Rabu, 21 Agustus 2019

 Headline
MALUT POST / HUKUM / Operasi Pekat Fokus Tindak Pidana

Operasi Pekat Fokus Tindak Pidana

Diposting pada 31/07/2019, 14:09 WIT
PEKAT: AKBP Hendri Badar (kiri) memberikan keterangan pers.
PEKAT: AKBP Hendri Badar (kiri) memberikan keterangan pers.

TERNATE - Kepolisian Daerah Polda Malut mulai menggelar operasi pekat Kieraha I 2019. Operasi tersebut merupakan operasi kepolisian mandiri kewilayahan tentang pemberantasan penyakit masyarakat seperti peredaran minuman keras, narkoba, perjudian, praktik prostitusi dan pencurian. Operasi itu mengedepankan penegakan hukum yang didukung dengan kegiatan fungsi kepolisian lainnya untuk menjamin ketertiban, kepastian dan perlindungan hukum bagi masyarakat dalam menciptakan serta memelihara situasi kamtibmas dan kondusif menjelang hari raya Idul Adha 1440 H serta perayaan hari kemerdekaan RI yang ke-74 tahun.
“Operasi dengan sandi pekat Kieraha I 2019 ini juga digelar di Polres jajaran secara serentak,” kata Kabid Humas Polda Malut, AKBP Hendri Badar, kemarin (30/7).
Juru bicara Polda Malut itu menjelaskan, operasi tersebut bertujuan untuk memelihara situasi Kamtibmas yang aman, tertib dan kondusif di wilayah Provinsi Maluku Utara dengan tindakan kepolisian pencegahan, pembinaan, dan penindakan terhadap pelaku kejahatan penyakit masyarakat berupa peredaran minuman keras, transaksi narkoba, perjudian, praktik prostitusi dan pencurian yang dapat meresahkan masyarakat Maluku Utara. Mencegah terjadinya tindak pidana atau kejahatan. Memberikan dampak positif terhadap lingkungan strategis terutama dalam meningkatkan citra polri dimata masyarakat. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah timbulnya pelaku pencurian dan penyakit masyarakat. “Termasuk menindak para pelaku kejahatan penyakit masyarakat seperti peredaran minuman keras, peredaran narkoba, praktik perjudian, prostitusi dan pencurian dengan berpedoman pada perundang-undangan yang berlaku,” jelas Hendri.
Operasi pekat Kieraha I 2019 tersebut akan berlangsung selama 12 hari dari dan berakhir pada 10 Agustus mendatang. Sementara, lanjut Hendri, sasaran dalam operasi tersebut diantaranya, orang atau pelaku kejahatan penyakit masyarakat seperti peredaran minuman keras, peredaran narkoba, praktik perjudian, prostitusi dan pencurian. Tempat yakni pada tempat hiburan. Terminal atau pelabuhan laut dan udara. Tempat perbelanjaan/area parkir umum. Rumah Bordil kedok panti pijat. Lokasi yang dijadikan sebagai tempat perjudian. Penginapan, hotel, kios/lapak. Lokasi yang sering dijadikan sebagai tempat untuk melakukan penimbunan BBM Subsidi. Tempat kost, rumah kontrakan, pemukiman dan perumahan.
“Personel yang dilibatkan oleh Polda dalam operasi ini sebanyak 78 orang,” ungkapnya. Ia mengimbau kepada seluruh kabupaten/kota yang belum memiliki Peraturan Daerah (Perda) untuk segera membuat Perda agar bisa mencegah atau memberikan sanksi kepada pengedar atau pelaku konsumsi miras. (aby/lex)

Share
Berita Terkait

Pelaku Pembaptisan Massal Ditangkap

04/03/2019, 14:26 WIT

Player CV Ubay Jaya Ditahan

08/03/2018, 13:02 WIT

Dana Ratusan Miliar Menguap

09/03/2018, 12:54 WIT

Ayah Perkosa Anak Kandung

15/02/2018, 09:18 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan