwan.
Taiwan memisahkan diri dari China pada 1949 setelah berlangsungnya perang saudara. China menawarkan Taiwan untuk kembali ke China dengan imbalan satu negara dua sistem tapi usulan itu ditolak oleh Taiwan.
Juru bicara kementerian pertahanan Wu Qian mengatakan dalam beberapa tahun ada kekhawatiran strategis militer, bahwa China akan melakukan upaya terbesarnya demi kembali bersatu dengan Taiwan.
"Namun, kita harus dengan tegas menunjukkan bahwa mencari kemerdekaan Taiwan adalah jalan buntu," kata Wu mengutip Reuters, Kamis (24/7/2019).
"Jika ada orang yang berani mencoba memisahkan Taiwan, militer China akan siap berperang untuk menjaga kedaulatan nasional, persatuan, dan integritas teritorial," katanya.
Amerika Serikat adalah pemasok senjata utama ke Taiwan. Amerika Serikat tidak memiliki hubungan formal dengan Taiwan yang demokratis, tetapi terikat oleh hukum untuk membantu menyediakan sarana untuk mempertahankan diri.
Kementerian China mengatakan Amerika Serikat telah "memicu persaingan intensif di antara negara-negara utama, secara signifikan merusak stabilitas strategis global."
Wu mengatakan China akan mempertahankan pertumbuhan yang moderat dan stabil, dibandingkan dengan negara-negara besar lainnya. (okz/jfr)

Share
Berita Terkait

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan