Senin, 16 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / / Desak Pemkab Cabut Izin Perusahaan

Desak Pemkab Cabut Izin Perusahaan

Diposting pada 01/08/2019, 14:07 WIT
DESAK: Massa aksi ketika membakar ban bekas di depan pintu masuk kantor Bupati Halteng, Rabu (31/7) kemarin. Massa menuntut Pemkab mencabut izin sejumlah perusahaan yang beroperasi di Halteng.
DESAK: Massa aksi ketika membakar ban bekas di depan pintu masuk kantor Bupati Halteng, Rabu (31/7) kemarin. Massa menuntut Pemkab mencabut izin sejumlah perusahaan yang beroperasi di Halteng.

Kehadirannya Dinilai Merusak Komoditi Lokal

Editor  :Muhammad Nur Husen
Peliput :Fahruddin Udi

WEDA – Sejumlah elemen yang tergabung dalam gerakan mahasiswa fagogoru Halmahera (Gemuru) menggelar aksi unjukrasa di depan kantor Bupati Halmahera Tengah, Rabu (31/7). Massa menuntut pemerintah segera mencabut izin sejumlah perusahaan yang beroperasi di Halteng, khususnya di Desa Sagea dan Kiya Kecamatan Weda Utara.
    Perusahaan yang direkomendasikan untuk dicabut izinnya adalah PT. Zong Hai Nikel Mining Indonesia, PT. Zhong Hai Rare Mining Indonesia dan PT. First Pasific Mining. Perusahaan ini dianggap merusak komoditi lokal dan potensi lainnya seperti Goa Boki Moruru dan Telaga Lagae Lol di Sagea-Kiya.  “Kehadiran industri ini akan merusak tanaman sagu, pala, cengkeh dan kelapa serta Goa Boki Moruru,”tandas Koodinator aksi Alfian Salim dalam orasinya, Rabu (31/7) kemarin. Lanjutnya, dalam sejarah masyarakat Sagea-Kiya bergantung pada komoditi local, bukan pada pertambangan.“Begitu juga di Telaga Lagea Lol ada ikan bandeng bahkan kuburan Sultan Jailolo ada di sana. Karenanya kami minta pemerintah mencabut izin perusahaan ini. Sebab, dalam sejarah tidak pernah ada tambang yang mensejahterakan masyarakat,” katanya. (mpf/met)

Share
Berita Terkait

Panwascam Temukan Pemilih Ganda

05/04/2018, 12:34 WIT

18 Perusahaan Beroperasi di Halteng

28/03/2019, 12:18 WIT

WBN Siap Serap 15 Ribu Tenaga Lokal

31/08/2018, 12:40 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan