Jumat, 06 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / / Tujuh Jam Warga Blokade Jalan

Tujuh Jam Warga Blokade Jalan

Diposting pada 05/08/2019, 13:38 WIT
AKSI:Aksi blokade jalan yang dilakukan warga desa Tahane saat menuntut pelaku pembunuhan Kiki dihukum mati.
AKSI:Aksi blokade jalan yang dilakukan warga desa Tahane saat menuntut pelaku pembunuhan Kiki dihukum mati.

Aksi Bela Kiki Berlanjut

Editor :Fitrah A Kadir
Peliput :Ramlan Harun

TOBELO-Aksi blokade jalan kembali dilakukan puluhan massa aksi desa Tahane, kecamatan Malifut. Aksi yang dilakukan merupakan tuntutan atas proses hukum tersangka Ronald dalam kasus pemerkosaan, penculikan hingga pembunuhan terhadap Gamaria W Kumala atau Kiki. Aksi pada Sabtu (3/8) kemarin dimulai sejak pukul 08.00 WIT pagi. Dalam aksinya, massa menuntut agar Ronald dituntut hukuman mati. Sikap dan tuntutan massa juga terlihat dari spanduk yang dibentangkan saat aksi kemarin. Susanto Ahmad selaku koordinator aksi mendesak Polda Malut untuk mengambil alih kasus pembunuhan Kiki Kumala. Tidak sampai disitu, dalam aksinya, massa juga mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi agar menertibkan seluruh angkutan umum yang beroperasi di wilayah Sofifi. Aksi kemarin sempat membuat jalur lalulintas di pertigaan desa Tahane terganggu. Kades Tahane, Rafid U. Basarun saat dimintai tanggapan secara terpisah, berharap agar massa aksi tidak mengganggu aktivitas lalulintas. Dia juga berharap, massa aksi tidak sampai menutup akses jalan lintas. “Itu adalah bentuk kekesalan dan emosional warga, jadi saya juga tidak bisa berbuat apa-apa selain memberikan himbauan,”akunya. Dia menambahkan, gerakan aksi yang dilakukan warga adalah bagian dari pengawalan atas proses hukum tindak pidana pembunuhan Kiki. “Kami juga mengutuk keras pelaku pembunuhan dan pemerkosaan. Kami tahu perundang-undangan dan menghargai proses hukum yang berlaku di indonesia, tapi pelaku harus dihukum mati,"kata Rafid dengan nada kesal.  Menyikapi aksi kemarin,  Kapolres Halut AKBP Yuyun Arief, yang sempat terjun di lapangan bersama personilnya langsung berkoordinasi dengan pihak keluarga. Dihadapan keluarga korban Kiki, pimpinan Polres Halut itu lalu mengaku kalau penanganan kasus pembunuhan terhadap korban Kiki membutuhkan dukungan dari semua pihak. “Dan aksi hari ini (Sabtu kemarin) kami anggap sebagai motivasi kepada penegak hukum supaya cepat dalam memproses dan menyelesaikan kasus ini,"katanya. Dikatakan Kapolres, penanganan kasus tersebut sudah ditangani sesuai prosedur hukum yang berlaku. "Kalau kejadiannya di Halut, maka sudah jelas saya yang akan ambil alih langsung,"ucapnya. Kata dia, kasus tersebut juga menjadi perhatian Mabes Polri. Itu, sambung Kapolres dibuktikan dengan kunjungan sejumlah personil Mabes belum lama ini, guna  proses otopsi dan memantau langsung  upaya penyelidikan yang sementara dilakukan. "Saat ini, kita semua masih  menunggu hasil otopsi dari tim Mabes. Jadi polisi sudah bekerja maksimal,”tegasnya. Untuk pasal yang disangkakan terhadap pelaku Ronald, tambah Kapolres, yakni pasal pembunuhuan berencana hingga pemerkosaan dan itu sudah masuk pasal berlapis. “Kami butuh dukungan doa sebab kami juga berada di pihak keluarga almarhum,"katanya. Dalam kesempatan kemarin, dia juga sempat menjelaskan upaya koordinasi pihaknya bersama Dishub Halut dalam rangka penertibaan mobil angkutan umum yang beroperasi di wilayah Halut- Sofifi. Aksi kemarin berlangsung hampir kurang lebih 7 jam, sebab massa baru membubarkan diri sekitar pukul 15.00 WIB.(cr-04/aji)

Share
Berita Terkait

TKA Tiongkok Kuasai Malut

26/01/2019, 15:24 WIT

Oknum Anggota DPRD Halut Pesta Miras

06/02/2018, 15:55 WIT

Tutup Tambang Roko

07/02/2018, 13:57 WIT

Ketua KPU Halut Nyaris Dipukul Napi

18/04/2019, 13:16 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan