Senin, 16 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / / Diperkosa Lalu Dicekik hingga Tewas

Diperkosa Lalu Dicekik hingga Tewas

Diposting pada 26/07/2019, 13:30 WIT
REKONSTRUKSI: Tersangka pembunuhan dan pemerkosaan Ronal Musa saat memperagakan bagaimana ia merampas uang korban Kiki di mobil sebelum akhirnya memperkosa dan membunuhnya. Peragaan tersebut ditampilkan dalam reka ulang, Kamis (25/7) MAHFUD HUSEN
REKONSTRUKSI: Tersangka pembunuhan dan pemerkosaan Ronal Musa saat memperagakan bagaimana ia merampas uang korban Kiki di mobil sebelum akhirnya memperkosa dan membunuhnya. Peragaan tersebut ditampilkan dalam reka ulang, Kamis (25/7) MAHFUD HUSEN

Ronal Peragakan Cara Bunuh Kiki dalam Reka Ulang

TIDORE – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Malut dan Polres Tidore Kepulauan terus menyidik dugaan pembunuhan terhadap Gamaria Wahab Kumala alias Kiki (18). Siang kemarin (25/7), polisi menggelar reka ulang kasus tersebut di halaman Mapolres Tikep. Tersangka Ronal Musa alias Muhammad Irwan alias Onal (38) dihadirkan untuk memperagakan 43 adegan, termasuk bagaimana ia menghabisi nyawa Kiki.
Dalam rekonstruksi tersebut, Ronal memperagakan saat mengendarai Daihatsu Xenia berpelat hitam dengan nomor polisi DG 1754 KF dari arah Sofifi ke Tobelo melewati jalan raya Desa Tahane, Kecamatan Malifut, Halmahera Utara, Selasa (16/7). Saat itu ia melihat ada beberapa orang yang sedang duduk di tepi jalan menunggu angkutan, yakni Kiki, sang ibu Acam dan salah satu kakak Kiki. Mereka duduk di sebuah tempat duduk di bahu jalan lajur kanan.
Ronal menghentikan mobilnya beberapa meter dari tempat Kiki dan keluarganya duduk. Ia lantas bertanya hendak kemana. Sang kakak lah yang menjawab mau ke Sofifi. Ronal lalu memundurkan mobilnya dan menawarkan diri untuk mengantar.
Kiki lantas mengangkat kopor miliknya dan menyeberangi jalan menuju mobil ditemani sang ibu. Pada saat yang sama Ronal turun dari mobil, membuka bagasi mobil dan mengambil kopor calon mahasiswa Universitas Khairun itu dari tangannya.
Begitu kopor masuk bagasi, Kiki naik di kursi depan, di samping Ronal. Begitu siap berangkat, Ronal sempat membunyikan klakson sebagai isyarat akan pergi. Saat itu, Acam belum beranjak dari tempat duduk, melepas putri bungsunya dengan tatapan. Ia baru kembali ke rumah setelah mobil itu tak terlihat lagi.
Ronal langsung tancap gas ke arah Sofifi. Sesampainya di jalan Gosale Puncak, ia menghentikan mobil dan menyuruh Kiki pindah ke tempat duduk tengah, di belakangnya. Perjalanan lalu dilanjutkan.
Di jalan belakang Kelurahan Guraping, Kecamatan Oba Utara, sekira 1 kilometer dari Guraping, Ronal menghentikan mobilnya lagi. Kondisi jalan begitu sepi. Ia lalu turun dan masuk ke tempat duduk belakang, duduk di samping Kiki. Kaca dan pintu mobil juga dikuncinya.
Ronal yang merupakan residivis kasus pemerkosaan lantas menanyai Kiki berapa uang yang dimilikinya. Rp 250 ribu, jawab bungsu dari 8 bersaudara itu. Dengan sigap, Ronal merampas dompet Kiki dari tas samping yang tengah dipakai dara tersebut.
Begitu berhasil merampas dompet, Ronal langsung memeriksa dompet dan mengambil uang Rp 250 ribu.
Tak berhenti sampai di situ, Ronal lalu memegang tangan alumni SMK Negeri 2 Halut itu dengan kencang dan memerintahkan ia melayaninya. Kiki berteriak mengatakan tidak, namun Ronal yang dikenal sebagai si tukang kawin itu terus memegang tangan dan mencium bibirnya. Saat itu anggota Purna Paskibraka Indonesia tersebut berusaha berontak, namun kalah secara fisik dari pelaku.
Ronal kemudian menindih tubuh korban dengan paha sekuat tenaga, membuat gadis pendiam itu terbaring di atas jok mobil. Ia kemudian membuka celana jeans remaja kelahiran 12 Desember 2000 tersebut dan menggagahinya.
Usai diperkosa, Kiki hanya menangis dan menyuruh Ronal mengantarnya ke Pelabuhan Sofifi. Di saat yang sama, ia juga mengatakan akan melaporkan Ronal ke polisi dan saudaranya. Pria asal Weda Tengah, Halmahera Tengah itu sempat memohon agar Kiki tidak memberitahukan perbuatannya kepada siapapun. Namun putri Wahab Kumala itu bersikeras akan melaporkan.
Mendengar hal itu, Ronal langsung berpikir untuk menghabisi nyawa Kiki. Ia mengambil karet lis mobil yang ada dalam sarung jok tempat duduk dan mendekati korban. Saat itu Kiki sempat meminta agar Ronal tidak melakukan hal tersebut. Namun lelaki yang sudah gelap mata itu terus mendekat. Ia lalu melingkarkan karet tersebut ke leher Kiki sebanyak dua kali dan menariknya dengan keras selama dua menit hingga gadis malang itu menghembuskan napas terakhirnya.
Setelah memastikan korban sudah tak bernyawa, pelaku lantas turun dari kursi tengah dan pindah ke kursi depan lalu mengarahkan mobil menuju ke jalan 40 Sofifi. Di situ ia berhenti dan turun membuka bagasi. Dikeluarkannya selembar terpal. Kopor milik korban juga diturunkan ke jalan. Ronal lalu membuang dompet dan jilbab Kiki di dekat kopor tersebut.
Selanjutnya, Ronal menutupi jasad Kiki dengan terpal lalu dibawanya ke Dusun Lukolamo Desa Woebulen, Weda Tengah. Di sana ia membuang jasad korban di semak-semak dekat kebun warga.
Ronal lantas putar arah balik ke Kota Weda. Dalam perjalanan ia melihat ponsel Kiki yang tergeletak di kursi mobil. Ponsel itu pun dibuangnya di pelabuhan Weda. Ronal lalu kembali ke rumah istrinya di Kecamatan Kao Teluk, Halut, mengambil barang-barangnya dan melarikan diri ke Kelurahan Dokiri, Tidore Selatan, Tikep.
Kasat Reskrim Polres Tikep AKP Dedy Yudanto usai reka ulang kemarin mengatakan, polisi terus mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi sampai berkas lengkap untuk diajukan ke tahap satu. Menurut dia, dalam reka ulang tersebut ada 43 adegan yang diperagakan tersangka Ronal. Dalam kasus ini juga pelaku melakukan pemerkosaan hanya sekali dan setelah itu menghabisi nyawa korban. "Secepatnya kita lengkapi berkas untuk kita tahap satu. Untuk hasil autopsinya belum keluar. Kita juga buktikan pemerkosaannya dengan mengambil sampel pada saat autopsi untuk dicocokkan dengan DNA pelaku," jelasnya.
Dedy menuturkan, Ronal disangkakan pasal berlapis yakni 340 KUHP untuk pembunuhan berencana, subsider 339 pembunuhan, junto 365 pembunuhan dengan cara kekerasan dan 285 pemerkosaan. “Ancaman hukumannya maksimal pidana mati, pidana seumur hidup, atau 20 tahun penjara. Jika nanti ada ditemukan fakta atau bukti hukum lain barulah dilakukan koordinasi kembali dengan jaksa,” ujarnya.

Penertiban
Sementara itu, aksi bejat Ronal telah membuat susah para sopir lintas Tobelo-Sofifi. Pasalnya, penumpang, terutama perempuan, menjadi ekstra khawatir dan was-was dengan kejadian tersebut.
Yudi, salah satu sopir lintas saat dikonfirmasi Malut Post mengungkapkan ia dan teman-temannya mengalami kendala saat hendak memuat penumpang. Apalagi jika dalam perjalanan dan belum ada satu pun penumpang yang atau hanya dua penumpang perempuan. "Kalau di pelabuhan atau pangkalan itu masih biasa. Hanya bedanya sekarang itu penumpang full dulu baru berangkat. Karena para penumpang apalagi cewek atau ibu-ibu, mereka takut," katanya kemarin.
Kata dia, sopir lintas yang terdaftar dan aktif dalam organisasi serta menggunakan pelat kuning ada sekitar 100 orang. Sebagian di antara mereka kini bekerja di perusahaan tambang di sejumlah daerah. Ada pula yang memilih istirahat. “Tapi Ronal itu bukan sopir lintas. Dia kan tukang antar pekerja di tambang dan kebetulan hanya mencari uang rokok atau apa (dengan jadi sopir lintas). Tapi kalau yang dia lakukan itu (pemerkosaan, red) kan penyakitnya. Karena sudah dua kali dengan ini," ujar Yudi.
Tuntutan penertiban kendaraan berpelat hitam yang hingga kini masih suka mengangkut penumpang lintas, seperti yang dilakukan Ronal, sejak dulu sudah disuarakan Yudi cs. Hanya saja belum mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Halut melalui Dishub.
Kini, Polda Malut melalui Direktorat Lalulintas (Ditlantas) bersama Dinas Perhubungan Malut dan kabupaten/kota baru akan bergerak menertibkan kendaraan umum yang beroperasi di jalur trans Halmahera. Hal itu dilakukan menyusul terjadinya peristiwa pembunuhan Kiki.
Direktur Lalulintas Polda Malut Kombes (Pol) Abrianto Pardede kepada Malut Post mengatakan, beberapa waktu kemarin pihaknya telah menggelar pertemuan dengan Dishub dan organisasi angkutan darat (organda) dalam menyikapi hal tersebut. “Dari pertemuan itu melahirkan beberapa poin kesepakatan diantaranya, terhitung sejak 1 Januari 2020 seluruh angkutan trayek dan kendaraan rental sudah harus berpelat kuning. Kedua, semua Kasat Lantas harus mendata seluruh angkutan trayek yang ada di wilayah masing-masing, baik yang sudah berpelat kuning maupun masih berpelat hitam. Ketiga, mendata kendaraan trayek rental yang masih berpelat hitam tersebut dirinci yang bernomor polisi Maluku Utara maupun yang bernomor polisi dari luar Malut. Pada Agustus nanti kami akan kembali gelar rapat dengan membawa data-data yang dimaksud,” kata Abrianto kemarin.
Menurut Abrianto, Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Satuan Lalulintas di seluruh kabupaten kota akan melakukan sosialisasi pengurusan izin trayek dan perubahan pelat hitam ke pelat kuning. Sementara pada September nanti akan dilakukan penindakan gabungan atas kendaraan rental yang masih berpelat hitam. “Semoga dengan adanya kesepakatan yang akan kami realisasikan ini bisa menjadi perbaikan ke depan,” tuturnya.
Terkait dengan pembunuhan yang terjadi di tiga daerah itu, kata Abrianto, pihaknya telah memberi perintah kepada Kasat Lantas untuk mengambil langkah-langkah seperti mendata seluruh mobil trayek lintas dan mobil pangkalan beserta sopirnya. Selain itu melakukan pertemuan dengan seluruh pemilik kendaraan untuk membahas sistem keamanan dan kelayakan kendaraan serta keabsahan dan legalitas kendaraan termasuk tidak ada lagi istilah sopir tembak. “Agar kalau terjadi kejadian seperti ini kami sudah tahu identitas kendaraan dan sopirnya,” sambung Abrianto.
Selain itu, lanjut dia, dirinya juga telah memerintahkan kepada seluruh Kasat Lantas untuk melaksanakan razia khusus di waktu-waktu rawan yakni di sore, malam dan dini hari serta saat kedatangan kapal-kapal penumpang. Seluruh Kasat Lantas juga diperintahkan untuk membuat nomor pelayanan pengaduan dan disebar di seluruh pangkalan bahkan membuat dalam bentuk stiker yang dipasang di semua kendaraan angkutan umum.
Untuk mengantisipasi minimnya kegiatan Kamtibmas di luar ibukota kabupaten, para Kapolres harus memerintahkan Bhabinkamtibmas dan fungsi Lantas untuk melakukan pembinaan penyuluhan kegiatan preventif. “Semoga dengan upaya ini tidak akan terjadi lagi kejadian yang kita takutkan seperti kemarin. Sekarang anggota masih lakukan pendataan,” tukasnya.(cr-03/cr-04/aby/kai)

 

Share
Berita Terkait

Sultan Tidore Apresiasi Rizal Ramli

05/04/2018, 12:36 WIT

Tak Terima, Yaser Marah

10/10/2018, 11:34 WIT

Tuan Rumah KKN Kebangsaan

19/02/2019, 09:25 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan