Kamis, 05 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / / Jamaah Malut Wafat di Madinah

Jamaah Malut Wafat di Madinah

Diposting pada 30/07/2019, 13:38 WIT
SAAT DIRAWAT: Mendiang Naser Rajab Husen (79) saat menjalani perawatan di Dr. Hamid Sulaiman Al-Ahmadi Hospital Madinah. Ia menghembuskan napas terakhir Minggu (28/7) malam
SAAT DIRAWAT: Mendiang Naser Rajab Husen (79) saat menjalani perawatan di Dr. Hamid Sulaiman Al-Ahmadi Hospital Madinah. Ia menghembuskan napas terakhir Minggu (28/7) malam

Satu Masih Dirawat, Enam Diawasi Khusus

MADINAH –Innalillahi wainnailaihi rajiun. Salah satu jamaah haji Maluku Utara dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan di Dr. Hamid Sulaiman Al-Ahmadi Hospital Madinah, Arab Saudi. Naser Rajab Husen (79), jamaah asal Halmahera Selatan, wafat setelah mengalami penurunan kesadaran.
Naser merupakan jamaah asal Desa Busua, Kecamatan Kayoa Barat. Ia tergabung dalam kelompok terbang 9. Ketua Tim Panitia Haji Daerah (TPHD) Malut, Amar Manaf menuturkan, Naser termasuk jamaah kategori risiko tinggi (risti). “Karena faktor lanjut usia dan juga risiko tinggi karena penyakit,” tuturnya, Senin (29/7).
Sejak 13 Juli lalu, mendiang Naser dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) karena menderita demensia dan gangguan kecemasan. Sehari kemudian ia dirujuk ke Rumah Sakit King Fahd Madinah lantaran tak ada perubahan. Saat itu ia sudah mengalami penurunan kesadaran dan harus dirawat di emergency room selama sehari penuh. “Pada 15 Juli almarhum dirujuk ke Dr. Hamid Sulaiman Al-Ahmadi Hospital dan dirawat di ICU dengan diagnosis chronic obstructive pulmonary disease (COPD) eksaserbasi terpasang ventilator. Almarhum kemudian tutup usia pada tanggal 28 kemarin,” terang Amar.
Naser menghembuskan napas terakhir pada Minggu (28/7) malam pukul 21.36 WIT atau pukul 15.36 Waktu Arab Saudi (WAS). Menurut Amar, meski saat ini seluruh jamaah haji telah berada di Makkah, selama sakitnya di Madinah mendiang Naser tetap mendapat pendampingan dari petugas kesehatan. Jamaah yang sudah berada di Makkah juga menggelar tahlilan untuk mendoakan dia. “Setelah meninggal, almarhum disalatkan di Masjid Nabawi Madinah dan dikuburkan di Madinah," tukas Amar.
Sekretaris TPHD Malut, Tamhid Abubakar menambahkan, jamaah kloter 9 lain mulai dibimbing melaksanakan umrah sunah dengan mengambil miqat di Ji’ranah. Sebelumnya, jamaah juga melakukan salat gaib atas meninggalnya Naser Rajab. "Sementara kondisi jamaah umumnya dalam keadaan baik, namun banyak jamaah yang berobat ke Posko Kesehatan Kloter 9 dengan keluhan batuk,” ungkapnya.
Saat ini, masih ada satu jamaah kloter 9 yang dirawat di RS King Fahd, yakni Gaus Zam Zam. Selain itu, terdapat enam jamaah yang berada di bawah pengawasan khusus. Mereka adalah Maryam Ode Uba (63, Halsel), Hamsin Lamanusu (86, Halsel), Husen Tuharea (75, Halsel), Hamim Murat Pake (67, Halut), Samsudin H. Malan (75, Halut), dan Mahmud Hongi (75, Halut). "Alhamdulillah keenam ini masih dalam kondisi sehat, hanya butuh dipantau terus oleh tim kesehatan. Sehingga jika ada keluhan segera diberikan penanganan. Kami berharap Bapak Gaus juga bisa segera sembuh, mohon doanya dari seluruh masyarakat Malut," tukas Tamhid.
Terpisah, Kepala Seksi Haji dan Umrah Kementerian Agama Halsel, Mizna Laila Albar menyatakan telah menerima kabar berpulangnya salah satu jamaah asal Halsel. Meski begitu, dia mengaku belum mendapat informasi tentang penyakit yang diderita mendiang.
Menurut Mizna, Naser merupakan jamaah tambahan yang seharusnya berangkat pada 2021. “Almarhum sesuai waiting list seharusnya berangkat pada tahun 2021. Tetapi karena ada tambahan tahun ini yang diprioritaskan usia lanjut maka beliau menjadi salah satu jamaah tambahan,” ujarnya.
Sejak keberangkatan, kondisi kesehatan Naser diakui Mizna memang tidak menggembirakan. Saat di pesawat pun kondisinya sudah tidak stabil. Begitu pula saat bertolak dari Halsel ke Ternate. “Kemenag Halsel kehilangan satu jamaah haji. Semoga almarhum husnul khatimah," ucapnya.
Dengan berpulangnya Naser maka sudah ada tiga jamaah Malut yang mangkat selama musim haji 2019. Sebelumnya adalah Suhaima Kahar Umar (61), jamaah Tidore Kepulauan yang meninggal semasa masih di Makassar. Selain itu ada Fatma Arilaha (67), jamaah asal Tikep juga yang wafat di Makkah. Sementara secara nasional, sudah 31 jamaah haji Indonesia wafat di Tanah Suci.

Asuransi // sub
Sementara itu, jamaah yang meninggal saat menjalankan proses ibadah haji akan mendapatkan asuransi. Besaran asuransi ini tergantung pada beberapa hal.
Jamaah meninggal dunia berhak mendapatkan asuransi senilai Rp 18 juta dari asuransi Takaful. Sementara jamaah yang mendapat kecelakaan selama di Arab Saudi, berhak mendapat 2 kali lipatnya. Lalu, klaim asuransi juga diberikan kepada jamaah yang meninggal saat berada di dalam pesawat. Maskapai penerbangan meng-cover jaminan asuransi sebesar Rp 125 juta.
Kepala Seksi Kedatangan dan Keberangkatan Daerah Kerja Bandara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji ( PPIH) Arab Saudi, Cecep Nursyamsi mengatakan, asuransi berlaku sejak jamaah haji berangkat dari rumah untuk ke embarkasi, sampai berada di rumah kembali. "Keluarga dapat mengajukan asuransi kepada Kantor Kementerian Agama Provinsi yang kemudian akan disampaikan ke pusat sambil membawa sejumlah persyaratan," kata Cecep di Bandara Internasional King Abdul Azis, Jeddah.
Untuk mengurus pencairan asuransi tersebut, ada sejumlah persyaratan yang harus dilengkapi. Antara lain surat keterangan kematian (SKK), surat pernyataan ahli waris dari kecamatan serta nomor rekening almarhum atau ahli waris.
Bagi jamaah haji yang meninggal di dalam pesawat maupun saat berada di tanah air, SKK dikeluarkan oleh Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah dan akan diantar langsung oleh petugas Kantor Kemenag setempat ke tempat tinggal almarhum. "Bagi jamaah yang meninggal di embarkasi, segera mendapat SKK dari Kemenag setempat," kata Cecep dilansir dari Okezone.com.
Tentang jamaah haji meninggal dunia diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nomor 174 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pelimpahan Nomor Porsi Jamaah Haji Reguler yang Meninggal Dunia.(udy/sam/okz/kai)

Share
Berita Terkait

Lahir di Tengah Gempa

24/07/2019, 14:21 WIT

Video Mesum Siswi SMP Tersebar

12/01/2019, 11:46 WIT

Mahasiswi Tewas Saat Memotret

06/03/2018, 12:01 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan