Sabtu, 14 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / / Dinas PUPR Diminta Tegas

Dinas PUPR Diminta Tegas

Diposting pada 01/08/2019, 13:55 WIT
INFRASTRUKTUR: Ruas jalan Goin-Kedi Kecamatan Loloda yang progresnya baru masuk tahapan sirtu. Dinas PUPR diminta memutus kontrak kerja dengan pihak rekanan.
INFRASTRUKTUR: Ruas jalan Goin-Kedi Kecamatan Loloda yang progresnya baru masuk tahapan sirtu. Dinas PUPR diminta memutus kontrak kerja dengan pihak rekanan.

Proyek Tidak Tuntas Segera Putuskan Kontrak Kerja

Editor  :Muhammad Nur Husen
Peliput :Samsudin Chalil

JAILOLO – Komisi III DPRD Halmahera Barat (Halbar) meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memutus kontrak kerja dengan pihak ketiga yang mengerjakan lima item kegiatan melalui dana pinjaman ke Bank Pembangunan Daerah (BPD).”Dari 13 item pekerjaan yang menggunakan dana pinjaman, 8 diantaranya sudah tuntas seratus persen. Sementara sisanya 5 item pekerjaan belum tuntas.   Padahal kontrak pekerjaan dilakukan secara bersamaan pada Oktober 2018 hingga April 2019,”kata anggota komisi III DPRD Riswan Hi Kadam yang ditemui di kantor DPRD, Rabu (31/7).
       Riswan mengatakan sistem perencanaan pembangunan sudah sesuai, namun yang menjadi pertanyaan kenapa sudah lewat kontrak, tapi pekerjaan belum selesai. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengaku, khusus pekerjaan peningkatan jalan tanah ke aspal ruas jalan Goin Kecamatan Tabaru dan Kedi Kecamatan Loloda (Goin-Kedi) harusnya tuntas pada April lalu. Tetapi faktanya sampai sekarang proses pekerjaan belum tuntas dan dilakukan adendum atau diberikan kesempatan 50 hari kepada pihak rekanan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.”Sekarang sudah masuk Agustus, tetapi pekerjaan belum tuntas sehingga Dinas PUPR sudah harus melakukan pemutusan kontrak pekerjaan. Ini yang menjadi persoalan, karena batas waktu pekerjaan sudah lewat, tetapi pekerjaan baru capai 50 persen. Jika demikian, Dinas PUPR sudah harus melakukan pemutusan kontrak dengan pihak rekanan yang mengerjakan lima item proyek,”tegasnya.
       Untuk memastikan sejauh mana proses pekerjaan lima item kegiatan itu, pihaknya bakal memonitoring lapangan dan memanggil pihak rekanan untuk memberikan kepastian penyelesaian pekerjaan."Kita bukan ingin menggagalkan proyek tersebut, tapi yang kami inginkan pekerjaan harus tuntas, sehingga masyarakat bisa menikmati pembangunan yang telah direncanakan,"pungkasnya.(din/met) 

Share
Berita Terkait

Jokowi Menang Telak di Desa Danny

18/04/2019, 13:04 WIT

Danyonif RK 732/Banau Berganti

07/12/2018, 12:50 WIT

Sehari, Empat Tewas di Jalan

12/03/2018, 12:37 WIT

Jembatan Goin - Kedi Tuntas 2020

22/07/2019, 14:17 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan